Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Toyota Indonesia Recall Besar-Besaran Mulai dari Avanza, Rush Hingga Alphard dan Voxy

Aktivitas recall yang meliputi proses pengecekan dan penggantian parts sangat mudah dilakukan di bengkel resmi Toyota dan tanpa biaya sama sekali (gratis). Seluruh jaringan bengkel Toyota yang saat ini berjumlah 298 bengkel di seluruh wilayah di Indonesia juga dilibatkan untuk memastikan pelanggan segera melakukan pengecekan dan penggantian komponen kendaraannya. Pelanggan bisa menghubungi jaringan outlet resmi Toyota terdekat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, serta dapat menghubungi Toyota Customer Care (24 jam) di nomor telepon 1-500-315.

BestCar Indonesia – Setelah melakukan aktivitas recall terkait masalah komponen pompa bahan bakar pada beberapa modelnya di bulan Juli 2020 lalu, PT Toyota-Astra Motor (TAM) akhirnya resmi mengumumkan perluasan aktivitas recall terkait masalah yang sama pada 10 produknya yang beredar di Indonesia, termasuk Avanza, Innova, Fortuner, dan Rush.

Meski dalam keterangan resminya pada Kamis (18/03/2021) tidak menjelaskan total unit yang terlibat penarikan kembali unit yang sudah dibeli konsumen atau recall untuk perbaikan komponen fuel pump (pompa bahan bakar) ini, namun TAM menyebutkan bahwa perluasan recall kali ini meliputi Alphard (produksi 2017-2019), C-HR (produksi 2018-2019), Corolla (produksi 2019), Camry (produksi 2019), Voxy (produksi 2018-2019), Kijang Innova (produksi 2018-2019), Fortuner (produksi 2018-2019), Hilux (produksi 2019), Avanza (produksi 2017-2019), dan Rush (produksi 2017-2019).

Sebelumnya, pada bulan Juli 2020 lalu, TAM sudah melakukan aktivitas recall terkait masalah komponen pompa bahan bakar pada enam model produknya, yaitu Alphard produksi tahun 2017 – 2018, Corolla produksi tahun 2018, FJ Cruiser produksi tahun 2013 – 2014, Kijang Innova, Fortuner, dan Hilux produksi tahun 2017 – 2019.

Sejak pemberitahuan secara resmi kepada pelanggan pada akhir Juli tahun lalu hingga saat ini berjalannya aktivitas recall tersebut, lebih dari 60% dari total kendaraan yang terlibat pada saat itu sudah dicek dan diperbaiki komponennya di bengkel resmi Toyota. Dan sebagai kelanjutan dari upaya untuk menjamin keselamatan pelanggan, Toyota terus melakukan monitor di lapangan dan melakukan pengecekan apakah model-model lainnya juga mengalami hal serupa.

Nah, berdasarkan hasil pengecekan itulah kemudian membuat Toyota memperluas cakupan model-model yang masuk ke dalam aktivitas recall ini, yang secara total mencapai 10 model. TAM mengajak kembali para pemilik beberapa model kendaraan Toyota dengan produksi tahun yang dimaksud di atas untuk segera melakukan pengecekan dan jika diperlukan maka melakukan penggantian fuel pump kendaraannya. Pengerjaan pengecekan dan penggantian fuel pump ini berlangsung sekitar 2 – 4 jam.

Selain aktivitas penggantian komponen fuel pump pada beberapa model tertentu, TAM juga mengimbau pemilik Hilux dengan tahun produksi Juni – Desember 2018 untuk melakukan pengecekan dan jika diperlukan melakukan penggantian pada komponen brake booster. Hal itu disebabkan karena adanya potensi yang dapat mempengaruhi mekanisme kinerja proses pengereman. Pengerjaan pengecekan dan penggantian brake booster ini berlangsung sekitar 0.5 – 3.5 jam.

Aktivitas recall yang meliputi proses pengecekan dan penggantian parts sangat mudah dilakukan di bengkel resmi Toyota dan tanpa biaya sama sekali (gratis). Seluruh jaringan bengkel Toyota yang saat ini berjumlah 298 bengkel yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia juga dilibatkan untuk memastikan pelanggan segera melakukan pengecekan dan penggantian komponen kendaraannya.

Pada setiap aktivitas recall, Toyota menginformasikan hal tersebut kepada pelanggan melalui berbagai saluran komunikasi, baik melalui surat resmi maupun melalui media massa dan situs resmi Toyota. Pelanggan bisa menghubungi jaringan outlet resmi Toyota terdekat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, serta dapat menghubungi Toyota Customer Care (24 jam) di nomor telepon 1-500-315.

Selain itu, pelanggan dapat juga mengunjungi website resmi Toyota di www.toyota.astra.co.id/ssc untuk melakukan pengecekan, dengan memasukkan nomor rangka dan selanjutnya akan muncul informasi apakah kendaraannya masuk dalam program recall Toyota. Jika kendaraannya masuk ke dalam program ini, maka pelanggan dapat langsung menghubungi bengkel resmi Toyota terdekat atau yang diinginkan, untuk dilakukan pengecekan dan penggantian komponen kendaraan jika diperlukan.

Untuk proses penggantian, pelanggan disarankan melakukan booking service terlebih dahulu, agar dealer dapat mempersiapkan stall, teknisi, dan part yang akan diganti. Dan seluruh proses pemeriksaan dan penggantian tidak dipungut biaya sama sekali (gratis).

 

Berawal dari Recall di Amerika

Kronologi recall fuel pump pada Toyota Avanza dan beberapa model Toyota lainnya sebetulnya dimulai dari Amerika Serikat, ketika produsen komponen Denso menyatakan produk fuel pump buatan mereka bermasalah ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada April 2020. Recall akibat masalah ini dilaporkan meliputi 2 juta unit kendaraan. Denso sendiri adalah perusahaan yang dimiliki Toyota, sehingga wajar saja jika produk-produk Toyota menggunakan komponen produksinya.

Denso kemudian melaporkan tambahan recall pada November 2020, yang mencakup sekitar 1,5 juta unit di AS. Itu artinya, secara total recall fuel pump Denso melibatkan 3,53 juta unit yang melibatkan tak hanya merek Toyota, tetapi juga beberapa brand lain seperti Ford, Mazda, Subaru, dan Mitsubishi.

Pada Maret 2020, Toyota Motor Corporation mengumumkan recall 3,2 juta unit di seluruh dunia yang disebabkan masalah fuel pump ini. Lantas pada Oktober 2020 diumumkan lagi tambahan unit yang masuk daftar recall yang sama, sehingga totalnya mencapai 5,84 juta unit di seluruh dunia.

Mengikuti arahan prinsipal, Toyota Astra Motor (TAM) sudah menyatakan pada Juli 2020 ada 36.841 unit mobil Toyota yang masuk daftar recall fuel pump di Indonesia, terdiri dari Alphard produksi 2017-2018, Corolla produksi 2018, FJ Cruiser produksi 2013-2014, dan Kijang Innova, Fortuner, serta Hilux produksi 2017-2019.

Namun pada saat pengumuman pada Oktober 2020 itu TAM tidak menyebut Avanza terlibat. Recall yang dipicu masalah fuel pump justru terendus menjalar sampai Avanza setelah Toyota mengumumkan recall mobil ‘Sejuta Umat’ ini di Malaysia pada 4 Maret 2021. Toyota Malaysia menarik kembali 3.293 unit Avanza.

Seperti diketahui, Avanza yang breredar di Malaysia merupakan mobil impor utuh yang diproduksi Astra Daihatsu Motor (ADM) di Indonesia. Ironisnya, justru negara impor yang mengumumkan recall lebih dulu ketimbang negara asal produksinya. ADM baru lah menyatakan bakal mengeluarkan pernyataan resmi terkait recall itu, termasuk keterlibatan Daihatsu Xenia, pada 18 Maret 2021 ini.

Aktivitas “recall” atau penarikan kembali produk yang sudah ada di tangan konsumen, sebetulnya merupakan hal yang sudah umum terjadi, termasuk bagi produsen kendaraan bermotor. Di Toyota, recall dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjamin kualitas produk dan menjaga keamaan dan keselamatan pelanggan. Di Indonesia sendiri, kegiatan recall dilakukan Toyota-Astra Motor (TAM) selaku distributor kendaraan Toyota di tanah air.

“Sejalan dengan global initiative principal Toyota Motor Corp, aktivitas recall pada produk tertentu telah dilakukan TAM sejak bertahun-tahun sebagai wujud komitmen kami dalam mengutamakan keamanan dan keselamatan pelanggan. Dan, kami berterima kasih atas respon yang cepat dan aktif dari pelanggan selama ini, sehingga persentase kendaraan yang sudah diperbaiki cukup tinggi,” kata Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor dalam keterangan resminya, Kamis (18/03/2021).

 

Teks: Yusran Hakim

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *