Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Selamat Tinggal Isuzu Panther

Keputusan Isuzu ini diambil seiring dengan implementasi kebijakan emisi gas buang baru menjadi Euro IV untuk mesin diesel yang efektif berlaku pada 10 Maret 2021 ini dan melemahnya popularitas ‘si Raja Diesel’ yang diindikasikan dengan terus menurunnya jumlah penjualan sejak beberapa tahun belakangan.

 

BestCar Indonesia – PT Isuzu Astra Motor (IAMI) akhirnya secara resmi mengumumkan penghentian produksi Isuzu Panther, ‘minibus’ legendaris andalannya yang telah menjelajah Nusantara sejak 1991 silam. Keputusan Isuzu ini diambil seiring dengan implementasi kebijakan emisi gas buang baru menjadi Euro IV untuk mesin diesel yang efektif berlaku pada 10 Maret 2021 ini dan melemahnya popularitas ‘si Raja Diesel’ yang diindikasikan dengan terus menurunnya jumlah penjualan sejak beberapa tahun belakangan.

Kabar mengenai berakhirnya produksi Isuzu Panther sebetulnya sudah terindikasi sejak awal 2020, ketika Isuzu mengirimkan sinyal untuk mengakhiri riwayat model Panther ketimbang mengembangkannya agar lolos standar emisi Euro 4. Lalu, pada Desember 2020 lalu laman resmi PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), isuzu-astra.com, juga tak lagi memuat Isuzu Panther.

Isuzu Panther diketahui hanya diproduksi dan dipasarkan di Indonesia, namun di Filipina juga sempat dipasarkan dengan nama Isuzu Crosswind hinggga awal 2018, seiring penerapan standar emisi Euro 4 di negara tersebut. Di Indonesia, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P20/MENLHK/SETJEN/KUM. 1/3/2017, mobil bermesin bensin wajib memenuhi standar Euro 4 mulai September 2018, sementara diesel efektif berlaku pada 10 Maret 2021.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) Isuzu Panther pada 2018 hanya tercatat 950 unit. Tahun berikutnya (2019), angka penjualan kembali menurun menjadi 763 unit. Dan sepanjang tahun lalu (2020), total wholesales Isuzu Panther mencapai titik nadir 320 unit, setelah PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) tak lagi memproduksi Panther per Maret 2020. Meski begitu, PT IAMI masih terus mendistribusikan Isuzu Panther ke jaringan dealer sampai Oktober 2020 silam.

“Bisnis Isuzu di Indonesia hari ini kita akan fokuskan pada commercial vehicle. Tetapi para pengguna Panther tidak perlu khawatir mengenai perawatannya, karena Isuzu Indonesia akan tetap melayaninya. Terimakasih Panther,” ujar Marketing Division Head IAMI, Attias Asril dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021). dalam konferensi pers virtual tersebut IAMI juga merilis video yang menyatakan Isuzu Panther akan dihentikan dan perusahaan siap berfokus pada segmen kendaraan niaga.

Isuzu Indonesia sendiri menyatakan akan terus melanjutkan kejayaan si ‘Raja Diesel’ dengan berfokus pada kendaraan komersial dengan lineup seperti Isuzu D-Max, Isuzu Elf, Isuzu Traga, dan Isuzu Giga. Selain itu, tahun ini Isuzu Indonesia juga akan meluncurkan dua model barunya, yang ditengarai adalah Isuzu mu-X dan Isuzu D-Max terbaru.

 

Perjalanan Panjang ‘Si Raja Diesel’

Mulai diproduksi di Indonesia pada 1991, Isuzu Panther yang pernah dijuluki sebagai ‘Raja Diesel’ ini muncul sebagai pesaing ketat dari Toyota Kijang dan Mitsubishi Kuda di segmen mobil serbaguna medium. Selama perjalanannya di Indonesia, Isuzu Panther mampu membukukan penjualan total sebanyak 433.117 unit, termasuk dalam varian minibus dan pikap.

Pada awal kedatangannya di pasar Indonesia, Multi-Purpose Vehicle (MPV) ini bukan hanya terkenal soal daya angkutnya, melainkan ketangguhan dan keiritan dari mesin diesel yang digunakannya. Generasi awal Panther menggunakan mesin diesel 4-silinder segaris OHV indirect injection dengan kode C223. Dengan kapasitas 2.238cc, mesin generasi pertama ini menghasilkan tenaga maksimal 72TK di 4.300 rpm dan torsi puncak 140Nm di 2.400rpm.

Generasi pertama ini diperkenalkan dalam berbagai bentuk buatan karoseri. Misalnya seperti Bravo, Miyabi, Sparta dan Golden. Lalu pada 1993 menambah variannya seperti Hi-Grade, Grand Deluxe, Total Assy (Deluxe), dan Standard.

Peremajaan Panther dilakukan pada 1996. Meski secara tampilan tak banyak berubah, major change pertama Panther ini mengusung mesin baru berkode 4ja1 dengan kapasitas mesin menjadi 2.500cc dan mengubah system pasokan bahan bakar menjadi direct injection. Mesin baru ini bisa menghasilkan tenaga 78,9TK di 3.900rpm dan torsi 170Nm di 2.300rpm. Pada generasi ini tersedia dua varian, Deluxe dan model pikap yang masih eksis hingga saat ini.

Lalu Isuzu kembali meremajakan Panther saat memasuki tahun 2000, yang merupakan momentum Isuzu menanamkan mesin Turbo Diesel untuk Panther tipe Touring yang menjadi varian tertingginya. Bahkan pilihan transmisi otomatis pun mulai tersedia. Mesin dengan turbocharger ini mampu meletupkan tenaga hingga 78,9TK namun di putaran mesin yang lebih rendah, yakni 3.500rpm, dan torsi meningkat jadi 192Nm di putaran mesin yang lebih rendah lagi (1.800rpm).

Pada tahun 2000, Isuzu menawarkan Panther dalam delapan varian, yaitu Grand Touring, Touring, LS Hi-Grade, SS, LV, SV, LM (smart long), dan SM (smart short). Pada generasi ini Chevrolet – yang berada di paying yang sama dengan Isuzu — juga mengeluarkan kembaran Panther versi mesin bensin yang diberi nama Tavera. Sementara tahun 2005 menjadi momen terakhir Isuzu meremajakan Panther sampai dengan saat ini. Perubahan yang dilakukan berupa pembenahan pada beberapa sektor tampilan, seperti gril, desain lampu utama, serta interior. Pada periode tersebut juga Isuzu meluncurkan versi Grand Touring dan LV Adventure, dengan perangkat turbocharger yang disematkan pada semua varian untuk memenuhi standar Euro II. Selebihnya, hingga 2013, Isuzu hanya memberikan sentuhan ringan (facelift).

Teks: Tito B. Setiawan

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *