Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Cara Gampang Merawat Sendiri Mobil Mitsubishi Anda

Merawat kendaraan jangan hanya jika Anda ada keperluan melakukan perjalanan saja. Pemeliharaan mobil atau kendaraan keluarga harus dilakukan secara berkala, ada atau tidak ada rencana perjalanan panjang. Dan selain ke bengkel resmi, Anda bahkan dengan cukup mudah bisa melakukan sendiri perawatan mobil kesayangan di rumah.

BestCar Indonesia – Anda boleh saja kecewa jika tahun ini tak bisa mudik, menyusul kebijakan Pemerintah yang memberlakukan larangan mudik untuk mengurangi potensi meledaknya angka kasus Covid-19 di tahun ini. Tapi bukan berarti kondisi itu membuat Anda akan membiarkan kendaraan kesayangan jadi tak terawat di garasi. Ingat, pemeliharaan mobil atau kendaraan keluarga harus dilakukan secara berkala, ada atau tidak ada rencana perjalanan panjang.

Bagaimanapun, moda transportasi pribadi Anda harus selalu dalam kondisi baik untuk siap digunakan, agar tidak terjadi kondisi darurat yang berpotensi mengakibatkan kerusakan dan bahkan bisa mencelakai ketika dikendarai. Bukan cuma itu, menurut Boediarto, Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), kondisi kendaraan yang tetap prima karena terpelihara juga akan membuat resale value (harga jual kembali) kendaraan tetap terjaga, sehingga harganya tetap stabil dan menguntungkan ketika Anda ingin menjualnya setiap saat.

“Nah, untuk memastikan fungsi dari tiap komponen yang ada di kendaraan bekerja secara normal, dibutuhkan pengecekan baik melalui perawatan berkala di bengkel resmi maupun secara mandiri oleh pengguna terhadap kendaraannya,” papar Boediarto.

Tentu saja, cara terbaik menjaga mobil Anda tetap prima adalah dengan selalu melakukan perawatan di bengkel resmi. Namun, sebetulnya pemilik bisa melakukan sendiri perawatan rutin kendaraannya di rumah, sebelum melakukan servis berkala di bengkel resmi. Dengan cara ini, pemilik bisa menjaga umur mesin dan performa kendaraannya lebih panjang.

Caranya? Gampang. MMKSI khusus membuatkan 3 vlog berseri berisi tips mudah perawatan kendaran Mitsubishi yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah, bahkan oleh para wanita sekalipun. Di vlog ini, Tegar Ardisura Raharja selaku Head of Marketing & Promotion Strategy Section PT MMKSI membagikan tips mudah pengecekan mesin, ban, serta membersihkan mobil. Berikut ini adalah tips selengkapnya.

 

TIPS 1Ruang Mesin

 

Langkah paling awal yang harus Anda lakukan adalah mengecek beberapa komponen di dalam ruang mesin. Pemilik mobil dianjurkan memeriksa 6 jenis cairan yang ada di kompartemen mesin, yaitu oli mesin, cairan radiator, cairan wiper, minyak rem (brake fluid), cairan aki, serta oli power steering, sebagai berikut:

  1. Mengecek Oli Mesin

Yang pertama harus Anda perrhatikan adalah mengecek kondisi oli mesin. Caranya sangat mudah, yaitu dengan menarik stik level oli, lalu bersihkan sedikit batang stiknya dan masukkan kembali. Tujuannya agar pembacaan level oli lebih akurat. Setelah itu, tarik kembali batang stiknya untuk mengetahui level oli mesin.

“Pastikan level oli mesin pada stik level oli berada di antara level high dan low. Pengecekan juga harus dilakukan di area datar agar kondisi pelumas sesuai dengan aktualnya,” kata Tegar Ardisura.

Jika oil di stik berada di level low, yang menggambarkan bahwa volume oli di dalam mesin kurang, sebaiknya Anda menambahkan oli baru hingga level oli mesin pada stik level oli kembali berada di antara level high dan low. Namun, lanjut Tegar, perlu diperhatikan juga apakah mobil Anda sudah agak lama tidak beroperasi. “Mobil yang cukup lama tidak dijalankan ada kemungkinan mengalami kebocoran oli. Itu perlu ditelusuri lagi apakah volume oli yang berkurang tersbut akibat kebocoran. Periksa apakah di kolong mobil terlihat bekas tetesan atau rembesan oli dari mesin,” ungkapnya.

Seperti diketahui, keberadaan oli atau pelumas sangat penting bagi kinerja mesin kendaraan. Oli berfungsi untuk mengurangi gesekan antar komponen, pendingin, peredam getaran, pembersih kotoran, hingga antikarat di dalam mesin. Oli yang bekerja terus menerus akan berkurang tingkat kepekatannya akibat terekspos oleh udara dan panas, sehingga mengurangi daya pakainya.

Agar mesin lebih tahan lama dan awet, langkah penting yang Anda lakukan adalah mengganti oli mobil dan filter (saringan) oli sesuai waktunya. Pada umumnya, jadwal ganti oli mobil disarankan saat mencapai 10 ribu kilometer. Namun, banyak juga bengkel yang menyarankan untuk ganti oli setiap 5 ribu kilometer jika mobil Anda beroperasi setiap harinya, apalagi jika selalu berkutat dengan kemacetan dan kondisi jalanan yang tidak normal. Solusinya adalah menggunakan tanggal dan kilometer pada catatan servis sebagai patokan. Jika jadwal ganti oli sudah tercapai, ada baiknya untuk melakukan penggantian oli mobil berikut filternya.

 

2. Mengecek Level Radiator Coolant

Pemeriksaan selanjutnya adalah radiator coolant level. Menghindari mesin mobil overheat, Anda perlu memastikan air radiator selalu terisi secara berkala dan jangan sampai kehabisan. Sebab, air radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin saat bekerja.

Caranya, dengan melihat langsung pada tabung reservoir. Pastikan posisinya berada di antara level maksimal dan minimal. Pastikan pula Anda menggunakan cairan radiator atau coolant yang direkomendasikan. Cairan coolant ini memiliki senyawa kimia anti-rust yang menjaga ruang radiator tetap bersih dan awet.

Tidak kalah penting adalah pemeriksaan level minyak rem atau brake fluid yang sangat mempengaruhi kinerja rem mobil Anda. Caranya, dengan memeriksa tabung cairan rem yang terletak di ruang mesin pada sisi pengemudi. Sebaiknya cairan ini juga selalu ada di antara level maksimum dan minimum.

Pengecekan yang sama juga dilakukan untuk level cairan wiper dan power steering. Jika cukup sering menggunakan air wiper, maka isi tabung air wiper dengan air bersih saat sudah mulai habis.

“Sebelum memeriksa semua jenis cairan tersebut, pastikan mobil Mitsubishi kesayangan Anda terparkir di permukaan yang rata, agar semua cairan sesuai dengan kondisi aktualnya. Pastikan semua cairan masih sesuai dengan yang dibutuhkan,” jelas Tegar.

 

3. Mengecek Batere

Batere atau aki merupakan salah satu elemen paling penting pada mobil. Bagian ini berpotensi ‘tekor’ (soak) atau berkurang daya listriknya akibat usia pakai ataupun hal lain. Aki mobil bisa bermasalah jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama dan kondisinya tidak diperhatikan. Jika aki mulai soak atau tekor, maka akan mengganggu kinerja mobil, karena aki berfungsi sebagai penyuplai daya listrik untuk berbagai komponen kendaraan lainnya.

Lantas, apa saja ciri-ciri aki yang sudah soak dan bagaimana cara mengeceknya? Nah, cara standar yang paling mudah adalah dengan mengecek lampu indikator aki yang ada di instrument cluster pada dashboard mobil Anda. “Ketika kunci kontak diputar, lampu indikator dengan simbol gambar aki itu tidak akan menyala jika proses pengisian alternator ke aki dalam kondisi normal, dan sebaliknya akan menyala terang atau redup jika pengisian bermasalah. Jadi, indikator ini sebetulnya menggambarkan proses pengisian dari alternator ke aki bermasalah atau tidak, bukan menjadi indikator kondisi produk akinya sendiri. Tapi, tetap saja ini merupakan salah satu cara untuk melihat kondisi kelistrikan mobil yang dipasok dari aki,” papar Tegar.

Ketika lampu indikator aki mobil menyala namun mobil masih bisa dihidupkan, sebaiknya segera bawa mobil ke bengkel terdekat untuk dilakukan pengecekan terkait komponen tersebut.

Cara gampang lainnya untuk mengetahui kondisi aki adalah dengan menekan klakson. Tekan dan tahan klakson, lalu putar kunci kontak ke posisi start. Jika aki lemah, akan mengakibatkan suara klakson melemah bahkan tidak bersuara sama sekali. Aki mobil yang kekurangan setrum juga membuat bunyi ‘cetak-cetek’ saat kunci mobil diputar ke posisi start, bahkan pada kondisi terburuk tidak terdapat bunyi sama sekali. Selain itu, lampu indikator jadi redup atau bahkan mati saat kunci kontak diputar.

Hampir serupa dengan suara klakson, jika Anda melihat lampu utama mobil meredup ketika dinyalakan, bisa jadi itu memperlihatkan aki mobil sudah melemah. Lampu mobil menggunakan aki sebagai sumber tenaga utama. Jadi jika lampu atau sistem kelistrikan lainnya melemah, sudah bisa dipastikan aki bermasalah alias soak.

Cara lainnya untuk mengecek kondisi aki juga bisa dilakukan secara fisik atau langsung, Pada aki basah cukup lihat kondisi batas atas dan bawah cairan elektrolit dalam aki. Jika cairan elektrolit kurang, berarti pemilik harus menambahkannya. Sementara pada aki kering, ada indikator warna pada aki yang menunjukkan kondisi daya listriknya. Warna biru menunjukkan aki dalam kondisi normal, lalu jika warnanya putih itu menunjukkan aki butuh tambahan setrum, dan jika warnanya merah maka itu berarti aki wajib diganti.

 

TIPS 2 – Ban dan Mesin

 

1. Cek Tekanan Ban

Tips selanjutnya adalah pengecekan tekanan ban dan memanaskan mesin. Sebagai bagian penting dari kendaraan, ban harus selalu dicek tekanan anginnya secara berkala. Untuk kendaraan yang jarang dipakai, pemeriksaan tekanan angin pada ban juga perlu dilakukan. Apalagi tekanan angin ban mobil yang berdiam di rumah akan berkurang lebih cepat dibandingkan ban yang dipakai setiap hari.

“Isi angin seusai dengan standar yang sudah ditetapkan pabrikan. Agar tak repot, Anda bisa menggunakan pengisi angin portable (portable electric compressor ) yang sudah banyak dijual secara online di market place,” kata Tegar lagi.

 

2. Memanaskan Mesin

Kendati tak digunakan dalam beberapa hari atau beberapa minggu, mobil Anda sebaiknya tetap ‘dipanaskan’ secara rutin.

Tegar menyarankan ritual memanaskan mesin sebaiknya dilakukan minimal 3 hari sekali dengan durasi 10-15 menit, walaupun mobil tak digunakan. Tujuannya, agar sirkulasi oli mesin tetap lancar dan untuk pengisian baterai/aki tetap terjaga.

“Jika mobil terlalu lama diam, maka akan bermasalah dengan aki. performa mesin akan menurun dan kualitas oli menjadi kurang baik, karena oli bisa mengendap dan bagian bagian yang butuh pelumasan tidak dapat pelumasan yang cukup,” terang Tegar dalam vlog.

 

TIPS 3 – Merawat Kabin

 

  1. Membersihkan Bagian Dalam Mobil

Walaupun hanya parkir di rumah, mobil bisa terkena kotoran dan debu. Karena itu, selalu jaga kebersihan mobil Anda. Cuci mobil anda jika sebelumnya anda harus melewati hujan dan jalan becek. Hal ini berguna untuk mencegah karat apalagi jika mobil lama tidak dipakai dan hanya didiamkan saja.

Selain itu Anda juga harus mengecek kebersihan interior serta bagian ruang mesin. Jangan sampai ada hewan seperti kecoa, tikus dan ular bersarang di mobil, yang dapat merusak komponen kelistrikan mobil.

 

2.Gunakan Treatment Anti-Bakteri

Tegar menganjurkan cuci mobil minimal seminggu sekali, sekaligus membersihkan bagian kabin. Untuk menjaga kualitas udara kabin tetap terjaga dari bakteri, dianjurkan menggunakan anti bacterial treatment.

 

Teks: Yusran Hakim

 

 

 

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga