Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Bakal Hadirkan Kendaraan Elektrifikasi, Suzuki Setop Jualan Karimun Wagon R di Indonesia

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar Suzuki yang akan fokus pada kendaraan elektrifikasi dengan harga terjangkau bagi konsumen dan disebut-sebut bakal diluncurkan dalam waktu dekat. Namun, agen resmi  pemegang merek asal Jepang tersebut mengaku tetap menawarkan Karimun Wagon R untuk pasar luar negeri alias ekspor.

BestCar Indonesia – Kini, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya secara resmi  memutuskan untuk menyetop penjualan Karimun Wagon R, satu-satunya kendaraan kategori Low Cost Green Car (LCGC) alias mobil murah ramah lingkungan yang dimiliki pabrikan berlogo S itu di pasar Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar Suzuki yang akan fokus pada kendaraan elektrifikasi yang terjangkau bagi konsumen. Namun, agen resmi  pemegang merek Suzuki asal Jepang tersebut mengaku tetap menawarkan Karimun Wagon R untuk pasar luar negeri alias ekspor.

Menurut Managing Director Suzuki Indonesia Shodiq Wicaksono, Suzuki akan fokus pada kendaraan elektrifikasi yang terjangkau bagi konsumen. Langkah ini, lanjutnya, juga dalam rangka mendukung program percepatan pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030. “Suzuki Indonesia berkomitmen untuk mendukung program tersebut dengan memfokuskan diri pada pengembangan kendaraan elektrifikasi. Hal ini juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang Perusahaan yang berkomitmen untuk memproduksi kendaraan ramah lingkungan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/11/2021).

Di sisi lain, masih kata Shodiq, komitmen untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan ini mengharuskan Suzuki Indonesia mengalihkan prioritasnya. Sehingga, dengan adanya kendaraan elektrifikasi akan berdampak terhadap berhentinya produksi salah satu kendaraan konvensional legendaris Suzuki, yaitu Karimun Wagon R. Meski begitu, penghentian produksi Karimun Wagon R ini hanya berlaku untuk pasar domestik. “Dengan berat hati kami harus menghentikan produksi Karimun Wagon R untuk pasar dalam negeri. Namun, kami akan menghadirkan kendaraan elektrifikasi untuk konsumen setia Suzuki dalam waktu yang tidak lama lagi,” ujarnya.

Seperti diungkapkan Shodiq, saat ini Suzuki Indonesia sedang bersiap untuk mengenalkan kendaraan elektrifikasi kepada masyarakat. “Namun, kami juga harus jeli melihat daya beli masyarakat Indonesia secara umum saat ini. Untuk itu, dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, Suzuki akan masuk ke era elektrifikasi melalui teknologi hybrid,” tambah Shodiq lagi.

Pengembangan teknologi hybrid yang Suzuki lakukan adalah langkah awal Perusahaan dalam mengenalkan teknologi elektrifikasi yang sejalan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Ke depannya, Suzuki akan terus berinovasi mengembangkan kendaraan elektrifikasi lainnya secara bertahap.

 

Karimun Wagon R Hanya untuk Ekspor

Seperti diketahui, Karimun Wagon R merupakan satu-satunya model Suzuki yang bermain di segmen LCGC nasional saat ini. Karimun Wagon R juga merupakan produksi lokal dari pabrik Suzuki di Indonesia, dan tercatat sebagai salah satu model dengan kontribusi paling tinggi sebagai produk ekspor dari Suzuki Indonesia. Secara terpisah, 4W Marketing Director SIS, Donny Saputra mengakui bahwa kebijakan penghentian jualan Karimun Wagon R di tersebut membuat Suzuki tak lagi memiliki model LCGC untuk pasar Indonesia. Namun, Karimun Wagon R tetap diproduksi di Indonesia hanya untuk kebutuhan ekspor. “Sebagai gantinya, kami akan segera menghadirkan model elektrifikasi. Model elektrifikasinya seperti apa, saya belum bisa bicara,” ungkapnya.

Menurut Donny, Suzuki Karimun Wagon R buatan Indonesia cukup diminati oleh negara lain terutama di kawasan Asia Selatan, seperti Pakistan misalnya. Sebagai catatan, selama Januari-Oktober 2021 Karimun Wagon R menyumbang sebanyak 95% (12.500 unit) untuk ekspor kategori Completely Knock Down (CKD) dibanding periode yang sama tahun lalu.  Angka yang signifikan, bahkan jauh di atas Suzuki XL7 yang berkontribusi sebanyak 39% (10.000 unit) untuk ekspor kategori Completely Built Up (CBU), New Carry di angka 9.000-an unit dan Suzuki Ertiga yang hanya menyumbang sekitar 4.450 unit.

“Oleh sebab itu, perusahaan tetap menjalankan ekspor untuk model yang sama. Produksi untuk ekspor kami tetap lakukan. Terkait informasi detail stok unit Karimun Wagon R dan segala macam, sedang kami susun,” papar Donny.

Berbeda dengan performa ekspornya, penjualan  Karimun Wagon R di segmen LCGC domestik jauh tertinggal dibanding para kompetitornya seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan rata-rata Suzuki Karimun Wagon R di pasar nasional bahkan tidak sampai 200 unit per bulan.

Layaknya model LCGC, Karimun Wagon R didesain sebagai kendaraan city car mungil yang mengusung mesin generasi baru K10B dengan kapasitas 998cc. Sebagai penyalur daya mesin ke roda-depan, Suzuki memberi pilihan transmisi manual 5-speed dan otomatis AGS (Auto Gear Transmission) untuk Karimun Wagon R.

Di pasar dalam negeri, Suzuki Karimun Wagon R ditawarkan kepada konsumen dalam lima pilihan warna, yakni Graphite Grey, Silky Silver, Burgundy Red, Cool Black, Pearl White, dan Radiant Red. Harganya juga cukup terjangkau, yaitu Rp134,5 juta untuk tipe BLIND VAN; Rp137,7 juta untuk tipe GL M/T; Rp147 juta untuk GL AGS; Rp146,3 juta untuk tipe GS M/T; dan Rp155,2 juta untuk tipe tertinggi GS AGS (semua merupakan harga on the road, Jakarta).

 

Teks: Yusran Hakim

 

 

 

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *