Toyota Indonesia Akhirnya Menyusul Hadirkan Mobil Listrik Lexus BEV

Mobil elektrifikasi yang sepenuhnya menggunakan sumber energi listrik dari baterai sebagai tenaga penggerak (BEV – Battery Electric Vehicle) ini bukan hadir dengan brand Toyota, melainkan dengan brand Lexus. Nantinya mobil BEV ini akan dijual secara retail dan dapat dimiliki pelanggan di Indonesia, untuk melengkapi pilihan-pilihan kendaraan elektrifikasi dengan model HEV yang sudah ada sebelumnya baik di brand Lexus maupun Toyota.

BestCar Indonesia – Menyusul beberapa brand lain yang lebih dulu memasarkan kendaraan listrik murni berbasis baterai di Indonesia, PT Toyota-Astra Motor (TAM) dalam waktu dekat segera menghadirkan Battery Electric Vehicle (BEV), mobil yang sepenuhnya menggunakan sumber energi listrik sebagai tenaga penggerak. Hadirnya BEV dalam line-up kendaraan elektrifikasi Toyota ini akan makin melengkapi pilihan kendaraan elektrifikasi bagi masyarakat Indonesia, setelah di Maret 2020 lalu juga telah meluncurkan teknologi Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang saat ini menjadi salah satu model yang masih difokuskan untuk pasar Fleet.

Namun, kendaraan BEV baru yang bakal diluncurkan tersebut bukan melalui brand Toyota melainkan dengan brand Lexus. Nantinya mobil BEV ini akan dijual secara retail dan dapat dimiliki pelanggan di Indonesia, untuk melengkapi pilihan-pilihan kendaraan elektrifikasi dengan model HEV yang sudah ada sebelumnya baik di brand Lexus maupun Toyota.

Seperti diketahui, meski Toyota terbilang sukses membangun pasar kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) di pasar domestik, namun sejauh ini belum menghadirkan model kendaraan listrik murni atau BEV. Nah dengan kehadiran BEV terbarunya ini TAM segera memperluas pasar mobil elektrifikasi nasional melalui line-up kendaraan elektrifikasi yang lebih lengkap, mulai  dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

“Toyota sudah mulai elektrifikasi sejak tahun 1990-an di pasar global, tidak hanya karena kami melihat adanya kebutuhan untuk melestarikan lingkungan, tapi juga kami berkomitmen untuk menghadirkan pilihan mobilitas yang lengkap sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu, kami terus melengkapi pilihan kendaraan elektrifikasi baik dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV),” kata President Director PT Toyota-Astra Motor, Susumu Matsuda.

Di tahun 2020 ini, TAM melakukan banyak hal untuk memenuhi mobilitas melalui elektrifikasi. Di awal tahun, TAM telah menghadirkan teknologi elektrifikasi PHEV bekerjasama dengan perusahaan taxi online dengan menggunakan Toyota Prius PHEV. Di tahun ini pula, TAM menghadirkan tambahan pilihan kendaraan HEV dengan harga yang lebih kompetitif lagi dengan menghadirkan Corolla Cross HEV.

Melihat kesiapan market yang semakin baik dalam mengadopsi teknologi elektrifikasi, Toyota-Astra Motor (TAM) sebagai pemegang brand Toyota dan Lexus merasa sudah waktunya untuk memulai titik baru, dimana teknologi elektrifikasi akan bersanding satu dengan yang lainnya untuk nantinya dapat memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda dari tiap pelanggan berdasarkan kelebihan dan tantangan dari masing-masing teknologi. Spirit yang sama dengan keputusan TAM menyediakan dua brand maupun pilihan segmen yang sangat lengkap khususnya di Indonesia.

“Kami memiliki banyak pilihan teknologi elektrifikasi, saat ini kami sudah siapkan 3 teknologi baik HEV, PHEV, dan Battery Full EV untuk pelanggan di Indonesia. Ini menjadi milestone penting agar kami terus study untuk ke depannya melebarkan pilihan yang lebih lengkap, sejalan dengan kebutuhan mobilitasnya,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Kazunori Minamide.

“Sejalan dengan keinginan positif pemerintah Indonesia untuk mengakselerasi kendaraan elektrifikasi dan juga infrastuktur yang mulai di bangun, Toyota juga melangkah lebih maju lagi dengan akan menghadirkan teknologi elektrifikasi yang lengkap. Setelah sebelumnya kami menghadirkan HEV dan PHEV, TAM akan melengkapinya dengan menghadirkan teknologi BEV, sehingga masyarakat bisa memilih kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masing-masing,” kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto.

Sebagai perusahaan mobilitas, TAM berkomitmen untuk selalu berupaya dalam menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang sangat luas dan juga tren yang berkembang. Oleh karena itu, TAM selalu melakukan studi berkelanjutan untuk menghadirkan berbagai pilihan mobilitas bagi masyarakat baik dari sisi produk, teknologi, maupun layanan, termasuk juga dengan menyediakan teknologi elektrifikasi.

Toyota telah menjadi pionir dan market leader kendaraan elektrifikasi di dunia otomotif global. Terhitung sejak meluncurkan Prius sebagai mobil elektrifikasi pertama yang dipasarkan di dunia, Toyota telah meluncurkan lebih dari 40 model kendaraan elektrifikasi dengan total penjualan lebih dari 15 juta unit. Penggunaan kendaraan elektrifikasi Toyota setidaknya telah mengurangi produksi emisi CO2 sebanyak 125 juta ton atau setara dengan konsumsi 47 miliar liter bahan bakar.

Untuk pasar Indonesia, Toyota pertama kali menghadirkan kendaraan elektrifikasi pada 2009, ketika PT Toyota-Astra Motor mulai memasarkan Toyota Prius HEV. Kemudian pada 2010, melalui brand Lexus sebagai merek kendaraan premium, Toyota memasarkan Lexus LS HEV untuk segmen high-end. Sampai saat ini, tidak kurang 8 model kendaraan elektrifikasi sudah dipasarkan di Indonesia baik sedan, MPV maupun SUV. Dari tahun ke tahun penerimaannya juga makin baik. Hingga Oktober 2020, total penjualan elektrifikasi TAM sudah melebihi angka 3.300 unit.

Dalam rangka terus memenuhi mobilitas masyarakat sekaligus mengembangkan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia, TAM melakukan dua pendekatan. Pertama, dengan terus meningkatkan pemahaman masyarakat terkait teknologi elektrifikasi. Dan kedua, menyiapkan teknologinya untuk membantu mobilitas masyarakat.

“Pendekatan yang sudah kami lakukan lebih dari 10 tahun yang lalu ini kami lakukan agar teknologi elektrifikasi makin populer, dikenal, dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Dengan begitu, masyarakat juga turut berkontribusi dalam membangun lingkungan hidup yang sehat dengan mengurangi emisi CO2,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy.

Kendati begitu TAM juga menyadari bahwa menjual kendaraan elektrifikasi, khususnya Full Battery EV, baru dapat menyasar sebagian kecil lapisan pelanggan yang cukup mampu. Oleh karena itu, dengan tujuan memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat  untuk semakin terbiasa dan kenal dengan teknologi ini, saat ini TAM juga tengah bekerjasama dengan ITDC Nusa Dua untuk mempersiapkan dan membangun konsep EV Ecotourism di kawasan Nusa Dua Bali.

Melalui kerjasama ini, Toyota akan menyediakan layanan mobilitas yang terintegrasi bagi semua masyarakat dan turis yang ingin mencoba menggunakan kendaraan BEV di Bali. Harapannya, agar masyarakat dapat mencoba dan semakin terbiasa menggunakan kendaraan berbasis teknologi BEV serta dapat semakin mendukung daya tarik pariwisata di Bali dan Indonesia secara keseluruhan. Pendekatan yang sama juga digunakan dengan menyediakan teknologi PHEV untuk kendaraan Fleet Taxi, dimana harapannya semakin banyak lagi orang yang dapat merasakan pengalaman dengan kendaraan elektrifikasi.

“Dengan berbagai pendekatan yang berbeda ini dan dengan tujuan untuk makin melengkapi pilihan kendaraan elektrifikasi, kami percaya bahwa setiap lapisan masyarakat dapat memiliki kesempatan untuk merasakan dan menggunakan kendaraan elektrifikasi ini dapat dilakukan secara optimal baik melalui kepemilikan, experience dengan kendaraan umum seperti di PHEV, maupun mencoba di Ecotourism yang kami saat ini sedang kami siapkan di Bali,” tutup Anton.

Sebagai wujud komitmen lebih lanjut, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia sebagai produsen produk Toyota di Indonesia juga akan memproduksi kendaraan HEV (Hybrid Electric Vehicle)  secara lokal mulai tahun 2022 untuk pasar domestik dan ekspor, sambil terus melihat kesempatan untuk memperluas produksi lokal kendaraan berteknologi elektrifikasi lainnya.

 

Teks: Yusran Hakim

Toyota Indonesia Hadirkan Aplikasi Digital Terbaru “mTOYOTA”

mTOYOTA pada dasarnya adalah Mobile Apps yang dikembangkan Toyota Indonesia dengan berbagai fitur yang memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan mulai dari proses search/pencarian, purchase/pembelian, hingga own/kepemilikan, dengan tiga aspek keunggulan yang mengutamakan personalization, one stop service, dan engagement.

BestCar Indonesia – Guna meningkatkan kapabilitas digitalisasi demi kemudahan akses bagi pelanggannya, mulai Kamis (05/12/2019) Toyota-Astra Motor (TAM) secara resmi memperkenalkan Mobile Apps bernama ‘mTOYOTA’. Mobile Apps terbaru Toyota ini semakin melengkapi platform digital Toyota yang sudah ada sebelumnya, seperti official website, berbagai akun social media, digital press room, hingga chatbot Toyota virtual assistant TARRA.

“Untuk dapat mengikuti tren perkembangan dunia digital dan di tengah kompetisi yang semakin ketat, maka perlu adanya digital approach baru untuk meningkatkan engagement dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan melalui kemudahan akses,” ujar Yoshihiro Nakata, President Director PT Toyota-Astra Motor, pada acara peluncuran mTOYOTA di Jakarta, Kamis (05/12/2019).

“mTOYOTA hadir untuk semakin melengkapi platform digital Toyota yang sudah ada sebelumnya. Kami berharap, mTOYOTA dapat semakin meningkatkan pelayanan Toyota kepada pelanggan, secara digital,” tambah Kazunori Minamide, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, dalam kesempatan yang sama.

Lalu, seperti apa sebetulnya mTOYOTA? Nah menurut Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, mTOYOTA pada dasarnya adalah Mobile Apps yang dikembangkan Toyota Indonesia dengan berbagai fitur yang memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan mulai dari proses search/pencarian, purchase/pembelian, hingga own/kepemilikan. “mTOYOTA memiliki tiga aspek keunggulan, dimana platform digital ini mengutamakan personalization, one stop service, dan engagement,” kata Anton.

 

  • Dari aspek Personalization, fitur unggulan yang ada meliputi:
  • Single Sign On

Customer dapat login dengan menggunakan 3 akses, yaitu akun Facebook, Google, maupun email.

  • Customer & Vehicle Profile

Pada fitur ini, customer dapat mengisi data diri mereka dan VIN kendaraan Toyota yang dimiliki, yang akan menjadi personalized profil pada mTOYOTA

  • Favorite Feature Customization

Penggunaan dipermudah dengan adanya fasilitas untuk memilih fitur favorit yang paling sering digunakan oleh customer.

  • Panic Button

Umumnya panic button hanya menyediakan 1 nomor emergency. Namun pada mTOYOTA, customer dapat menambahkan 2 nomor keluarga atau kerabat yang bisa dijadikan emergency number.

  • Owner’s Manual

Owner’s manual berdasarkan data kendaraan Toyota yang diinput akan dengan mudah diakses melalui apps.

  • Reminder by input VIN

Fitur ini dapat membantu mengingatkan kita pada saat masa berlaku SIM ataupun STNK akan berakhir.

  • Aspek keunggulan berikutnya adalah One Stop Service, dimana fitur unggulannya adalah:
  • Trade In

Fitur ini memberikan kemudahan bagi customer yang ingin mendapatkan informasi dan melakukan tradein (tukar tambah kendaraan Toyota).

  • Credit Simulation

Fitur ini membantu customer untuk melakukan simulasi perhitungan yang ditawarkan oleh Toyota.

 

  • Dan aspek keunggulan terakhir adalah Engagement, dengan fitur unggulannya sebagai berikut:
  • Fun

Fitur interaktif yang disediakan untuk pengguna mTOYOTA, misalnya personality quiz.

  • Community

Dalam fitur ini akan mencantumkan semua daftar komunitas Toyota beserta info tentang mereka dan jadwal event  yang akan diselenggarakan. Selain informasi event, customer yang berminat dapat pula mendaftarkan dirinya pada event tersebut secara online dan akan diberi reminder pada H-7, H-3 dan H-1.

Terdapat juga fitur Check-In yang berfungsi untuk melakukan scan QR Code pengguna yang dapat digunakan sebagai bukti hadir, saat customer menghadiri event-event komunitas tersebut.

Melalui data yang diisi oleh customer, diharapkan Toyota dapat semakin memahami kebutuhan customer, sehingga dapat terus meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan.

  • Toyota Interactive Virtual Assistant “TARRA”

Chatbot “TARRA” juga ada dalam mTOYOTA, diperuntukkan bagi teman-teman yang ingin mendapat info Toyota dengan cepat 24jam atau 7 hari seminggu melalui chatting.

  • Customer Care

Fitur ini memungkinkan, masukan dari customer akan langsung di-handle oleh dealer ke customer.

Toyota Indonesia melihat, dalam 10—15 tahun terakhir telah terjadi pertumbuhan tren penggunaan internet yang didorong oleh perkembangan teknologi digital. Kondisi ini berdampak pada perubahaan karakter konsumen dalam mendapatkan informasi tentang produk yang akan dibeli, maupun layanan yang dibutuhkannya.

Sebelumnya, konsumen cenderung mencari informasi secara offline. Namun, saat ini, dengan tingginya penetrasi internet, tren teknologi pun bergeser pada Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan e-commerce yang membutuhkan personalisasi lebih dan one stop digital experience yang menciptakan interkonektivitas.

Toyota pun menyadari perkembangan tren tersebut dengan menghadirkan berbagai layanan komunikasi digital, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengakses berbagai hal tentang Toyota. Digital approach pertama kali dilakukan melalui situs resmi Toyota Indonesia (www.toyota.astra.co.id). Toyota Indonesia juga hadir melalui berbagai platform seperti Youtube ToyotaIndonesia, Facebook ToyotaID, Twitter account @ToyotaID, serta Instagram @toyotaID, dan Digital Pressroom khusus untuk memenuhi kebutuhan rekan-rekan media akan informasi tentang Toyota.

Pada tahun ini, juga telah diperkenalkan Toyota Interactive Virtual Assistant “TARRA”. Platform berbasis chatting ini merupakan langkah transformasi digital dalam menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih cepat, efektif, dan efisien, karena TARRA mampu merespon secara real time & personalized, selama 24 jam 7 hari.

 

Teks: Yusran Hakim

Foto: Tito B. Setiawan

‘Mengaspal’ Pertengahan Oktober ini, Harga Resmi Toyota GR Supra Dipatok Rp 1,995 Miliar

Dengan ditetapkannya harga resmi Toyota GR Supra ini, PT. Toyota Astra Motor (TAM) menargetkan pengiriman sportscar legendaris Toyota ini kepada pelanggan akan bisa dilakukan pada pertengahan Oktober 2019 ini. Untuk tahap awal ini, sudah tersedia 4 unit GR Supra yang siap diserahterimakan kepada pelanggan.

BestCar Indonesia Dua bulan sejak diperkenalkan pada ajang pameran GIIAS 2019 lalu, legenda sportscar Toyota GR Supra Generasi ke-5 segera meluncur di jalanan Indonesia. Menjelang serah-terima Toyota GR Supra kepada beberapa pelanggan melalui dealer resmi Toyota pada pertengahan Oktober ini, PT.Toyota-Astra Motor (TAM) mengumumkan harga resmi GR Supra yang dipatok Rp 1,995 miliar (OTR DKI Jakarta).

“Dengan ditetapkannya harga resmi GR Supra ini, kami targetkan pengiriman GR Supra kepada pelanggan akan bisa dilakukan pada pertengahan Oktober ini. Sehingga, bagi beberapa customer, khususnya yang sudah menyatakan minatnya untuk memiliki GR Supra, akan dapat segera menikmati sporstcar legendaris ini di jalanan Indonesia,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy.

Kehadiran GR Supra di Indonesia selama pameran GIIAS 2019 berlangsung pada Agustus lalu mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Banyak pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat mengunjungi booth Toyota untuk melihat langsung sosok Toyota GR Supra yang legendaris, mulai dari eksterior hingga interior dan mesinnya. Bahkan beberapa di antaranya telah menyatakan minatnya untuk memiliki sportscar legendaris tersebut. Sayangnya, permintaan terhadap GR Supra di pasar global yang masih sangat tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan kuota GR Supra untuk pasar Indonesia menjadi sangat terbatas.

“GR Supra pertama kali diperkenalkan secara resmi kepada pasar global di Detroit Auto Show, Amerika Serikat, bulan Januari tahun lalu. Sejak itu, banyak ‘sportscar enthusiast’ dari berbagai belahan dunia langsung melakukan proses pemesanan GR Supra. Tingginya permintaan global ini sangat mempengaruhi besaran kuota GR Supra untuk pasar Indonesia menjadi terbatas. Pada phase pertama ini, sudah ada 4 unit GR Supra yang siap untuk kami proses lebih lanjut untuk segera bisa dimiliki para peminatnya di Indonesia,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Kazunori Minamide.

Walaupun terbatas, hingga akhir September kemarin total pelanggan Toyota yang telah menyatakan minatnya untuk memiliki GR Supra telah mencapai lebih dari 15 orang. Dengan adanya minat yang cukup tinggi, TAM sedang berupaya untuk menambah alokasi GR Supra sebagai bentuk komitmen untuk memenuhi setiap kebutuhan dari pelanggan Toyota.

“Sejak kami perkenalkan GR Supra pada Juli lalu, sudah ada lebih dari 15 calon konsumen yang menyatakan minatnya untuk memiliki sportscar legendaris ini. Sebagai bentuk ucapan terima kasih dan apresiasi kami kepada tingginya permintaan dari konsumen, kami berupaya untuk menambah jumlah alokasi GR Supra di pasar Indonesia. Kami harapkan tambahan GR Supra di phase kedua nanti dapat memenuhi minat para konsumen yang sudah ada sejauh ini, setidaknya diusahakan pada akhir bulan Desember 2019, atau paling lambat pada Januari 2020,” kata Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto.

 

Legenda Sportscar Jepang

GR Supra adalah Generasi ke-5 dari legenda sportscar Toyota Supra yang generasi pertamanya diluncurkan pada 1978. Diikuti Generasi II pada 1981, Generasi III pada 1986, Generasi IV pada 1993 dan pada 2002 produksi  Generasi IV dihentikan. Artinya, model Supra ini sempat vakum selama 17 tahun. Kesempatan untuk menghidupkan kembali “Supra” disambut baik, tidak hanya oleh para konsumen, namun juga oleh Presiden Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda sendiri.

Nama GR sendiri berasal dari GAZOO Razing — merupakan bagian dari Toyota Motor Corporation (TMC) yang bertugas membuat mobil Toyota lebih emosional dan menyenangkan. Dalam pengembangannya, GR Supra melewati serangkaian uji coba di lintasan sirkuit dan berbagai jalan raya. Targetnya, menemukan komposisi dan kunci terbaik sportscar sejati namun tetap memberikan kenyamanan berkendara saat digunakan sehari-hari.

Pengembangan GR Supra lebih menekankan upaya mencapai kinerja sensivitas yang tinggi, dimana setiap dinamika atau gerak mobil bisa menimbulkan emosi kegembiraan (supreme fun to drive) dan dapat membuat koneksi yang kuat dengan pengemudinya. Karena itu, menghasilkan  driveability yang kuat menjadi salah satu poin utama konsep waku-doki (mengasyikan) dalam pengembangan GR Supra agar bisa tercapai. Melalui tim GAZOO Razing, Toyota sudah mengikutsertakan  prototipe GR Supra pada lomba ketahanan mobil di lintasan sirkuit Nurburgring, Jerman.

Telah menjadi keyakinan atau filosofi Toyota sejak era pendirinya, Kiichiro Toyoda, bahwa kondisi ekstrem di lintasan pacu akan mampu mengungkapkan potensi kendaraan secara menyeluruh — hal yang tidak akan terlihat saat mengemudi sehari-hari di jalan raya. Partisipasi pada ajang motorsport memberi peluang untuk menguji batas maksimum kendaraan, untuk kemudian mendorong batas ini lebih jauh sehingga performa mobil akan menjadi lebih baik. Inilah yang dilakukan Toyota dalam mengembangkan GR Supra.

Sementara itu melalui uji coba di lintasan jalan raya di berbagai negara, para engineer akan mengetahui karakter yang harus dipunyai GR Supra sebagai  sportscar yang akan diproduksi masal dan dipasarkan secara global. Semua itu bertujuan untuk menemukan titik keseimbangan optimal bagi tiga elemen kunci stabilitas kendaraan, yaitu  jarak sumbu roda (wheelabase), tapak  (tread), dan pusat gravitasi (center of gravity). Keseimbangan tiga elemen inilah yang bisa menjamin sportscar sejati ini tetap stabil dalam berbagai kondisi lintasan, terutama saat melewati tikungan.

Dari rangkaian uji coba bertahun-tahun itu, para engineer memutuskan untuk memperkecil rasio wheellbase menjadi 2.470mm. Pusat gravitasinya yang rendah juga memberikan kestabilan saat berkendara, terutama saat menikung. Distribusi berat kendaraan juga dibuat seimbang (50:50) antara bagian depan dengan belakang, dan ini menjadi elemen penting untuk menjaga performa GR Supra agar tidak limbung saat melintasi tikungan.

Guna lebih memperkuat drivability, garden GR Supra dilengkapi teknologi Limited Slip Differential (LSD) yang dikontrol secara elekronik. Fitur ini mampu membuat mobil meluncur mulus saat di tikungan, dan segera bisa dipacu begitu berada pada track yang lurus. Fitur LSD ini sangat diperlukan, mengingat keputusan para engineer untuk tetap mempertahankan konfigurasi legendaris Supra dengan mesin 6-silinder segaris 3.000cc turbocharged.

Sebagai penerus daya mesin ke roda, Toyota membekali GR Supra dengan transmisi 8-speed Sport Automatic. Mesin 3.000cc di balik bonnet panjangnya mampu menghasilkan tenaga maksimal 340PS pada putaran mesin 5.000-6.500rpm dan torsi puncak sekitar 500Nm pada putaran 1.600-4.500rpm.

“Dikembangkan dengan misi untuk mencapai ‘supreme fun to drive’, Toyota GR Supra tak hanya mumpuni di lintasan pacu, namun menjanjikan performa kelincahan dan kenyamanan saat berada di jalan raya. Kehadiran GR Supra merupakan bagian dari semangat Toyota Let’s Go Beyond untuk senantiasa meningkatkan kepuasan pelanggan, sejalan dengan upaya  mewujudkan Total Ownership Experience melalui pilar Beyond Product, Beyond Techonology, dan Beyond Service,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Kazunori Minamide.

 

Eksterior Kian Aerodinamis

Dengan melakukan improvement pada sejumlah titik, eksterior GR Supra kini lebih aerodinamis dibandingkan generasi sebelumnya. Desain bagian atas hadir dengan double bubble yang berfungsi untuk mengalirkan udara ke spoiler belakang yang berbentuk duck-tail untuk memberi tambahan down force dan memberikan kesan kuat serta sporty. Eksterior GR Supra juga dilengkapi dengan 6 lampu LED pada bagian depan dan kombinasi lampu LED di bagian belakang — keduanya diklaim memancarkan aura premium.

Sementara bagian samping tampak lebih ramping, sehingga velg Alloy Sporty Design yang dibalut ban dengan ukuran 19” terlihat lebih menonjol.

 

Interior 

Pada interior, GR Supra dirancang untuk memberikan kesan alami sehingga pengemudi dapat berkonsentrasi penuh saat mengendarainya. Selain itu, tampilan meter-cluster yang semi digital juga memberikan kemudahan dalam membaca informasi yang ditampilkan. Lalu, untuk membuat perjalanan semakin nyaman, kabin GR Supra juga dilengkapi system multi media berlayar 8,8 inchi dengan teknologi layar sentuh dan didukung 10 speakers yang menghasilkan suara secara jernih.

Tata letak interior GR Supra dirancang untuk memberikan kesan alami, sehingga memungkinkan pengemudi berkosentrasi penuh saat berkendara.  Tampilan meter-cluster memberikan kemudahan dalam membaca informasi yang ditampilkan. Kabin juga dilengkapi sistem multimedia dengan monitor 8 inci berteknologi layar sentuh dan didukung 10 speaker.

 

Suspensi dan Drive Mode

Sebagai pelengkap, GR Supra dibekali dengan suspensi berteknologi AVS (adaptive variable suspension) yang dapat mengontrol respon mobil terhadap permukaan jalan secara otomatis. Selain itu, GR Supra juga dilengkapi dengan mode berkendara ‘Normal’ atau ‘Sport’ yang dapat disesuaikan dengan selera pengemudi.

“Kehadiran Toyota GR Supra selarasdengankebutuhankonsumen di Indonesia yang kiandinamis. Pelanggan kini tidak lagi hanya berorientasi pada aspek fungsional, namun juga pada aspek emosional, salah satunya yaitu mobil yang fun to drive. Inilah yang menjadi arah produk mobil Toyota ke depan, termasuk GR Supra. Melalui GR Supra yang dikembangkan dengan misi untuk mencapai ‘supreme fun to drive’ ini, kami ingin menegaskan komitmen untuk senantiasa memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menghadirkan produk-produk terbaik melebihi ekspektasi, yang sejalan dengan semangat Toyota dalam mewujudkan Ever Betters Cars,” kata Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto.

 

Teks: Yusran Hakim