Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Royal Enfield Indonesia Kembali Gelar ‘Himalayan Demo Day’

Event ‘Himalayan Demo Day’ tak hanya mencakup ujicoba motor ‘dual purpose’ Royal Enfield Himalayan yang legendaris ini di rute yang disiapkan secara khusus, tetapi juga sesi pelatihan mengenai adventurous riding oleh tim instruktur profesional dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC).

BestCar Indonesia – Royal Enfield Indonesia untuk kedua kalinya menyelenggarakan ‘Himalayan Demo Day’ yang memberi kesempatan bagi para pengendara motor untuk mencoba dan merasakan ketangguhan dan kemampuan touring on-road dan off-road dari motor Royal Enfield Himalayan. Digelar pada hari Minggu (21/10/2018) di sirkuit Patrac, Pondok Aren, kegiatan ini tak hanya mencakup ujicoba motor ‘dual purpose’ dari Royal Enfield yang legendaris ini di rute yang disiapkan secara khusus, tetapi juga sesi pelatihan mengenai adventurous riding oleh tim instruktur profesional dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC).

‘Himalayan Demo Day’ sendiri pada dasarnya merupakan kegiatan pengalaman berkendara yang dirancang oleh Royal Enfield untuk memberi kesempatan bagi para adventure rider berpengalaman maupun pemula, untuk menguji kemampuan dan ketangguhan Himalayan di jalan beraspal maupun di medan yang berat. Royal Enfield terus mengadakan kegiatan seperti ini untuk mendorong dan mengaktifkan semangat eksplorasi para pengendara di seluruh dunia, serta menyemangati mereka untuk menikmati ‘pure motorcycling’.

“Royal Enfield Himalayan memang dirancang sebagai motor dual purpose, yang bisa digunakan di jalan raya (on-road) dan medan off-road. Karenanya Himalayan dibekali dengan fitur-fitur esensial sebuah sepeda motor adventure, seperti mesin dengan torsi besar, chassis yang tangguh dengan suspensi yang didesain untuk perjalanan panjang, posisi duduk yang nyaman, ground clearance yang baik dan setang lebar untuk pengendalian maksimal di berbagai medan,” papar Irvino Edwardly, Country manager Royal Enfield Indonesia.

Menggendong mesin satu-silinder 4-langkah SOHC berpendingin udara (air cooled) berkapasitas 411cc, tenaga maksimum Himalayan mencapai 24,5bhp (18,02KW) pada 6.500 rpm. Bukan power yang luar biasa, memang. Namun torsi puncaknya yang mencapai 32Nm di putaran mesin 4.000-4.500 per menit membuat model Royal Enfield yang satu ini sangat ideal untuk melibas berbagai medan jalan, bahkan medan off-road jarak panjang. Seluruh daya mesin disalurkan ke roda melalui girboks 5-speed (constant mesh).

Dirancang sebagai motor tangguh untuk keperluan touring jarak jauh yang tangguh namun simpel, Royal Enfield memang tak menerapkan teknologi tinggi untuk Himalayan. Sistem suplai bahan bakar misalnya, masih menggunakan karburator dengan throttle position sensor (TPS). Sementara koplingnya juga mengusung model kopling basah multi-plate. Sayangnya, untuk menyalakan mesin (engine start) Himalayan hanya bisa dilakukan secara elektrik, karena tak dibekali tuas kick starter. Sistem kelistrikannya menggunakan model DC (Direct Current) alias arus searah dengan batere 12 volt 8 AH VRLA.

Di luar performa engine, kepraktisan dan aksesibilitas juga menjadi keunggulan dari Himalayan. Motor ini tergolong ringan dan kecil, dengan bobot bersih hanya 182kg. ini antara lain berkat penggunaan chassis/frame (rangka) tipe half-duplex split cradle yang ringan namun kuat. Panjang totalnya hanya 2.190mm, dengan lebar total 840mm, tinggi 1.360mm (termasuk flyscreen) dan wheelbase 1.465mm.

Sebagai motor adventure, Himalayan dibekali ground clearance (jarak kolong terendah dari permukaan tanah) mencapai 220mm, dengan ban depan berukuran 90/90 dan velg berdiameter 21inci serta ban belakang 120/90 dengan velg berdiamater 17inci. Terlalu tinggi? Jangan khawatir, karena Royal Enfield mendesain posisi jok Himalayan hanya berjarak 800mm (80cm) dari permukaan tanah. Itu artinya, kedua kaki pengendara dengan postur rata-rata orang Indonesia setinggi 165cm masih mampu menjejak permukaan jalan, meski sedikit menjinjit.

Dimensi bodinya yang ideal juga memberikan perlindungan untuk pengendara, tanpa telihat besar ataupun berlebih, mengingat filosofi desain dari Royal Enfield adalah sederhana dan bersih.

Dengan posisi duduk yang rendah, center of gravity (pusat gravitasi) Himalayan juga tergolong rendah, menghasilkan stabilitas tinggi yang memudahkan pengendara untuk bermanuver, lebih nyaman dalam pengendaraan dan handling, serta mudah beradaptasi dengan berbagai jenis permukaan jalan.

Suspensi depannya mengandalkan model telescopic, dengan as fork berdiameter 41mm yang menghasilkan travel suspensi (jarak ‘main’ suspensi) sepanjang 200mm. Sementara suspensi belakang menggunakan monoshock dengan linkage yang memberi travel suspensi sepanjang 180mm. Sedangkan sistem pengereman di roda depan mengandalkan cakram berdiamater 300mm dengan kaliper model floating 2-piston, dan cakram 240mm dengan kaliper model floating single-piston.

 

Teks dan Foto: Yusran Hakim

 

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *