Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Resmi Buka Pemesanan, Hyundai Patok Harga Stargazer Rp 243 Jutaan Hingga Rp 307 Jutaan

Meski belum secara resmi diluncurkan, Hyundai Indonesia telah membuka periode Book Now dan pelanggan dapat melakukan pemesanan LMPV Hyundai Stargazer melalui dealer terdekat atau situs resmi PT Hyundai Motors Indonesia (HMI). Stargazer ditawarkan dalam empat tipe, yaitu Active, Trend, Style, dan tipe tertinggi Prime dengan dua pilihan transmisi, manual dan Intelligent Variable Transmission (IVT), dan rentang harga Rp Rp 243.300.000 hingga Rp 307.100.000 (OTR, Jakarta).

BestCar IndonesiaPT Hyundai Motors Indonesia (HMI) akhirnya merilis wujud dan daftar harga resmi produk andalannya di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) di Indonesia, Hyundai STARGAZER. Berdasarkan keterangan resmi Hyundai Motors Indonesia (HMI) yang dirilis Jumat (15/07/2022), Hyundai Stargazer ditawarkan dalam empat tipe, yaitu Active, Trend, Style, dan tipe tertinggi Prime. Masing-masing mendapat pilihan transmisi, yakni manual dan Intelligent Variable Transmission (IVT), kecuali tipe Prime yang hanya tersedia dengan pilihan transmisi IVT.

Pada saat yang bersamaan, Hyundai juga membuka periode Book Now dan pelanggan dapat melakukan pemesanan Stargazer melalui dealer terdekat atau situs resmi HMID di https://www.hyundai.com/id/id. Hyundai Indonesia mematok banderol Stargazer dalam rentang harga Rp 243.300.000 hingga Rp 307.100.000 (OTR, Jakarta). Secara lengkap, inilah harga Hyundai Stargazer untuk masing-masing tipe, yaitu:

Terdapat biaya tambahan senilai Rp 1 juta untuk pilihan Captain Seat yang tersedia pada varian Trend, Style, dan Prime. Selain itu, Hyundai Stargazer juga tersedia dengan pilihan Two-Tone Color dengan tambahan biaya senilai Rp 1,5 juta yang tersedia hanya untuk varian Prime.

Menilik harga resmi Stargazer yang dirilis HMI, seperti yang diperkirakan, banderol LMPV 7-seater Hyundai itu tak beda jauh dengan kebanyakan mobil sejenis yang menjadi pesaingnya di pasar LMPV Indonesia, seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Daihatsu Xenia, Nissan Livina, Wuling Confero S dan Cortez, Suzuki Ertiga, dan Honda Mobilio.

Sebagian besar pemain di segmen LMPV nasional memang mengandalkan mesin bensin berkapasitas 1,5-liter (sekitar 1.500cc), namun beberapa di antaranya ada pula yang mengusung mesin berkapasitas 1,3-liter (sekitar 1.300cc) seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Sementara  semua tipe Hyundai Stargazer sendiri hanya dibekali satu pilihan tipe mesin, yaitu  mesin bensin 4-silinder 1.5 L MPI, 16-katup, dengan kapasitas 1.497cc (1,5-liter), sama seperti yang digunakan Hyundai Creta. Mesin ini mampu menoreh tenaga maksimal 113hp / 6.300rpm dan torsi puncak 144Nm / 4.500rpm yang disalurkan ke roda depan (front-wheel drive/FWD) melalui dua pilihan transmisi; Manual 5-speed dan Intelligent Variable Transmission (IVT).

Itu artinya, secara spesifikasi mesin, banderol Hyundai Stargazer mestinya akan bersaing langsung dengan pemain lama di segmen LMPV yang sama-sama mengusung mesin 1,5-liter. Ambil contoh perbandingan harga Hyundai STARGAZER dengan Toyota Avanza 1.5, Daihatsu All New Xenia 1.5, Toyota Veloz, Mitsubishi Xpander, Wuling Confero S, Suzuki All New Ertiga, Nissan Livina, dan bahkan Honda Mobilio.

Tipe termurah Hyundai Stargazer, yaitu Stargazer Active MT, harganya dipatok Rp 243,3 juta. Harga entry level Hyundai Stargazer ini masih lebih murah dibandingkan varian terendah Toyota Avanza 1,5L, yaitu Avanza 1.5 G MT yang harganya Rp 255,1 juta. Juga masih lebih murah dari varian entry level Mitsubishi Xpander, GLS MT yang dijual di harga Rp 253,4 juta. Bahkan dibandingkan Daihatsu Xenia bermesin 1,5-liter varian termurah (1.5 MT ADS) sekalipun, yang harganya Rp 257,3 juta. Apalagi jika dibandingkan dengan varian entry level Toyota Veloz MT yang dibanderol Rp286 juta.

Harga varian termurah Hyundai Stargazer juga lebih murah dari tipe entry level Nissan Livina yang dibanderol mulai dari Rp 253,9 juta. Sementara Suzuki All New Ertiga varian non-elektrifikasi termurah dipatok mulai dari Rp 255,1 juta alias lebih mahal dibandingkan varian termurah Hyundai Stargazer yang harganya hanya Rp 243,3 juta. Namun jika dibandingkan Honda Mobilio yang hingga saat ini masih dijual hanya dalam satu pilihan trim S M/T dengan banderol Rp 229,9 juta, versi termurah Stargazer masih lebih mahal. Untuk urusan harga, Wuling New Confero S 1.5 C masih memegang rekor termurah di segmen LMPV nasional, karena dijual dengan banderol khusus yang disubsidi, Rp 185,7 juta.

Tapi bertolak belakang dengan banderol tipe termurahnya, Hyundai Stargazer tipe tertinggi (Prime) justru ditawarkan dengan harga yang tergolong paling mahal ketimbang rata-rata banderol varian tertinggi para pesaingnya di segmen LMPV. Harga Rp 307,1 juta yang ditawarkan Hyundai Indonesia untuk Stargazer Prime hanya bisa disaingi oleh banderol Mitsubishi Xpander varian Ultimate di angka yang sama persis dan masih di bawah harga flagship Toyota Veloz, yakni Toyota Veloz Q CVT TSS yang dibanderol Rp 331,1 juta.

Harga Hyundai Stargazer Prima lebih mahal dari Toyota Avanza paling mahal yang telah dibekali fitur Toyota Safety Sense (TSS), yaitu 1.5 G CVT TSS yang dipatok di angka Rp 295,8 juta. Begitu pula dengan Daihatsu All New Xenia tipe tertinggi, yakni 1.5 R CVT ASA SC yang dibanderol harga Rp 274,1 juta.

Sementara Nissan Livina varian teratas yang harganya Rp 297,5 juta juga masih dibawah banderol Stargazer Prime. Selanjutnya Suzuki All New Ertiga tipe tertinggi untuk varian non-elektrifikasi yang harganya Rp 259,5 juta jelas jauh lebih murah disbanding Stargazer Prime. Bahkan tipe tertinggi Suzuki All New Ertiga Hybrid yang dibanderol Rp 292,3 juta pun masih lebih murah ketimbang harga Stargazer tipe tertinggi itu. Apalagi jika dibandingkan dengan LMPV paling murah Wuling New Confero S yang varian teratasnya, New Confero S 1.5 ACT, hanya dibanderol Rp 210,3 juta.

 

Didesain Khusus untuk Indonesia

President Director PT Hyundai Motors Indonesia (HMI), Woojune Cha mengatakan Hyundai Stargazer dirancang dengan nuansa kabin lapang dan pemanfaatan ruang yang maksimal namun tetap mengutamakan kenyamanan. Hyundai Stargazer diklaim merupakan produk yang didesain khusus sebagai tolak ukur baru di kelasnya. “Produk terbaru yang segera dipasarkan di Tanah Air ini merupakan respon Hyundai dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup modern konsumen Indonesia. Hadir dengan teknologi yang inovatif serta fitur keselamatan terkini, Stargazer dapat menjadi kendaraan pilihan keluarga yang nyaman dan praktis untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari hingga perjalanan jauh,” ungkap Woojune Cha dalam keterangan resminya, Jumat (15/07/2022).

Hyundai Indonesia juga menegaskan bahwa Stargazer dirancang khusus untuk keluarga Indonesia dengan tampilan yang futuristik namun sekaligus menjawab karakteristik jalanan di Indonesia, sehingga menjadikan LMPV terbaru Hyundai ini sebagai pusat perhatian dalam setiap perjalanan.

Hyundai Stargazer disebut cocok dengan Indonesia yang merupakan negara dengan iklim tropis dan memiliki kontur jalan yang beragam. Lalu lintas yang padat merupakan salah satu realitas yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang tinggal di kota-kota besar. Di sisi lain, perjalanan jauh adalah bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Maka dari itu, masyarakat Indonesia membutuhkan mobil keluarga yang dapat memberikan kenyamanan dalam segala kondisi untuk menunjang mobilitas kesehariannya.

Mulai dari konsep desain kendaraan yang mencerminkan lingkungan Indonesia, kepraktisan dan kenyamanan maksimal bagi seluruh anggota keluarga, dipadukan dengan berbagai fitur teknologi dan keselamatan, membuat Hyundai Stargazer menjadi tolak ukur baru untuk sebuah MPV sebagai bintang baru keluarga.

 

Desain Eksterior yang Dinamis dan Ekspresif

Hyundai Stargazer mengusung tipologi Sleek One Box dengan One Curve Design yang membuat ketinggian kabin semakin dioptimalkan dengan sempurna. Lengkungan pada langit-langit kendaraan memberikan kesan tampilan interior yang lebih tinggi, lebih lapang, dan lebih luas, sehingga ideal untuk perjalanan keluarga Indonesia dan memberikan nilai kenyamanan serta makna kenyamanan yang sesungguhnya.

Didesain sebagai ‘pencuri perhatian’, tampilan Stargazer dihiasi dengan Horizontal DRL pada bagian depan yang membuatnya semakin memikat. Penerapan dari Horizontal DRL ini menjadi bahasa desain Hyundai Stargazer dan mencerminkan Indonesia sebagai negara yang terletak di garis Khatulistiwa.

Pada bagian belakang, MPV ini juga terpasang Distinctive H Rear Lamp yang menekankan bahwa Stargazer merupakan produk dari Hyundai, meski tampak dari kejauhan. Selain itu, lampu H yang simetris melambangkan keseimbangan, kesatuan, dan keharmonisan yang menghubungkan Indonesia dari bagian Timur hingga ke Barat. Desain tersebut menunjukkan inovasi Hyundai dalam menggabungkan teknologi dan nilai-nilai emosional.

 

Interior Praktis dengan Kabin Lega

Kepraktisan interior pada Stargazer tercipta berkat Multifunctional Storage Space yang menjadi konsep utama dalam merancang desain interior mobil ini. Konsep desain ini memungkinkan semua penumpang merasa dimanjakan berkat banyaknya ruang penyimpanan serbaguna yang memanfaatkan area tersembunyi. Beberapa di antaranya seperti small tray, cup holder, extra pockets, picnic table, dan lainnya. Hal ini membuat ruang kabin semakin lapang dan praktis, tanpa mengurangi kenyamanan penumpang.

Pada sisi depan, dashboard yang memanjang dan ramping menjadikan ruang depan yang lebih luas, dinamis, dan memberikan kesan perlindungan ekstra bagi penumpang.

Demi memberikan kenyamanan maksimal, Stargazer juga menyediakan Captain Seat untuk penumpang di baris kedua, menambah kesan ruang yang lapang dan rasa open-space lebih besar. Apalagi Captain Seat juga dilengkapi dengan armrest, yang membuat tangan penumpang lebih rileks dan konfigurasi kursi yang dapat disesuaikan (maju, mundur, tegak), dengan sandaran kursi yang bisa direbahkan. Sementara para penumpang yang duduk di baris ketiga memiliki akses yang lebih mudah berkat adanya lorong pada bagian tengah di antara kursi baris kedua.

Keandalan Transmisi IVT
Tak seperti para kompetitornya yang umumnya menggunakan sistem transmisi CVT,  Hyundai Stargazer mengusung transmisi Intelligent Variable Transmission (IVT). Meski transmisi IVT di Hyundai Stargaze pada dasarnya juga merupakan transmisi otomatis jenis CVT, namun ada perbedaan di antara keduanya. Transmisi CVT menggunakan komponen sepasang puli (drive dan driven pulley) serta sebuah sabuk pelat baja sebagai penggeraknya. Sedangkan IVT pada Hyundai Stargazer menggunakan sabuk rantai baja (chain belt) yang terdiri dari beberapa rantai yang dirapatkan, membentuk kesatuan sabuk.

Hyundai mengklaim transmisi IVT lebih awet dan minim perawatan ketimbang transmisi CVT seperti yang digunakan Mitsubishi Xpander dan Toyota Avanza/Veloz yang menggunakan sistem Dual-mode CVT (D-CVT). Nah, penggunaan sabuk rantai baja inilah yang disebut-sebut menjadi rahasia transmisi IVT Hyundai Stargazer lebih awet dan minim perawatan dibandingkan dengan sabuk pelat baja yang biasa dipakai transmisi CVT pada umumnya.

Sistem transmisi IVT adalah transmisi otomatis yang bergerak menggunakan 2 puli (driven pulley) dan sabuk rantai baja sebagai pengganti gigi/gear. Sama seperti CVT, kedua sisi masing-masing puli bisa bergerak ke kanan atau ke kiri sehingga lebar kedua puli bisa berubah (melebar atau menyempit). Perubahan tersebut otomatis mengubah diameter sabuk di kedua puli yang membuat transmisi IVT (juga CVT) memiliki rasio gigi jauh lebih luas ketimbang transmisi otomatis konvensional.

Transmisi IVT juga memberikan pergerakan kendaraan lebih mulus serta responsif dibandingkan transmisi jenis otomatis konvensional saat di perjalanan, karena transmisi ini mampu memberikan pergesekan kecil. Pada sistem transmisi otomatis konvensional biasanya akan memutuskan sambungan mesin kendaraan secara sesaat saat terjadi perpindahan gigi, sehingga akan terjadi gangguan gerak maju yang cukup terasa oleh penumpang. Namun pada sistem IVT, saat perpindahan gigi terjadi, gejala tersebut sangat minim, hampir tak terasa.

Bagaimana transmission IVT dapat melakukan perpindahan gigi secara terus-menerus sebagai upaya efisiensi bahan bakar? Transmisi jenis ini bekerja dengan modulasi tekanan sistem katrol pada transmisi, sehingga dapat menyesuaikan tekanan dari pengemudi dan kondisi pengemudi. Sistem katrol yang digunakan tersebut memiliki rasio lebar, sehingga dapat berkorelasi dengan rasio operasi yang lebih luas dibandingkan sistem kerja transmisi serupa lainnya. Pergerakan inilah yang menghasilkan efisiensi bahan bakar.

Jadi, transmisi IVT ini mensimulasi perpindahan gigi seperti transmisi otomatis serta menggunakan komponen sabuk rantai baja daripada sabuk pelat baja yang umum digunakan pada transmisi CVT. Keunggulan ini juga membantu mobil lebih irit bahan bakar.

Selain itu, pada pergerakannya transmisi IVT juga mampu mengubah rasio lebih cepat dari transmisi otomatis konvensional, alias tidak terbatas. Ini memungkinkan tenaga disalurkan ke roda lebih cepat dan menghasilkan proses berkendara yang mulus serta responsif di jalan. Itu sebabnya transmisi IVT juga sering disebut sebagai transmisi Infinite Variable Transmission. Kemampuan rasio inilah yang membuat Hyundai Stargazer dapat memberikan efisiensi dan irit bahan bakar.

Lebih dari itu, transmisi IVT yang ada pada Hyundai Stargazer (juga pada Hyundai Creta) sudah menggunakan teknologi Shift Control Strategy (Shift Control Virtual) yang baru untuk mengatur akselerasi kendaraan. Teknologi ini dapat menghasilkan pergerakan responsif dan aman selama mengendarai kendaraan, membuat perpindahan gigi dari awal terasa seperti perpindahan gigi manual untuk memaksimalkan power delivery.

Jadi, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa cara kerja Intelligent Variable Transmission (IVT) dipastikan dapat memaksimalkan daya kerja mobil menjadi lebih nyaman saat di perjalanan, namun tetap memberikan efisiensi penggunaan bahan bakar.

 

Hyundai Bluelink dan Fitur Keselamatan

Hyundai Motors Indonesia juga menghadirkan teknologi inovatifnya dengan menyematkan Hyundai Bluelink, sebuah inovasi Connected Car Service dari Hyundai yang memungkinkan pelanggan untuk selalu terhubung dengan mobil mereka melalui smartphone.

Hyundai Bluelink memberikan akses penuh kepada pemilik Stargazer untuk memanfaatkan fitur-fitur penting, seperti mengetahui kondisi terkini kendaraan, menghidupkan atau mematikan mesin, mengatur suhu kabin, mengunci atau membuka kunci pintu, menyalakan klakson, menyalakan atau mematikan lampu, serta untuk mengetahui di mana kendaraan diparkir.

Teknologi ini juga akan menyediakan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara, karena melalui Hyundai Bluelink pelanggan dapat memperoleh akses ke berbagai fitur canggih, seperti Stolen Vehicle Notification & Stolen Vehicle Tracking, Stolen Vehicle Immobilization, Auto Collision Notification (ACN), SOS/Emergency Assistance, Roadside Assistance (RSA), serta beberapa fitur keamanan lainnya.

Hyundai Stargazer sendiri diprediksi bakal melakukan debutnya di ajang GIIAS 2022 mendatang. Meski terdaftar di Korsel, nyatanya Hyundai Stargazer akan diproduksi di pabrik Hyundai terbaru yang ada di Kota Delta Mas, Bekasi.

 

Teks: Tito B. Setiawan

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *