Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Raih Pangsa Pasar 46,7% di 2021, Mitsubishi Fuso Targetkan 48% Tahun 2022

Mencatatkan pencapaian luar biasa dengan pangsa pasar commercial vehicle (kendaraan niaga) sebesar 46,7% pada tahun 2021, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) meningkatkan target pangsa pasarnya menjadi 48,0% di tahun 2022 ini. Target pangsa pasar yang hanya tumbuh 1,3% itu diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor positif dan negatif yang diperkirakan bakal mempengaruhi penjualan selama tahun 2022 ini. Apa saja?

BestCar Indonesia PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia, mencatatkan pencapaian luar biasa dengan pangsa pasar commercial vehicle (kendaraan komersial/niaga) sebesar 46,7% pada tahun 2021. Karenanya, tak berlebihan jika untuk tahun 2022 ini KTB meningkatkan target pangsa pasarnya menjadi 48,0%.

Meski tahun 2021 lalu mengalami penurunan sebesar 1,1% dari tahun sebelumnya, segmen Light Duty Truck (LDT) Mitsubishi Fuso tetap menguasai pangsa pasar dengan capaian 57%. Sementara Fighter, produk Medium Duty Truck (MDT) Mitsubishi Fuso, justru menunjukkan peningkatan pangsa pasar yang cukup besar pada tahun 2021, dengan raihan di segmen MDT sebesar 22,5% atau bertumbuh 0,1% dari tahun sebelumnya (2020). Walau baru diperkenalkan pada 2018 lalu, capaian positif pada tahun lalu itu membuktikan Fighter telah berhasil diserap oleh publik. KTB sendiri terus menyesuaikan produk dan solusi termasuk purna jual Fighter dengan permintaan pelanggan.

Dengan capaian tersebut, KTB mematok target pangsa pasar segmen MDT sebesar 27% di tahun 2022 ini, atau tumbuh 4,5% dari capaian tahun 2021 sebesar 22,5%. Sementara untuk pangsa pasar segmen LDT dipatok jauh lebih rendah dengan 58% atau tumbuh hanya 1% dari capaian tahun 2021 sebesar 57%.

“KTB berhasil mempertahankan penjualannya hingga akhir tahun lalu dengan berbagai strategi di masa New Normal sejak pandemi Covid-19 terjadi awal tahun 2020 silam. Strategi tersebut di antaranya dengan memperkenalkan solusi digital secara positif, seperti transaksi online di Tokopedia & Monotaro serta Sistem Runner Telematics yang jauh lebih baik, sehingga KTB berhasil mempertahankan posisi pemimpin pasar di segmen kendaraan komersial selama 51 tahun berturut-turut,” papar Duljatmono, Executive Vice President of Sales and Marketing Divisions PT. KTB dalam acara Virtual Media Gathering 2022, Rabu (26/01/2022).

Secara keseluruhan, target pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 48% yang berarti hanya tumbuh 1,3% itu, menurut Duljatmono, diambil berdasarkan berbagai pertimbangan faktor positif dan negatif yang diperkirakan bakal mempengaruhi penjualan selama tahun 2022 ini. Beberapa faktor positif yang mendukung penjualan di antaranya prediksi pertumbuhan GDP Indonesia yang lebih tinggi (5,9%) pada tahun ini, lalu pertumbuhan infrastruktur, tingginya harga CPO (minyak sawit) dan Nikel, serta tingginya pertumbuhan segmen logistik.

“Namun, kami juga mempertimbangkan berbagai faktor negatif yang mungkin mempengaruhi penjualan, seperti kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19 yang saat ini membuat beberapa negara kembali melakukan lockdown akibat adanya varian baru Omicron. Faktor lainnya adalah harga batubara yang tidak stabil dan ketidakpastian regulasi larangan ekspor batubara, regulasi baru Euro 4 yang membuat pelanggan masih ‘wait & see’ untuk penanganannya yang belum familiar serta kemungkinan naiknya harga bahan bakar standar Euro 4 dan ketersediannya. Belum lagi faktor meningkatnya harga bahan mentah global, serta kekurangan pasokan komponen,” tambah Duljatmono lewat presentasinya pada acara virtual yang dihadiri oleh lebih dari 100 media nasional serta Nobukazu Tanaka yang akan menjabat sebagai Presiden Direktur KTB yang baru per 1 Februari 2022, menggantikan Naoya “Rocky” Takai.

Masih menurut Duljatmono, permintaan pasar kendaraan komersial/niaga Mitsubishi Fuso tahun ini diperkirakan berkisar antara 74.000 – 88.000 unit. Angka prediksi terendah ini nyaris tak berbeda dari angka permintaan tahun 2021 lalu yang mencapai 73.588 unit atau hanya bakal tumbuh dengan kisaran 0-28 persen.

Di segmen Light Duty Truck (LDT), permintaan pasar tahun 2022 ini diprediksi antara 55.000 – 64.000 unit. Angka ini tak berbeda dengan permintaan pasar LDT Mitsubishi Fuso tahun 2021 lalu yang mencapai 55.017 unit atau diprediksi tumbuh dengan kisaran 0-17%. Sedangkan di segmen Medium Duty Truck (MDT), permintaan pasar tahun ini diprediksi antara 13.500 – 17.000 unit. Angka ini juga nyaris sama dengan permintaan pasar MDT Mitsubishi Fuso tahun lalu yang mencapai 13.436 unit, atau diprediksi tumbuh dengan kisaran 0-26%.

Dengan target pangsa pasar 48,0% untuk keseluruhan commercial vehicle Mitsubishi Fuso di tahun 2022 yang tergolong masih sangat tinggi, KTB yakin dengan kesiapan dan kualitas produk EURO 4 yang mereka miliki. Saat ini, kata Duljatmono, terdapat 29 varian baru yang disiapkan dengan peningkatan fungsional. Termasuk dalam Layanan Purna Jual, KTB berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik kepada pelanggan.

“Karena EURO4 baru bagi pelanggan, KTB siap mendukung pelanggan dengan solusi total: ketersediaan suku cadang dengan harga terjangkau, lebih banyak lokasi 2S Fleet Workshop, dan menambah operasi Mobile Workshop Service. Kami akan bekerja sama dengan pelanggan secara intensif untuk kesuksesan bisnis mereka yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain langkah-langkah tersbut, KTB juga mengumumkan agenda terbaru mereka terkait Electric Vehicle. KTB akan mengadakan “pembuktian konsep (Proof of Concept)” di Indonesia untuk mempelajari kebutuhan pelanggan secara akurat. Momen perkenalan yang sesungguhnya akan ditentukan berdasarkan kebutuhan pasar dan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah.

Produk LDT eCanter merupakan truk listrik pertama Fuso yang saat ini sedang dipersiapkan untuk memasuki pasar dalam negeri. Versi konsep eCanter sendiri bakal diperkenalkan di ajang EV Motor Show pada kuartal kedua tahun ini, dan dijadualkan untuk diujicoba jalan (test drive) oleh media nasional pada kuartal ketiga mendatang. Selanjutnya eCanter akan melalui serangkaian kegiatan promosi TRUCK CAMPAIGN pada kuartal kempat 2022, termasuk tampil di ajang pameran GIIAS 2022. Dan, jika tak ada aral melintang, truk listrik eCanter bakal mulai diujicoba oleh pelanggan pada awal tahun depan (2023).

 

Teks: Yusran Hakim

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *