Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Penjualan Suzuki Motor di 2018 Naik 24%, Terbesar dari NEX II dan Satria F150

Dari sisi penjualan domestik, tahun 2019 ini Suzuki menargetkan pertumbuhan sebesar 35%. Sementara negara tujuan ekspor sepeda motor tahun ini akan ditambah ke Bangladesh dan Korea, dengan target total CBU dan CKD 200.000 unit.

BestBike Indonesia – Kinerja PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merek (APM) sepeda motor Suzuki menguat sepanjang tahun 2018. Melansir data resmi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Suzuki berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar 24% dibandingkan tahun 2017, sehingga menempatkan Suzuki pada daftar tiga besar APM produk sepeda motor di Indonesia.

Sepanjang tahun 2018, raihan wholesales tercatat sebesar 89.508 unit, naik dari tahun 2017 yang mencapai 72.191 unit. Kenaikan tersebut tidak terlepas dari hadirnya sepeda motor tipe baru seperti NEX II dan GSX 150 Bandit serta model-model yang telah ada seperti All New Satria F150  dan GSX-R150 yang mampu menjadi penyumbang terbesar penjualan sepeda motor Suzuki di tahun 2018.

“Berkat antusiasme dan kepercayaan konsumen serta pecinta sepeda motor Suzuki, tahun 2018 menjadi momentum bagi kami untuk meluncurkan NEX II dan GSX 150  Bandit. Di tahun 2019, kami akan menjawab harapan dan masukan konsumen dengan menghadirkan delapan produk, program penjualan yang kompetitif, layanan purnajual, serta kegiatan menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, 2W Sales & Marketing Department Head PT SIS, , dalam acara Suzuki Media Gathering 2019 di Jakarta, Senin lalu (04/03/2019).

Kehadiran NEX II sejak gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 memang melejitkan standar baru sepeda motor skutik di Indonesia. Mengusung tagline “Keren Cara Baru”, penjualan NEX II berkontribusi 35% terhadap total penjualan sepeda motor Suzuki dengan jumlah 31.015 unit. Eksistensi All New Satria F150 pun tetap terjaga. Penjualan model yang diperkenalkan sejak 2016 itu tercatat berkontribusi sebesar 31% atau sebanyak 27.298 unit. Di sisi lain, motor sporty GSX-R150, GSX-S150, dan GSX 150 Bandit mampu meraih penjualan sebesar 19.465 unit sepanjang tahun 2018.

Secara segmentasi, penjualan skutik mengalami lonjakan signifikan dari 14.334 unit menjadi 38.541 unit atau naik sebesar 168% dibanding 2017. Menyusul di posisi kedua, underbone menjadi segmen yang mengalami kenaikan sebesar 61,7% menjadi 29.399 unit. Kinerja segmen skutik dan underbone tersebut memberikan kontribusi terhadap total penjualan sepeda motor Suzuki masing-masing sebesar 43% dan 33%.

Tidak hanya berhasil mencatat pertumbuhan yang positif dari segi penjualan, Suzuki juga terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik guna meningkatkan kepuasan pelanggan. Sepanjang 2018, total jaringan penjualan resmi Suzuki telah mencapai 486 outlet yang tersebar hingga 247 kota di seluruh Indonesia. Melalui jaringan resmi tersebut, konsumen semakin mudah mendapatkan produk Suzuki serta melakukan perawatan berkala untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima.

Torehan positif juga diraih Suzuki di pasar ekspor sepanjang tahun 2018. Dengan total tujuan ke 41 negara, sebanyak 183.434 unit kendaraan telah dikapalkan dalam bentuk utuh dan terurai (CBU dan CKD). Hasilnya, pertumbuhan total ekspor ini meningkat 62% dibandingkan tahun 2017. Hingga akhir 2018, Suzuki telah mengekspor 52.634 unit sepeda motor dalam bentuk CBU, naik signifikan dibandingkan tahun 2017 yang hanya 25.586 unit. Sementara dalam bentuk CKD, Suzuki telah mengapalkan 130.800 unit, naik pesat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 87.600 unit.

Kontribusi terbesar disumbang oleh GSX Series, dengan jumlah 20.548 unit. Hasil ini melonjak tajam 55,2% dibanding tahun 2017. Untuk model lain, Suzuki Address turut menyumbang 16.386 unit, dan NEX II yang baru diperkenalkan pada April 2018 lalu pun telah berkontribusi positif dalam ekspor dengan jumlah 10.413 unit sepanjang 2018.

 

Layanan Purnajual dan Suku Cadang

Dari sisi kinerja layanan purnajual, Suzuki juga mencatatkan pertumbuhan positif. Hal ini dapat dilihat dari jumlah unit intake servis sepeda motor yang meningkat sepanjang 2018 sebanyak 671.192 unit. Hasil ini dicapai melalui beberapa kegiatan seperti peningkatan kualitas layanan dan kenyamanan konsumen di bengkel resmi Suzuki melalui pengawasan 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Shiketsu dan Shetsuke) dan Standard Operating Procedure, serta peningkatan mutu mekanik melalui kontes mekanik level nasional dan internasional.

Penjualan domestik suku cadang roda dua selama 2018 baik penjualan Suzuki Genuine Part (SGP), Suzuki Genuine Oil (SGO) dan Suzuki Genuine Accessories (SGA) mencapai jumlah pendapatan sebesar Rp570 miliar, dengan penjualan SGP sebesar Rp381 miliar, Rp20 miliar untuk SGA dan Rp168 miliar untuk SGO. Dari sisi ekspor, kenaikan ekspor sepeda motor memberikan dampak langsung terhadap ekspor suku cadang yang juga meraih hasil positif. Secara keseluruhan, pendapatan ekspor suku cadang (Suzuki Genuine Parts, Suzuki Genuine Oil, dan Suzuki Genuine Accessories) berhasil tumbuh hingga 12,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk mengoptimalkan layanan dan keterjangkauan konsumen, selama 2018 Suzuki telah melakukan acara service campaign di berbagai daerah dan melakukan kunjungan servis ke pabrik-pabrik atau perkantoran yang memiliki banyak unit sepeda motor Suzuki. Sementara peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk layanan purnajual, dilakukan dengan memberikan berbagai insentif bagi teknisi di diler-diler, pelatihan servis untuk manager, dan melakukan sosialisasi layanan Halo Suzuki di setiap diler.

Suzuki juga belum lama ini meluncurkan aplikasi mobile My Suzuki di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018. Aplikasi ini memudahkan pelanggan membeli berbagai suku cadang, oli, dan aksesori resmi sepeda motor tanpa harus pergi ke bengkel. Jika membutuhkan informasi detail mengenai produk, terdapat fitur Chatting yang bisa pelanggan gunakan untuk berkomunikasi dengan Suzuki. Dari sisi pembayaran, My Suzuki menyediakan beragam pilihan mulai dari ATM transfer, virtual account, kartu kredit, hingga layanan Go-Pay.

 

Target 2019: Pasar Milenial

Keberhasilan selama 2018 semakin menguatkan optimisme untuk melaju di tahun 2019. Fokus utama Suzuki adalah memperkuat posisi dan citra brand sepeda motor sebagai alat transportasi dan juga gaya hidup. Oleh karena itu, tahun ini Suzuki akan menghadirkan delapan produk pada jajaran motor Suzuki yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Hal ini akan diperkuat dengan perluasan jaringan penjualan dan penetrasi pasar agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen untuk memiliki sepeda motor berkualitas dan terjangkau.

Dari sisi penjualan, di Tahun 2019 Suzuki menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 35%. Berbagai strategi telah disiapkan, seperti memperluas jaringan layanan purnajual hingga mencapai 500 diler, hingga penyegaran produk yang disesuaikan dengan tren dan gaya hidup 2019. Melihat angka penjualan yang makin meningkat, Suzuki memperluas pangsa pasar ke generasi milenial dan keluarga muda. Agar dapat menggaet kaum milenial secara efisien, Suzuki akan lebih fokus memanfaatkan penggunaan platform digital sebagai saluran komunikasi. Oleh karena itu, komunitas masih dilibatkan untuk membangun dan menyebarkan ketertarikan publik terhadap produk Suzuki melalui berbagai acara dan mempertahankan loyalitas mereka pada Suzuki.

Terkait dengan negara tujuan ekspor sepeda motor, jika tahun lalu hanya menyasar 41 negara tujuan, maka tahun 2019 ini rencananya eskpor akan ditambah ke Bangladesh dan Korea dengan target total CBU dan CKD 200.000 unit.

 

Teks: Tito B. Setiawan

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *