Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Mitsubishi Serahkan 10 Unit Mobil Listrik kepada Pemerintah Indonesia

Terdiri dari 8 unit Mitsubishi Outlander PHEV yang merupakan model SUV plug-in hybrid, 2 unit kendaraan listrik i-MiEV, dan 4 unit quick charger, kendaraan listrik yang disediakan oleh Mitsubishi Motors ini merupakan bagian dari studi bersama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, terkait pengembangan infrastruktur kendaraan listrik Indonesia.

BestCar Indonesia –  Sebagai kelanjutan dari kerjasama antara Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dengan Pemerintah Indonesia dalam hal kesepakatan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, pabrikan otomotif asal Jepang itu menyerahkan 10 unit kendaraan listrik (electric vehicle) kepada Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Perindustrian, dalam acara “Mitsubishi Electric Vehicle Handover Ceremony” di Jakarta, Senin (26/02-2018).

Ke-10 unit electric vehicle tersebut terdiri dari 8 unit Mitsubishi Outlander PHEV yang merupakan model SUV plug-in hybrid, 2 unit kendaraan listrik i-MiEV, dan 4 unit quick charger. Kendaraan-kendaraan dengan kualitas terbaik ini disediakan oleh Mitsubishi Motors sebagai bagian dari studi bersama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, terkait pengembangan infrastruktur kendaraan listrik Indonesia.

Selain CEO Mitsubishi Motor Corporation (MMC), Osamu Masuko, Presiden Director Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Kyoya Kondo, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, acara “Mitsubishi Electric Vehicle Handover Ceremony”  yang digelar di  Kementerian Perindustrian RI itu juga dihadiri Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala BPPT Unggul Prijanto. Usai acara serah terima kendaraan listrik, Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto dan semua petinggi negara yang hadir, termasuk para jurnalis, diberi kesempatan menjajal langsung (test drive singkat) mobil listrik plug-in hybrid Mitsubishi Outlander PHEV dan mobil listrik Mitsubishi i-MiEV di seputaran halaman Kementerian Perindustrian.

Kendaraan-kendaraan ini akan disertakan dalam serangkaian studi pemodelan tentang bagaimana infrastruktur transportasi yang ada di Indonesia saat ini dapat mengakomodasi kendaraan listrik. Studi tersebut akan menilai penggunaan kendaraan listrik di berbagai lingkungan, termasuk kota, kawasan wisata, dan bahkan pulau terpencil. Selain itu, studi ini juga akan melacak potensi pengelolaan energi kendaraan listrik, serta menguji penggunaan Outlander PHEV sebagai sumber penyimpanan.

“Hari ini merupakan sebuah momen penting untuk Mitsubishi Motors, pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia yang mendapat manfaat dari peningkatan kepemilikan mobil, komunitas yang lebih terhubung, serta lingkungan yang lebih aman dan ramah,” ungkap Osamu Masuko, CEO Mitsubishi Motors di sela acara peresmian yang menandai penyerahan kendaraan listrik baru tersebut.

Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto didampingi CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko, menjajal langsung mobil plug-in hybrid electric vehicle Mitsubishi Outlander PHEV di halaman Kementerian Perindustrian RI, Jakarta.Sebelumnya, pada akhir tahun lalu (11 Desember 2017), Mitsubishi Motors Corporation (MMC) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Indonesia terkait pengembangan penggunaan dan ketersediaan kendaraan listrik di Indonesia. Kesepahaman tersebut akan mendukung ambisi Pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi emisi CO2.

Langkah terkait yang akan diambil Pemerintah Indonesia nantinya meliputi eksplorasi berbagai kebijakan baru dan program insentif untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik bagi pengemudi dan produsen. Pemerintah Indonesia dan Mitsubishi Motors Corporation juga akan melakukan studi bersama untuk menguji efisiensi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

“Nota kesepahaman ini merupakan bentuk kepercayaan Pemerintah Indonesia kepada teknologi listrik Mitsubishi Motors. Ini sekaligus menunjukan pentingnya Indonesia bagi Mitsubishi Motors dalam rencana pertumbuhan di masa depan. Kami senang dapat berperan dalam membantu mengurangi emisi di Indonesia dan mendukung transisi ke era ekonomi rendah karbon” ungkap Osamu Masuko saat itu.

Mobil listrik plug-in hybrid Mitsubishi Outlander Sport PHEV yang diserahkan oleh Mitsubishi Motors ke Kementerian Perindustrian.

2025, 20% Kendaraan Harus Ramah Lingkungan

Secara terpisah, Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto menyebutkan bahwa Indonesia sebagai penyumbang gas rumah kaca terbesar ke 5 telah menetapkan target komitmen untuk mengurangi emisi hingga 29% pada tahun 2030 melalui usaha sendiri, dan 41% dengan dukungan internasional. “Komitmen ini telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada COP 21 di Paris Climate Conference 2015 lalu. Ini adalah tantangan yang besar bagi Kementerian Perindustrian dan kementerian terkait, tentang bagaimana mendorong dan mengatur dinamika industri saat beradaptasi dengan komitmen untuk lingkungan yang lebih hijau. Saya yakin, elektrifikasi yang merupakan era baru di industri otomotif, adalah salah satu jawabannya,” paparnya.

Pemerintah Indonesia saat ini, kata Erlangga, sedang menyusun dan mempromosikan peta jalan arah kebijakan dan pengembangan industri alat transportasi, untuk mendorong pengembangan kendaraan rendah emisi atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). “Ini akan dilakukan melalui tahaan pengembangan Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2)…dan ini sejalan dengan Kebijakan Industri Nasional 2015-2035,” ujarnya.

Pada peta jalan tersebut, lanjut Menperind, Pemerintah menargetkan pada tahun 2025 sekitar 20% kendaraan yang diproduksi di Indonesia harus menjadi kendaraan yang lebih ramah lingkungan atau menghasilkan emisi karbon yang sangat rendah. “Tentu saja, itu termasuk kendaraan listrik baterai,” ungkap Erlangga.

Kerjasama dengan pihak MMC dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia ini, kata Erlangga, akan meningkatkan peran dan kemampuan industri otomotif di bidang penelitian dan pengembangan penyimpanan energi, serta industri kendaraan ramah lingkungan. “Termasuk juga kita akan belajar bagaimana mematuhi standar keselamatan jalan yang baru (dengan kendaraan listrik), selama studi bersama dan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia,” paparnya.

Menteri Perindustrian juga mengakui bahwa harga kendaraan listrik sekitar 30% lebih mahal dari kendaraan konvensional. Karena itu, lanjutnya, kerjasama dalam pengembangan kendaraan listrik ini juga memiliki prospek yang bagus secara komersial. “Kita telah melakukan diskusi mendalam secara intensif untuk mengajukan insentif bagi industri kendaraan listrik. Insentif yang diajukan ini adalah pada bagian pengembangan pusat penelitian dan pengembangan bagi komponen motor listrik, baterai, dan power control unit (PCU), selain optimalisasi penggunaan komponen lokal,” pungkasnya.

Di bagian lain, Osamu Masuko menegaskan bahwa Mitsubishi Motors melihat Indonesia sebagai salah satu pasar paling menjanjikan di Asia Tenggara, dengan populasi muda yang bersemangat untuk membuka peluang kepemilikan mobil. Kesempatan ini, lanjutnya, turut membawa tantangan, seperti menyeimbangkan dorongan menuju kepemilikan mobil yang lebih besar dengan perlunya menjaga lingkungan.

Seperti diketahui, Mitsubishi sendiri telah masuk ke pasar Indonesia sejak 46 tahun lalu (awal tahun 1970an), dan memiliki hubungan yang kuat dengan mitra lokal di seluruh penjuru negeri. Pada April tahun lalu (2017), Mitsubishi juga membuka pabrik perakitan baru untuk kendaraan penumpang di daerah Bekasi, Jawa Barat. Pabrik tersebut direncanakan menyediakan lebih dari 3.000 pekerjaan dengan kapasitas produksi maksimum saat ini hingga 160.000 kendaraan per tahun. Pembukaan pabrik perakitan di Bekasi menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi pusat produksi utama Mitsubishi Motors, sekaligus menjadi pusat kegiatan seluruh kawasan ASEAN.

“Saat ini Mitsubishi Motors memberikan sebuah kontribusi langsung terhadap transisi Indonesia ke era ekonomi ‘rendah karbon’ dengan menyumbangkan 10 kendaraan listrik dan 4 unit quick charger ke Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Ke-10 kendaraan baru ini akan dikerahkan oleh Kementerian dalam serangkaian studi bersama, yang secara langsung akan mendukung pengembangan infrastruktur kendaraan listrik Indonesia yang sedang berkembang. Studi ini merupakan langkah untuk menuju pencapaian visi ‘Smart Cities’ yang benar-benar akan melihat penyampaian teknologi untuk masyarakat,” paparnya.

Mitsubishi Motors Corporation (MMC) adalah perusahaan otomotif global yang berpusat di Tokyo, Jepang. Pabrikan otomotif ini dikenal memiliki keunggulan kompetitif pada SUV dan pick-up, kendaraan listrik dan plug-in hybrid vehicle (PHEV). Pada tahun 2009 Mitsubishi juga meluncurkan i-MiEV, kendaraan listrik produksi massal pertama, yang diikuti dengan peluncuran Outlander PHEV pada 2013 – kini menjadi pemimpin pasar kendaraan plug-in hybrid di Jepang dan Eropa. Mitsubishi mempekerjakan sekitar 30.000 karyawan dan memiliki jejak global dengan fasilitas produksi di Jepang, Thailand, Tiongkok, Indonesia, Filipina dan Rusia. Model kendaraan seperti Pajero Sport, Triton, dan Outlander memiliki peran penting dalam pertumbuhan perusahaan ini. Volume penjualan global pada tahun fiskal 2016 mencapai 926.000 unit, dan penjualan bersih Mitsubishi pada tahun fiskal 2016 mencapai 1,9 triliun yen.

Teks: Yusran Hakim

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *