Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Mitsubishi Pajero Bakal Diskontinyu Tanpa Pengganti

Secara produk, Mitsubishi Pajero/Montero/Shogun saat ini berada dalam ‘segmen’ yang sedang menghadapi ‘kematian perlahan’, akibat preferensi pelanggan yang bergeser ke crossover monokok dan regulasi emisi yang semakin ketat. Akibatnya, kemungkinan perubahan model yang sepenuhnya baru (all-new) atau pengganti Pajero yang beredar sekarang sangat tipis.

BestCar Indonesia – Kabar buruk bagi para pecinta Mitsubishi Pajero (dikenal juga sebagai Mitsubishi Montero atau Mitsubishi Shogun di beberapa pasar dunia). Pabrikan berlambang tiga-berlian asal Jepang itu kemungkinan besar bakal menghentikan produksi model SUV ‘flagship’ tersebut, terkait performanya di pasar yang terus memburuk. Mitsubishi sendiri saat ini memang tengah berfokus untuk menjadi perusahaan yang menguntungkan, dan karena itu model-model yang performanya buruk di pasar — seperti Pajero/ Montero/Shogun — akan dihentikan produksinya.

Faktanya, Mitsubishi Pajero terakhir kali mengalami penyegaran (facelift) pada bulan September 2006 silam dan tersedia dalam versi 3-pintu dan 5-pintu. Hingga saat ini, tak ada lagi model facelift SUV legendaris Mitsubishi itu, apalagi generasi berikutnya yang benar-benar baru (all-new).

Mitsubishi Pajero terakhir kali mengalami penyegaran (facelift) pada September 2006, dan tersedia dalam versi 3 pintu dan 5 pintu.

Secara produk, Mitsubishi Pajero/Montero/Shogun saat ini berada dalam ‘segmen’ yang tengah menghadapi kematian perlahan, akibat preferensi pelanggan yang bergeser ke crossover monokok dan regulasi emisi yang semakin ketat, membuat elektrifikasi tak terelakkan. Akibatnya, kemungkinan perubahan model yang sepenuhnya baru (all-new) atau pengganti Pajero yang beredar sekarang sangat tipis.

Seperti dikutip CarAdvice.com.au belum lama ini, COO Mitsubishi Trevor Mann mengakui bahwa kemungkinan meluncurkan all-new Mitsubishi Pajero hampir tidak ada. “Segmen itu terus menyusut terutama akibat peraturan emisi yang makin ketat saat ini. Jadi kami perlu memastikan bahwa ketika kami melakukan sesuatu, itu haruslah mendatangkan keuntungan,” ujarnya.

“Lalu, apakah (mobil) hybrid dapat membantu kami melakukan itu? Secara teori, ya. Tetapi apakah kita memiliki konsep bisnis lengkap yang akan memungkinkan kami untuk menghabiskan biaya riset dan pengembangan (R&D) untuk mengambil langkah berikutnya? Rasanya tidak. Kami memiliki bahan-bahannya, tetapi kami belum menyatukan semuanya dan memasukkannya ke dalam oven,” tambah Trevor Mann.

Mitsubishi Pajero adalah model terakhir dari real SUV Mitsubishi yang bersaing langsung dengan Toyota Land Cruiser Prado.

Mitsubishi sendiri sejauh ini belum mengungkapkan sampai kapan akan mempertahankan keberadaan Pajero, namun populasi ‘real SUV’ Mitsubishi ini di seluruh dunia terus menyusut, terutama di pasar negara maju. Pembaharuan menyeluruh Mitsubishi Pajero tentu saja akan menuntut sumber daya yang sangat tinggi. Sementara, untuk perusahaan yang sedang membangun kembali kejayaannya, fokus Mitsubishi saat ini adalah pada segmen yang sedang bertumbuh.

Mungkin, proyek bersama dengan Nissan atau Renault yang menjadi aliansi Mitsubishi, dapat mewujudkan lahirnya Pajero generasi berikut – dan, banyak spekulasi tentang hal ini di masa lalu. Tapi kenyataannya, bagaimanapun, tetap saja bahwa ‘raja off-road’ berlambang tiga-berlian ini akan menghilang dalam beberapa tahun ke depan, jika tidak untuk selamanya. Celakanya, sebagai pengganti Pajero sekarang ini hanya ada dalam bentuk wacana, bukan tindakan. Jadi, bersiaplah mengucapkan ‘selamat tinggal’ untuk jagoan rally Paris-Dakar ini.

 

Teks: Yusran Hakim

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *