Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Laba Bersih Mandiri Tunas Finance Naik Jadi Rp403,3 miliar di 2018

Tahun 2019 ini MTF justru mengaku tak agresif mengejar target, hanya 10% untuk lending (pembiayaan) dan 12% untuk profit. MTF hanya akan lebih gencar memperbaiki porsi pertumbuhan kredit multiguna menjadi Rp2,2 triliun, jauh di atas nilai tahun lalu (2018) yang hanya mencapai Rp900 miliar.

BestCar Indonesia – Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) yang genap berusia 10 tahun pada 6 Februari 2019 lalu, mencatat kenaikan laba bersih 15,2% atau sebesar Rp403,3 miliar sepanjang tahun 2018 lalu. Capaian tersebut diperoleh dari penyaluran pembiayaan baru senilai Rp 26,9 triliun atau naik 21,696 pembiayaan dibandingkan pembiayaan baru tahun 2017 yang hanya senilai Rp22,2 triliun.

Seperti diketahui, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) merupakan perusahaan pembiayaan yang didukung dua pemegang saham, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (51%) yang merupakan salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia, dan grup otomotif independen terbesar di Indonesia, PT Tunas Ridean Tbk (49%). MTF secara konsisten dan fokus melayani nasabah melalui pembiayaan di sektor otomotif dan multiguna.  Pembiayaan yang diberikan meliputi pembiayaan mobil baru, motor besar. kendaraan niaga, alat berat, dan multiguna pendidikan. Saat ini MTF melayani nasabah melalui 102 kantor cabang, dan 20 kantor satelit yang tersebar di 32 propinsi di seluruh Indonesia.

“Di usia ke 10 tahun, MTF terus melaksanakan komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia melalul penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholders, baik customer, pemegang saham, karyawan, regulator, mitra kerja serta semua pihak atas berbagai pencapaian baik dari aspek keuangan maupun non-keuangan,”  ungkap Direktur Utama MTF Arya Suprihadi di sela perayaan hari ulang tahun MTF di Djakarta Theatre, Jakarta, Senin (11/02/2019).

Sepanjang tahun 2018 (periode Januari – Desember 2018), MTF telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 26,9 triliun atau naik 21,7% dibandingkan pembiayaan baru tahun 2017 senilai Rp22,2 triliun. Dari total pembiayaan tersebut, sebesar 73,2% pembiayaan disalurkan untuk segmen retail, 23,8% pembiayaan untuk segmen corporate fleet, dan sisanya 3,7% pembiayaan segmen muitiguna dan lain-|ain.

Capaian tersebut berhasil mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp403,3 miliar atau naik 15,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Di sisi lain, aset MTF juga tumbuh 18,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yakni mencapai Rp17,5 triliun per 31 Desember 2018  dibandingkan periode sebelumnya yang hanya senilai Rp14,7 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan di tahun 2018 tersebut didorong peningkatan lending di Kalimantan sebesar 35,4% (Year-on-Year/YoY), pertumbuhan Iending di segmen Corporate Fleet sebesar 67,3% (YoY), serta pertumbuhan Iending segmen multiguna sebesar 214,8% (YoY) menjadi Rp 900 miliar. Sedangkan kerja sama Channeling dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) menghasilkan pembiayaan syariah sebesar Rp 1,4 triliun, dan pembiayaan dengan Fintech sebesar Rp 70 miliar.

Kendati gencar mendorong pertumbuhan bisnis, MTF tetap berhasil menjaga kualitas kredit, yang tercermin dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) alias ‘kredit macet’ yang mencapai 0,83%. Angka ini, meski kecil, mengalami perbaikan dari posisi NPL tahun lalu sebesar 1,09%.

Sementara dari sisi non-keuangan, menurut Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo, MTF telah melaksanakan berbagai pencapaian. Di antaranya adalah percepatan bisnis BSM OTO, penjualan produk melalui Fintech dan direct online, sentralisasi proses input (SPRINT), minimalisasi cost of fund melalui pendanaaan offshore dan asset purchase, peningkatan kapabilitas IT dan telemarketing, berbagai program training, sharing pengetahuan dan business case competition.

MTF juga gencar melakukan sosialisasi produk melalui partisipasi dalam event pameran otomotif seperti IIMS 2018, serta pameran yang rutin diadakan MTF di berbagai kota di Tanah Air, yakni MTF Autofiesta. Untuk mendapatkan layanan pembiayaan bagi customer, MTF menyediakan berbagai channel, antara iain 102 cabang di seluruh Indonesia, Customer Care 1500059, email customer.care.mtf.co.id account social media (antara lain Instagram, Facebook, Twitter), serta website www.mtf.co.id. Selain itu tersedia puia aplikasi ‘MTF Go’ yang mempermudah konsumen mendapatkan berbagai informasi seputar layanan MTF.

 

Target 2019

Menyongsong tahun 2019, MTF yang mengusung tema ”New Paradigm of Digital Ecosystem” akan fokus pada business excellence, operational excellence, dan service excellence. Tahun ini MTF juga akan meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Fintech, Mandiri Group, SME, external online channel dan lain sebagainya.

Meski begitu, menurut Direktur Utama MTF Arya Suprihadi, MTF tidak muluk-muluk menargetkan kinerja keuangannya di 2019. “Perusahaan tidak akan seagresif seperti di 2018 dalam memasang target, baik untuk pembiayaan baru maupun laba bersih untuk tahun ini. Secara umum, MTF hanya menargetkan penyaluran pembiayaan baru dapat tumbuh 10% saja, menjadi sekitar Rp10 triliun,” ungkapnya kepada para jurnalis di sela di sela perayaan hari ulang tahun MTF di Djakarta Theatre, Jakarta, Senin (11/02/2019).

Arya Suprihadi mengatakan bahwa target pertumbuhan pembiayaan baru 2019 tersebut melambat bila dibandingkan dengan tahun 2018 yang masih mampu tumbuh 21,6 persen. Target kinerja keuangan 2019 ini, lanjutnya, sejalan dengan perkiraraan Gaikindo yang memprediksi penjualan mobil tahun ini cenderung stagnan.

Begitu pula untuk laba bersih tahun ini, yang ditargetkan hanya meningkat 12% menjadi sekitar Rp451,6 miliar. Lebih kecil dibandingkan peningkatan laba bersih tahun sebelumnya (2018) yang mencapai 15,2%. “Sekali lagi, target tahun ini kami tidak terlalu agresif, hanya sekitar 10% untuk lending (pembiayaan) dan sekitar 12% untuk target profit. Bagaimanapun, kami harus realistis melihat prediksi Gaikindo yang menyebutkan penjualan kendaraan di 2019 relatif sama dengan tahun lalu,” ujar Arya.

Secara lebih spesifik, Arya Suprihadi menyebutkan bahwa tahun ini MTF akan lebih gencar mendorong pertumbuhan kredit multiguna, untuk memperbaiki porsinya yang masih sangat kecil. MTF menargetkan dapat menyalurkan kredit multiguna senilai Rp2,2 triliun, jauh di atas nilai tahun lalu (2018) yang hanya mencapai Rp900 miliar. “Karena itu, tahun 2019 ini kami akan memperkuat branding produk multiguna dengan new branding CashAja. Dengan CashAja, konsumen dapat memiliki dana tunai untuk berbagai kebutuhan, seperti renovasi rumah, pernikahan, ibadah Umroh, travelling, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Jaminannya cukup dengan surat kendaraan saja,” pungkasnya.

 

Teks & Foto: Tito B. Setiawan

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *