Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search
BestCar Indonesia - Avanza 1A

Toyota Grand New Avanza 2015: The Legend Continues

7.0 Score by BestCar Indonesia

BestCar Indonesia – Saat memutuskan untuk ikut serta dalam sesi test drive Toyota Grand New Avanza di Semarang dan sekitarnya, 9-11 Agustus 2015 lalu, saya baru tersadar bahwa ini kali kedua menjajal langsung MPV kompak andalan PT Toyota Astra Motor (TAM) ini setelah Avanza generasi pertama pada tahun 2004 silam. Setidaknya ada dua poin menarik buat saya. Pertama, ini untuk pertama kalinya dalam sejarah TAM membuat acara test drive sebelum launching produknya. Kedua, Grand New Avanza alias Avanza generasi terakhir ini mengusung dua mesin baru dari keluarga mesin berkode NR yakni 1NR-VE berkapasitas 1.326cc (1.3L) dan 2NR-VE berkapasitas 1.495cc (1.5L).

BestCar Indonesia - Avanza 2A

Toyota Avanza (bersama Daihatsu Xenia) mempunyai posisi istimewa dalam industri otomotif Indonesia. Inilah model kembar yang mampu mencatat banyak rekor: menciptakan segmen baru di pasar, yakni low multipurpose vehicle (MPV), yang tercepat mencatat penjualan lebih dari satu juta unit — Avanza-Xenia hanya butuh waktu sekira 10 tahun saja untuk mencapai volume penjualan 1,5 juta unit sejak dipasarkan 2004. Bandingkan dengan Toyota Kijang yang butuh waktu 36 tahun untuk mencapai volume penjualan yang sama.

Setelah 11 tahun berjalan, Avanza masih menjadi andalan Toyota Indonesia dengan volume penjualan sekira 162 ribu unit pada tahun lalu atau rata-rata terjual 13.500 unit per  bulan. Padahal saat didesain, target penjualannya hanya 2.500-5.000 unit per bulan.

Avanza dan Daihatsu Xenia adalah proyek mobil kembar yang digagas pabrikan Toyota dan Daihatsu Indonesia, pasca krisis moneter 1998/1999. Setelah mengalami proses riset pasar, desain, hingga produksi, maka pada November 2003 Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia diluncurkan ke pasar Indonesia. Saat itu generasi pertama Avanza-Xenia diproduksi pabrik PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Sunter, Jakarta Utara.  Kini generasi keduanya masih diproduksi pabrik ADM, tapi di Karawang, Jawa Barat. Dengan kandungan lokal 90 persen dari 810 perusahaan komponen tier 1 dan 2, Avanza-Xenia telah menciptakan lapangan kerja baru lebih dari 300 ribu pekerja.

Toyota-Avanza generasi kedua dipasarkan pada 2011, menyusul makin banyaknya pemain baru di segmen low MPV seperti Suzuki Ertiga, Nissan Grand Livina, Chevrolet Spin, Honda Mobilio, dan KIA Carens. Sejak saat itu, pasar low MPV menjadi marak dan sengit, apalagi agen pemegang merek lain, seperti Mitsubishi Indonesia, secara terang-terangan juga akan masuk ke segmen low MPV pada 2017. Pada tahun yang sama, TAM juga melahirkan Veloz sebagai varian tertinggi Avanza — menggantikan varian teratas sebelumnya, 1.5 S.

BestCar Indonesia - Avanza 3A

Kini, meski revisi desain pada Grand New Avanza tergolong big minor change, TAM tidak  menyebutnya sebagai Avanza generasi ketiga. Meski demikian, kedatangan Grand New Avanza sekaligus menandai kelahiran model baru dalam line-up Avanza: Grand New Veloz! Veloz yang sebelumnya merupakan penanda varian tertinggi Avanza kini dilepas menjadi model baru untuk bersaing di kelas MPV 7-penumpang. “Mulai Grand New ini kita bedakan, jadi dua model yang berbeda tapi bermain di segmen yang sama,” ujar GM Corporate Planning and Public Relation TAM, Widyawati Soedigdo.

Bila sebelumnya Veloz hanya tersedia untuk mesin 1.5L sekarang TAM menawarkannya dengan tambahan mesin 1.3L. Dua pilihan itu melebarkan rentang pasar Grand New Veloz yang dijual paling murah Rp 204,2 juta hingga Rp 226,9 juta. O ya, Avanza dan Veloz tetap diproduksi Astra Daihatsu Motor (ADM).

Toyota Grand New Avanza dan Veloz memang bukan sebuah full model change. Tapi yang menarik, tampilan eksterior dari Avanza dan Veloz terdapat perubahan yang cukup signifikan. Perbedaan paling mencolok Grand New Avanza dan Grand New Veloz terlihat pada bagian moncongnya, bentuk grille tepatnya. Wajah Grand New Avanza dirancang tetap mirip dengan kembarannya, Daihatsu Xenia, sedangkan Veloz mengadopsi desain khas Toyota.

BestCar Indonesia - Avanza 4A

Lalu pada sektor bumper, Avanza tampil lebih elegan lewat desain trapezoidal. Sedangkan Veloz lebih berani dengan desain X-Shape seperti yang digunakan pada beberapa model Lexus. Keduanya juga menggunakan desain kap mesin dan lampu yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Veloz 1.5 telah mengusung lampu jenis proyektor.

Di bagian kaki-kaki, perbedaan keduanya juga terlihat pada velg yang sama-sama berukuran 15inci. Avanza menggunakan velg berkelir silver, sedangkan Veloz mengambil corak machining. Beralih ke belakang, Avanza dan Veloz menggunakan desain lampu bumper belakang baru. Bedanya, Avanza mengadopsi reflektor di bumper model pipih, dan Veloz dengan tampilan bulat. Lainnya, Veloz dipasangi backdoor garnish dan lampu belakang model smoke color.

Di dalam kabin, sekujur interior Veloz didominasi kelir hitam dan Avanza dilabur warna coklat terang. Lingkar kemudi Veloz terlihat lebih mewah karena dibalut kulit, dengan kontrol audio di setir. Sementara audio Avanza hanya dibekali 4 speakers, sedangkan Veloz memiliki 6 speakers. Di luar itu, Veloz juga sudah dilengkapi kamera parkir dengan monitor tampilan area belakang dari head unit 2DIN.

HIGHLIGHT
Plus (+)
  • Mesin baru
  • Kesenyapan kabin
  • Fitur safety
  • Transmisi otomatis
Minus (-)
  • Pengemudian pada kecepatan tinggi
  • Suspensi belakang  cenderung keras
  • Desain dashboard
  • Fitur kenyamanan

Tampilan (eksterior) Grand New Avanza secara keseluruhan bisa dibilang lumayan berbeda dari generasi pendahulunya, terutama bagian depan. Grille barunya yang lebih besar menyatu dengan bumper, dikombinasi sirip-sirip besar dan motif sarang lebah (honey comb) di bawahnya. Lekukannya pun lebih tegas, dengan desain yang mengarah ke sporty ketimbang elegan. Tak seperti lampu utama (head lamp) Grand New Veloz yang dibekali dua lampu plus proyektor, head lamp Grand New Avanza hanya satu dan hanya menggunakan H4.

BestCar Indonesia - Avanza 5A

Sementara bagian belakang hanya terjadi perubahan pada rear lamp yang ditambah ‘mata kucing’ agar kelihatan lebih lebar. Di atas dudukan pelat nomor ada pelat garnis baru bernuansa krom. Lampu rem belakang Grand New Avanza kini memiliki fin alias sirip di bagian sisi luar seperti pada Toyota Altis dan Vios baru. Yang agak aneh (atau unik?) adalah lampu ‘mata kucing’  berbentuk horizontal di bagian belakang yang terkesan dipaksakan.

BestCar Indonesia - Avanza 2A

Masuk ke dalam kabin, yaa … memang terasa sedikit nuansa lebih mewah, terutama berkat kombinasi warna two-tone coklat tua dan hitam di seputar dashboard dengan plastik silver titanium di tengahnya. Selebihnya, tak ada perbedaan signifikan dibanding kabin Avanza pendahulunya. Maksud saya, desain dashboard-nya tetap saja cenderung menjemukan. Untunglah material plastiknya kini lebih terasa berkualitas dibandingkan Avanza sebelumnya.

BestCar Indonesia - Avanza 7

Sektor speedometer kini juga lebih lengkap dengan MID berlatar merah (biru, untuk New Veloz).  Dan yang paling menarik adalah indikator Eco Drive berwarna hijau di odometer, secara otomatis akan menyala jika komputer mendeteksi gaya berkendara pengemudi yang hemat – berkendara dengan kecepatan konstan pada putaran mesin di bawah 3.500rpm, yang menandakan Anda mengemudi secara hemat.

BestCar Indonesia - Avanza 6

Driving position alias posisi mengemudiya masih sama seperti pada Avanza lama. Cukup ideal bagi postur rata-rata pengemudi Indonesia. Yang agak berbeda adalah joknya yang kini terasa lebih tebal dengan warna coklat titanium (hitam dan abu-abu pada Grand New Veloz). Meski sedikit keras, busa yang lebih tebal pada jok Avanza terbaru ini lumayan mampu meningkatkan kenyamanan mengemudi dan membuat posisi duduk menjadi cukup tinggi.

BestCar Indonesia - Avanza 8

Selain itu, perubahan lain yang paling signifikan pada Grand New Avanza terasa pada kenyamanan di dalam kabin. Di dalam, kini jauh lebih senyap. Toyota telah melakukan perbaikan di sisi akustik, dengan menambah peredaman terutama pada sisi mesin, mulai dari bonnet (kap mesin), ruang antara mesin dan dashboard (fire wall), hingga ruang dalam kabinnya.  Begitu pula dengan penggunaan gardan berdesain baru yang ikut mengurangi noise ke dalam kabin. "Kekedapan suara di kabin Grand New Avanza ini lebih baik, turun sekitar 10db dibandingkan Avanza terdahulu. Selain itu karet pintu yang sudah menggunakan model balon , membuat pintu lebih mantap ketika ditutup. Mesin baru dual VVT-i juga menjadi faktor berkurangnya suara bising pada kabin," ungkap Iwan Abdurrahman.

BestCar Indonesia - Avanza 9

Grand New Avanza mendapatkan beberapa fitur keselamatan baru yang tidak ada pada model sebelumnya, yaitu Side Impact Beam, sabuk keselamatan 3-titik untuk penumpang tengah di baris kedua serta rem dengan ABS di semua variannya. Selain itu, Avanza juga kini memiliki kursi dengan ISOFIX untuk pemasangan kursi anak (baby seat) di baris kedua dan lampu peringatan untuk penggunan sabuk keselamatan penumpang depan. Juga terdapat fitur keamanan engine immobilizer yang membuat mesin tidak akan menyala jika tidak menggunakan kunci bawaan pabrik. Semua fitur tersebut, ditambah dengan airbag ganda di depan menjadikan Grand New Avanza sanggup mendapatkan 4 bintang pada hasil uji tabrak Asean NCAP.

BestCar Indonesia - Avanza 10

BestCar Indonesia - Avanza 11

Grand New Avanza alias Avanza generasi terakhir ini mengusung dua mesin baru dari keluarga mesin berkode NR yakni 1NR-VE berkapasitas 1.326 cc (1.3L) dan 2NR-VE berkapasitas 1.495 cc (1.5L).

Kedua mesin baru pada Toyota Grand New Avanza (dan juga Grand New Veloz) berkode VE memang diadopsi untuk menggantikan mesin lama berkode FE, karena mesin ini diadopsi pula oleh Daihatsu Xenia. Tak hanya blok mesin dan kepala silinder yang diperbarui, kedua mesin baru Toyota Grand New Avanza (dan juga Grand New Veloz)  ini juga telah mengusung teknologi yang umumnya digunakan pada model premium, yaitu katup variabel ganda (dual VVT-i) dan throttle by wire untuk memperoleh konsumsi BBM yang lebih irit. Keduanya dipadukan dengan transmisi yang sama dengan Avanza terdahulu, masing-masing manual 5-kecepatan dan otomatis 4-kecepatan.

Hasilnya, Toyota  mengklaim mesin baru 1NR-VE berkapasitas 1.326 cc (1.3L) lebih irit 15% ketimbang mesin lama dan 2NR-VE berkapasitas 1.495 cc (1.5L) lebih irit 20%.  “Konsumsi BBM Avanza terbaru mampu lebih irit 15% untuk mesin 1.300 cc dan 20% untuk mesin 1.500 cc,” terang Kazuhiko Yamashita, Chief Enginer Grand New Avanza dan Grand New Veloz.

BestCar Indonesia - Avanza 12

Bukan cuma itu, Toyota juga mengklaim beberapa ubahan pada mesin baru tersebut mampu memberikan performa optimal sesuai keinginan konsumen. Katup variabel ganda misalnya. Jika pada teknologi sebelumnya (VVT-i) pengaturan bukaan katup hanya pada jalur isap/masuk (intake), pada dual VVT-i jalur buang/keluar (exhaust) juga diatur. Ini memberikan efisiensi pada ruang bakar, yang berujung pada optimalisasi kebutuhan tenaga di putaran bawah dan atas. Selain itu, tentu saja menghasilkan emisi gas buang yang rendah karena sebagian gas buang yang tak terbakar bisa diproses kembali di ruang bakar.

Mesin baru dual VVT-i juga menggunakan pemantik api di ruang bakar (busi) model iridium dengan ujung elektroda yang lebih kuat dan mampu menghasilkan percikan api lebih besar. Komponen injektor yang dipakai pada mesin baru memiliki 8 lubang (sebelumnya 4) dengan nosel yang diameternya lebih kecil dari nosel injektor pada mesin lama. Dengan begitu pengabutan pada ruang bakar bisa lebih optimal dan bahan bakar jadi mudah dibakar.

Oke, cukup dulu penjelasan panjang-lebar soal keunggulan mesin dual VVT-i. Performanya di jalan raya tentu lebih penting. Dan saya akan mencari tahu jawabannya sepanjang rute Semarang – Ambarawa – Ungaran yang disediakan selama sesi test drive.

BestCar Indonesia - Avanza 3A

Di atas kertas, mesin baru 1NR-VE pada varian 1.3L sedikit meningkat kapasitas, dari 1.298cc menjadi 1.326cc, membuat tenaganya meningkat sekitar 4,5hp menjadi 96,5hp pada 6.000rpm dan torsi maksimal yang kini mencapai 121Nm pada 4.200rpm. Sementara mesin 2NR-VE berkapasitas 1.495cc pada varian 1.5L mampu memproduksi tenaga hingga 104hp pada 6.000rpm dan torsi puncak 136Nm yang diraih pada 4.200rpm.

Harus diakui, performa kedua mesin baru Grand new Avanza di jalan raya lebih baik ketimbang Avanza generasi sebelumnya, meski tak terlalu signifikan. Akselerasinya lumayan meningkat, walaupun bobot Grand New Avanza lebih berat sekitar 50-60kg dari generasi pendahulunya. Tapi pada varian bertransmisi manual, seperti unit Grand new Avanza 1.5 G M/T yang pertama kali saya jajal, sempat membuat saya kaget. Pedal koplingnya terasa terlalu ringan saat diinjak, namun seperti ada jeda yang membuat mobil tak langsung berakselerasi – terus terang, ini bisa membuat Anda sedikit ‘gugup’ ketika pertama kali mencobanya. Akselerasinya cenderung linear, seiring injakan di pedal gas secara bertahap. Tetapi saat ketemu momentumya, tenaga mobil terus meningkat dan terasa tak habis-habis hingga kecepatan maksimum. Memang, butuh sedikit waktu untuk beradaptasi agar dapat mengemudikannya dengan halus.

BestCar Indonesia - Avanza 2A

Kondisi ini terjadi karena baik Grand New Avanza maupun Grand New Veloz sudah menggunakan drive by wire. Dengan teknologi ini, pedal gas tidak dihubungkan lewat kabel ke mesin, melainkan menggunakan sensor di pedal yang mengirim sinyal ke mesin. Nah, dengan drive by wire komputer induk di mesin butuh waktu sepersekian detik untuk menganalisa informasi dari injakan di pedal gas lalu mengatur masuknya jumlah bahan bakar yang paling sesuai dengan kondisi dan debit udara yang masuk ke ruang bakar. Meski menyisakan sedikit jeda saat berakselerasi, teknologi drive by wire akan menghasilkan campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar yang seimbang. Hasilnya, output daya (tenaga dan torsi) akan optimal dan tentu saja membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih efisien.

BestCar Indonesia - Avanza 15A

Toyota sepertinya juga melakukan perbaikan pada rasio antargigi Grand New Avanza, untuk mengotimalkan torsi puncak 136Nm yang kini diraih pada putaran mesin 200rpm lebih rendah (4.200rpm). Setidaknya itu terlihat pada unit tes kami yang transmisinya mampu dipindahkan ke posisi gigi 2 pada kecepatan hanya 10km/jam tanpa ada gejala tersendat.

Tapi yang di luar dugaan saya justru performa transmisi otomatis 4-kecepatan ketika dikawinkan baik dengan mesin 1 NR-VE maupun 2 NR-VE. Akselerasinya ternyata jauh lebih baik ketimbang Avanza bertransmisi otomatis terdahulu, padahal masih menggunakan basis transmisi otomatis yang sama. Kick down yang Anda lakukan menghasilkan akselerasi lebih cepat dan menyentak juga lebih smooth, meski masih menyisakan sedikit jeda. Seperti pada transmisi manual, akselerasi terbaik justru dihasilkan dengan mengurut injakan pada pedal gas.

Menurut Iwan Abdurrahman dari Technical service Division PT Toyota Astra Motor, peningkatan performa transmisi otomatis Avanza terbaru bukan melulu berkat mesin baru dual VVT-i. Meski menggunakan basis transmisi otomatis yang sama,Toyota juga melakukan penyesuaian lock-up pada komponen torque converter. Ini membuat gejala slip ketika pergantian antargigi semakin minim, membuat mobil lebih cepat melejit dan lebih smooth dalam pergantian gigi.

BestCar Indonesia - Avanza 16

Kemudi Grand New Avanza juga sangat ringan, cocok untuk pengendaraan dalam kota di tengah lalulintas ‘stop-and-go’. Namun pada kecepatan tinggi mengakibatkan efek ‘melayang’, karena dari feedback dari roda ke kemudi akan berkurang. Akan lebih baik jika Toyota juga membekalinya dengan adaptive steering yang secara otomatis akan membuat setir bertambah berat dalam kecepatan tinggi.

BestCar Indonesia - Avanza 17A

Untungnya Toyota melakukan perbaikan terhadap sistem suspensi disertai penguatan struktur bodi yang dibuat sedikit lebih kaku. Tingkat kekerasan per dan sokbreker diubah agar mampu meredam permukaan jalan. Memang, setingan suspensi seperti ini membuat bantingan sedikit lebih keras saat melewati jalan berlubang dan ‘speed bump’, namun gerakan berlebih di suspensi belakang jadi lebih minim terjadi, meminimalisir gejala body roll atau limbung saat bermanuver di tikungan panjang di sepanjang jalan tol kota Semarang dan jalan berliku dan menanjak menuju Candi Gedong Songo.  Karakter suspensi terbaru ini memberi rasa yang lebih terdeteksi, membuat pergerakan ayunan bodi Avanza lebih natural, sehingga pengemudi dapat mengukur tingkat kelimbungan mobil. Dalam kecepatan rata-rata 80km/jam hingga 100km/jam, dengan gejala oversteer yang khas, Avanza melejit dengan stabil hanya dengan sedikit koreksi pada setir.

Teks: Yusran Hakim
Foto: Toyota Astra Motor (TAM)

DIMENSI (milimeter)
Panjang 4.190
Lebar 1.660
Tinggi 1.695
Jarak Poros Roda 2.655
Jarak Pijak Depan 1.425
Jarak Pijak Belakang 1.435
Ground Clearance 200

 

DRIVETRAIN & SUSP 1.3 G M/T & 1.5 G M/T 1.3 G A/T
Transmisi 5 speed M/T 4 Speed A/T
Perbandingan Gigi 1 3.769 2.731
Perbandingan Gigi 2 2.045 1.526
Perbandingan Gigi 3 1.376 1.000
Perbandingan Gigi 4 1.000 0.696
Perbandingan Gigi 5 0.838 -
Perbandingan Gigi Mundur 4.128 2.290
Perbandingan Gigi Final 4.875 5.571
Suspensi Depan Macpherson Strut with Coil Spring Macpherson Strut with Coil Spring
Suspensi Belakang 4 Link Lateral Rod with Coil Spring 4 Link Lateral Rod with Coil Spring
Rem Depan Disc Disc
Rem Belakang Drum Drum
Ukuran Ban 185/70 R14 | 185/65 R15 185/70 R14

 

MESIN 1.3 G M/T 1.5 G M/T
Tipe Mesin IL, 4 Cyl, 16 V, DOHC, Dual VVT-i IL, 4 Cyl, 16 V, DOHC, Dual VVT-i
Isi Silinder (cc) 1,329 1,496
Tenaga Maksimum (hp/rpm) 96.5/6,000 104/6,000
Torsi Maksimum (Kgm/rpm) 12.3/4,200 13.9/4,200
Pemasukan Bahan Bakar EFI EFI
Bahan Bakar Bensin Bensin
Kapasitas Tangki (liter) 45 45

Review Score by BestCar.id

  • In The Cabin6.5
  • On The Road7.5
  • 7

    Score

    Dengan atau tanpa perubahan berarti, dengan atau tanpa nama baru, Avanza tetap saja menjadi sang raja di segmen MPV Low (MPV entry level).