Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search
Feature Renault Duster

Renault Duster 4X4 2015

7.3 Score by BestCar Indonesia

BestCar Indonesia – PT Auto Euro Indonesia (AEI), distributor Renault di Indonesia, akhirnya secara resmi meluncurkan Renault Duster 4×4 awal April 2015 lalu, meski sosok varian berpenggerak 4-roda ini telah debut di ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun 2014. Inilah model pendamping Duster 4×2 yang sudah mengaspal sejak tahun lalu, melengkapi jajaran SUV kompak asal Prancis itu.

image003“Kami berharap kehadiran Renault Duster 4×4 di tanah air mampu membawa perbedaan tersendiri, karena kendaraan ini merupakan satu-satunya pemain di kelas small SUV yang menawarkan penggerak empat-roda dengan mesin diesel dan harga yang terjangkau,” ungkap Yusak Kertowidjojo, President Director Indomobil Sukses Internasional (ISI), distributor Renault di Indonesia.

Untuk membuktikan ketangguhannya, PT Auto Euro Indonesia (AEI) memberikan kesempatan beberapa jurnalis otomotif nasional untuk menjajal Duster 4X4 di trek off-road Jeep Station Indonesia (JSI), Megamendung, Bogor, minggu pertama April lalu. Aha, Renault sepertinya cukup percaya diri untuk membuktikan kebenaran tagline ”Drive Without Limit” yang diusungnya.

HIGHLIGHT
Plus (+)
  • Mesin diesel
  • Desain eksterior
  • Suspensi
  • Pengendaraan
  • Harga
  • Ruang kabin
Minus (-)
  • Fitur
  • Interior

image005

Begitu duduk di jok pengemudi, saya langsung merasa posisi mengemudi (driving position) SUV Renault ini cukup ideal bagi postur rata-rata orang Indonesia. Namun bagi penyuka SUV sejati, posisi mengemudi Duster 4x4 terasa tidak ‘commanding’ sepenuhnya. Terasa lebih rileks, kira-kira di antara driving position sedan dan SUV yang lebih commanding. jok berbahan kombinasi kulit dan kainnya cukup empuk, dengan warna hitam-merah yang menjadi pembeda dengan tipe 4x2 (menggunakan kelir Beige). Lingkar kemudi dibalut dengan bahan kulit sehingga terasa nyaman digenggam, apalagi dilengkapi tombol pengatur cruise control dan volume audio yang memberi kesan mewah. Sementara center stack-nya diisi dengan seperangkat sistem audio yang mudah dioperasikan. Head unit kini menggunakan layar sentuh ukuran 7inci yang terlihat modern dan terintegrasi, dengan fitur meliputi pemutar DVD, Bluetooth dan navigasi.

Toh hampir semua yang ada di belakang kemudi sangat ergonomis, alias gampang dijangkau. Mulai dari tuas transmisi hingga berbagai tombol pengaturan yang ada di konsol tengah dan penempatan tombol pengaturan kaca jendela (power window) yang memudahkan pengemudi untuk meraihnya tanpa harus menekuk tangan.

Secara keseluruhan, interior Duster 4x4 jauh dari atmosfer mewah dan terkesan minimalis. Untuk SUV seharga Rp 300 jutaan, kualitas interior Renault Duster 4x4 juga tidak bisa dibilang istimewa. Sebagian besar terbuat dari material plastik keras, meskipun pada bagian dashboard dan door trim atas terasa lebih premium. Namun hal itu tidak mengurangi kenyamanan penumpang yang berada di dalamnya. Dashboard-nya cukup ‘user-friendly’ dan ergonomis. Juga terasa kokoh dengan proposisi yang praktis, meskipun hanya sedikit ruang penyimpanan dalam kabin. Hembusan AC yang keluar dari empat lubang penyejuk ruangan di dashboard mampu mengisi seluruh ruangan kabin dengan baik.

Tapi lebih dari itu, kabin Duster 4x4 mampu memberikan kelegaan ruang yang patut dipuji. Penumpang di baris depan memiliki ruang kaki dan kepala yang lega, begitu pula penumpang di bangku baris kedua. Meski bangku belakang tidak bisa dilipat rata secara penuh, setidaknya konfigurasi ini mampu sedikit memperbesar ruang bagasi ketika Anda harus membawa lebih banyak barang. Bagasinya yang mencapai 410liter -- sedikit lebih kecil dibandingkan volume bagasi varian 4x2 yang mencapai 475liter -- juga sanggup mengangkut barang yang cukup banyak. Renault sepertinya benar-benar menerapkan substansi kabin yang praktis ketimbang stylish dan mewah untuk SUV andalannya ini.

image007

image011

image009

image013

O ya, suara mesin diesel Duster 4x4 memang agak kasar, namun kekedapan kabinnya lumayan mampu meredam suara mesin ini. Sayangnya, suara suspensi dan ban (tyre noise) di kolong mobil masih cukup terasa menembus kabin.

image015

image017

image019

image021

image023

image025Meski sama-sama mengusung mesin diesel 4-silinder berkapasitas 1,5 liter dCi (direct-commonrail injection) THP (turbo high pressure), ternyata ada perbedaan output antara Renault Duster 4x4 dan 4x2. "Itu karena versi 4x2 menggunakan turbocharger jenis fixed, sedangkan varian 4x4 menggunakan turbocharger variabel geometry…ini yang membuat output varian 4x4 telah dapat diperoleh pada putaran mesin yang jauh lebih rendah," jelas Ario Soerjo, Sales dan Marketing Division Head PT. Auto Euro Indonesia.

Di balik bonnet lebar Duster 4X4 terpasang mesin diesel yang tergolong mungil, tipe 9K 1,5liter (1.461cc) 4-silinder segaris direct common-rail injection plus turbocharger variable geometry. Output dayanya tak bisa dianggap remeh: 110PS (108hp) pada 4.000rpm dan torsi maksimal 240Nm yang dituai pada putaran mesin 1.750 kali per menit – lebih besar sekitar 25hp dan 40Nm dari performa mesin Duster varian 4x2.

Di atas kertas, kinerja mesin Duster 4X4 bahkan masih sedikit lebih besar dibandingkan mesin diesel yang diusung Isuzu D-Max. Dengan bobot bersih hanya 1.329kg, tak heran jika Renault mengklaim Duster 4X4 memiliki rasio tenaga dibanding bobot (power-to-weight ratio) yang superior: 0,08hp/kg, itu berarti hanya dibutuhkan 0,08 tenaga kuda untuk menghela setiap kg bobotnya. Begitu pula dengan rasio torsi dibanding bobot (torque-to-weight ratio) yang hanya 0,18Nm/kg, menunjukkan cukup diperlukan 0,18Nm torsi untuk memindahkan setiap kg bobot SUV Renault ini. Faktor ini juga yang menjadi salah satu penyumbang keberhasilan konsumsi bahan bakar Duster 4X4 yang diklaim paling irit di kelasnya, meski masih sedikit lebih boros dibanding varian 4X2-nya -- Duster 4x4 masih sanggup mencetak konsumsi BBM (solar) dalam kota 14,2km/liter dan sekitar 18,1km/liter di jalan tol.

image027Selain jenis turbo yang berbeda, menurut Ario, Duster 4x4 juga dibekali intercooler yang lebih besar dan ini turut berperan menghasilkan output daya mesin yang lebih besar. Apalagi SUV 4x4 Renault ini mengadopsi transmisi manual 6-kecepatan -- varian 4x2 hanya menggunakan model manual 5-kecepatan. Selain member kontribusi terhadap konsumsi BBM, transmisi manual 6-speed juga membantu Duster 4x4 sanggup membuat ‘sprint’ 0-100 km/jam dalam 12,5detik.

Di jalan raya maupun jalan gravel/makadam yang tidak reata, saya harus memuji suspensi Renault Duster 4x4 yang begitu empuk bak sedan. Kedua medan jalan dapat dilalui Duster 4x4 sama baik dan sama nyamannya. Bahkan ketika dijejali oleh banyak orang sekalipun, suspensinya tetap mumpuni menyajikan kenyamanan.

Lalu, bagaimana performanya di medan off-road?

Oke, sebaiknya kita lihat dulu beberapa item yang diklaim Renault memberi Duster 4X4 proporsi ideal untuk melibas segala medan (all-road functionality). Di antaranya, ground clearance hingga 210mm (21cm); sudut clearance optimal dengan departure angle 35° dan approach angle 30° dan kemampuan melewati genangan air setinggi 400mm (40cm), diklaim sebagai yang terbaik di kelasnya. Duster 4X4 juga ditunjang posisi mengemudi yang tinggi (command position), diklaim menghasilkan visibiltas ke segala arah lebih baik. Duster 4X4 bahkan tercatat sebagai SUV 4WD kompak yang paling ringan di antara kompetitor di kelasnya.

image029

Tapi yang paling menarik buat saya adalah sistem penggerak 4-rodanya. Pada dasarnya sistem penggerak 4-roda Duster 4x4 adalah tipe all-wheel drive (AWD) alias bukan penggerak 4-roda sejati yang dilengkapi transfer case dengan low range ratio (4L atau mode gerak 4-roda low). Uniknya, tak seperti kebanyakan mobil dengan penggerak roda AWD model permanen, Duster 4x4 justru mengaplikasi model AWD part-time. Terdapat 3 pilihan moda dalam sistem penggerak-roda Duster 4x4, yaitu 2WD (FWD), AUTO mode 4WD, dan 4WD-Locker (permanen), yang dioperasikan melalui knob putar di konsol tengah. Itu artinya, dalam kondisi pengendaraan normal di jalan raya Duster 4x4 hanya menggunakan mode gerak roda-depan (front wheel drive/FWD).

image031

Pada mode Auto 4WD, torsi dari mesin akan didistribusikan ke roda depan dan belakang dalam persentase yang berbeda, tergantung kondisi jalan dan kecepatan mobil. Jika komputer mobil mendeteksi roda depan kehilangan traksi, maka daya mesin (terutama torsi) dalam persentase yang lebih besar akan didistribusikan ke roda belakang yang memperoleh traksi lebih baik, begitu pula sebaliknya. Mode ini ideal untuk melibas jalan raya yang licin atau permukaan jalan gravel yang keras dan licin. Sedangkan pada mode 4WD Lock, sistem komputerisasi akan mengunci diferensial tengah (center differential) sehingga torsi dibagi ke roda depan dan belakang sama besar secara permanen. Mode ini paling ideal digunakan untuk melibas medan off-road yang lebih berat.

So, does it work? Trek JSI menyajikan berbagai obstacle (rintangan) yang variatif, mulai dari tanjakan dan turunan curam, kubangan lumpur basah, hingga gundukan dan lubang alur air dengan gradasi bervariasi untuk menguji kemampuan artikulasi suspensi. Dan, jujur saja, Duster 4x4 mampu menangani nyaris semua obstacle tersebut lebih baik daripada yang saya kira, mengingat SUV Renault ini tak dibekali rasio gear low-range (4L) pada sistem penggerak 4-roda-nya. Saat melintasi medan berlumpur cetek yang licin dengan mode Auto 4WD misalnya, saya bisa merasakan sistem elektroniknya bekerja dengan baik memindahkan daya mesin ke roda belakang dalam upaya memaksimalkan traksi.

image033

Kombinasi approach dan departure angle bersudut lebih dari 30° berkat overhang depan-belakang yang pendek serta ground clearence 21cm, membuat Duster 4x4 mudah saja melewati gundukan tinggi atau lubang dalam, meskipun ia jauh dari apa yang Anda sebut sebagai mobil ‘rock-crawler’. Yang juga mengagumkan adalah kinerja suspensinya yang kini mengaplikasi model independent multi-link di keempat rodanya. Selain menghasilkan pengendaraan lebih nyaman dan kualitas pengendaraan lebih baik di jalan raya, suspensi baru Duster 4x4 juga menghasilkan artikulasi (travel) lumayan panjang, tak kalah dibanding Pajero Sport dan Isuzu D-Max. Travel suspensinya cukup luwes untuk menjaga cengkraman ban ketika melintasi permukaan jalan dengan gradasi berbeda.

image035

image037
Di putaran bawah, mesin diesel 9K 1.5 dCI memang terasa agak lemah menghantarkan daya, namun melonjak begitu melewati 2.500rpm. Di trek off-road dengan obstacle yang menuntut Duster 4x4 harus merayap dengan putaran mesin rendah memang agak menyulitkan, akibat absennya low range gear (4L) pada sistem gerak 4-rodanya. Untungnya kelemahan ini masih bisa diakomodasi oleh torsi besar 240Nm yang sudah terasa muncul di putaran mesin 1.800-2.000rpm plus rasio gear 1 (juga gear 2) yang tergolong kasar. Kuncinya, Anda harus pintar-pintar mempertahankan putaran mesin agar tidak ‘ngedrop’ di bawah 1.800rpm, seperti ketika saya harus menangani tanjakan dengan kemiringan 38° di trek JSI.

image039

Perpindahan antar-gear transmisi manual 6-speed juga tergolong halus, dengan tuas transmisi yang ergonomik alias mudah dijangkau. Injakan pada pedal koplingnya juga tergolong berat dan cenderung membuat kaki pegal, terutama di lalulintas yang macet. Namun begitu, harus diakui kopling Duster 4X4 sangat kuat mentransfer daya mesin ke roda. Ini sangat membantu ketika melibas medan berat.

Spesifikasi Teknis Renault Duster 4x4 2015

MESIN & TRANSMISI Diesel 85 PS RxE Diesel 85 PS RxL
Engine Code 1.5 dCi K9KHP 1.5 dCi K9KHP
Displacement (cc) 1.461 1.461
Konfigurasi 4-silinder segaris 4-silinder segaris
Power maksimal 110PS/108hp @ 4.000 rpm 110PS/108hp @ 4.000 rpm
Torsi maksimal 240Nm @ 1.750rpm 240Nm @ 1.750rpm
Sistem pasokan bahan bakar Common Rail Direct Injection (dCi) Common rail direct injection (dCi)
Tipe Transmisi Manual, 6-speed Manual 6-speed
DIMENSI & KAPASITAS
Panjang (mm) 4.315 4.315
Lebar (mm) 1.822 1.822
Tinggi - dengan Roof Rail (mm) 1.695 1.695
Wheelbase (mm) 2.673 2.673
Track depan (mm) 1.560 1.560
Track belakang (mm) 1567 1.567
Ground Clearance (mm) 205 205
Radius putar minimum (m) 5,2 5,2
Kapasitas bagasi (Liter) 475 & 1.064 (jika bangku belakang dilipat) 475 & 1064 (jika bangku belakang dilipat)
Kapasitas tangki 50 50
Bobot bersih (kg) 1.758 1.758
REM
Tipe Hydraulically Operated Diagonal Split Dual Circuit Braking Hydraulically operated Diagonal Split dual circuit braking
Depan Ventilated Disc Ventilated Disc
Belakang Tromol Tromol
SUSPENSI
Depan Independent McPherson Strut with coil springs & anti-roll bar Independent McPherson Strut with coil springs & anti-roll bar
Belakang Torsion beam axle with coil springs & anti-roll bar Torsion beam axle with coil springs & anti-roll bar
KEMUDI
Tipe Electro Hydraulic Power Assisted Electro Hydraulic Power assisted
VELG & BAN
Ban 215/65 R16 Tubeless 215/65 R16 Tubeless
Velg 16inci, besi 16inci, alloy

Review Score by BestCar.id

  • In the Cabin7
  • On the Road7.5
  • 7.3

    Score

    Ini mungkin bukan mobil yang kebanyakan orang pernah dengar sebelumnya, tapi Renault Duster satu-satunya yang mengusung mesin diesel di segmen SUV kompak nasional. Hanya bermodal transmisi manual dan interior seadanya, tapi dengan banderol yang hanya Rp 333,5 dan 339,5 juta dan sistem penggerak 4-roda, suspensi empuk bagai sedan, konsumsi BBM irit, kabin lega, dan bodi kompak, Renault Duster 4x4 mestinya punya peluang cukup besar memperoleh tempat sebagai pilihan baru di kelas SUV kompak tanah air