Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search
NAVARA NP300

All New Nissan NP300 Navara VL 4×4 2015: Pekerja Bertuksedo

8.0 Score by BestCar Indonesia

BestCar Indonesia – SECARA tradisional, orang hanya membeli mobil pikap (pick-up) untuk mengangkut barang ukuran besar dan berat melalui berbagai jenis permukaan jalan, bahkan di medan off-road berat sekalipun. Sifat utilitarian yang melekat pada kendaraan ini memang membawa konsekuensi: bahwa beberapa model telah dibuat sebagai ‘mobil harian’ yang ‘liveability’, tetap saja, untuk sebagian besar orang, pikap masih dianggap sebagai mobil pekerja atau niaga yang kasar dan reot.

image001

 

Tapi, bagaimanapun, keadaan berubah.  Kini, ada konsumen generasi baru yang membeli pikap – khususnya double-cabin — sebagai kendaraan gaya hidup. Bahkan di beberapa negara Asia, terutama di Thailand dan Malaysia yang menerapkan status bebas bea dan pajak sangat murah bagi pikap, membuat harga mobil jenis ini relatif murah dibandingkan SUV atau MPV. Dan, karena itulah pikap di kawasan tersebut lebih banyak digunakan untuk berlibur. Tentu, sebagai konsekuensinya, lebih banyak pula tuntutan bagi pikap modern saat ini untuk menjadi lebih baik, lebih nyaman, dan lebih mudah dikemudikan di jalan-jalan ‘hutan beton’.

image003

 

Dan, itulah yang coba dilakukan Nissan ketika meluncurkan pikap andalan terbaru mereka; All-new Nissan NP300 Navara model 2015. Jelas, terlihat upaya Nissan untuk meningkatkan daya tarik pikap andalannya keluar dari sosok tradisonalnya sebagai ‘mobil pekerja’. Tagline “Tough. Smart!” yang disematkan, misalnya, setidaknya berusaha menggambarkan atmosfer yang kontras dengan “Mother Trucker” yang selama ini melekat. Bahkan jika melihat spesifikasinya, itu menggambarkan semua fitur yang ada pada Navara NP300 terbaru ini seperti milik sedan di segmen D, secara komprehensif membuatnya menjadi mobil nyaman yang makin jauh dari sosok pikap tradisional.

image005Seperti yang juga Anda ketahui, masalah utama yang dihadapi para desainer pikap adalah keterbatasan teknis dalam ‘line of work’ mereka. Tidak seperti kendaraan lain semisal sedan, sportscars, hatchback, crossover dan SUV yang lebih bebas ‘diutak-atik’ secara teknis oleh para desainernya, pikap dibatasi oleh bak belakang yang mengambil porsi sekitar setengah dari total dimensinya sendiri. Nah, para desainer Nissan mengakalinya dengan merancang bak belakang Navara terbaru dengan sudut lengkungan lebar, lampu belakang  a la sedan, SUV atau MPV, desain ‘V-motion’ di sekeliling logo Nissan, dan bahkan detail mirip spoiler ducktail di pintu belakang yang membuat Anda merasa berada di dalam kabin sebuah mobil kencang (meskipun tidak, saat mobil bergerak). Pintar!

Jadi, berhasilkah Nissan dengan misinya lewat NP300 terbaru? Tampaknya, ini juga yang membuat PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mengundang kami dan jurnalis lain dari berbagai media nasional untuk melihat sosok dan merasakan langsung performa All-new NP300 Navara di sirkuit off-road Pagedangan, BSD, Tangerang Selatan, 19 Maret lalu.

O ya, untuk pasar Indonesia NMI menawarkan All-new Nissan NP300 Navara dalam dua varian, mid-grade (tipe SL) dengan target market para pelaku bisnis, dan high-grade (tipe VL) yang diperuntukkan bagi target market konsumen privat penggemar adventure, dengan dua pilihan transmisi (manual 6-speed dan otomatis 7-speed). Sehingga, keseluruhan ada tiga tipe yang dijual, yaitu tipe SL M/T (Rp380 juta), lalu tipe VL M/T (Rp415 juta), dan tipe tertinggi VL A/T (Rp430 juta). Ketiga tipe NP300 diimpor utuh dari pabrik Nissan di Thailand. Nah, hanya varian NP300 Navara tipe VL M/T (double-cab 4×4 M/T) yang kami jajal dalam sesi test drive kali ini.

 

 .

HIGHLIGHT
Plus (+)
  • Mesin dan performa
  • Fitur
  • Visibilitas
  • Ruang kabin belakang
  • Suspensi
  • Desain eksterior
  • Kapabilitas off-road
Minus (-)
  • Kemudi kurang akurat
  • Manuver di tempat sempit
  • Daya angkut barang

Secara umum, pikap Nissan generasi ke-12 ini hampir seperti ‘Patrol Royale’ dari sisi desainnya yang elegan. Desain eksteriornya bisa dibilang lebih streamline secara homogen ketimbang ramping-minimalis seperti pada Navara pendahulunya. Gril baru dengan ‘pahatan’ khas Nissan berbentuk "V-motion" mengalir ke kap mesin (bonnet), menekan tepi luar bagian atas kap mesin dan membentuk garis tegas yang mengalir. Garis-garis yang sama juga terpantul dalam ‘pahatan’ bentuk fender yang saling berinteraksi dengan permukaan cembung dan cekung pada bagian pintu, menghasilkan aura berotot dan atletis. Apalagi pada tipe VL dibekali tambahan fog lamp berlapis krom, roof rail, serta velg smoked alloy ukuran 18inci.

Tampilan modernnya terlihat tampan, dan Anda langsung menyadari efek aerodinamis dari desain eksteriornya yang lebih streamline (ramping). Garis atap yang mengalir diimbangi dengan permukaan kaca yang dioptimalkan dan tailgate spoiler, seluruhnya amat membantu mengurangi hambatan udara (coefficient of drag/Cd) cukup besar. Hasilnya, angka Cd turun dari 0,43 menjadi 0,37, jumlah yang luar biasa untuk sebuah mobil berdimensi ‘gambot’.

Dengan dimensi panjang 5.255mm, lebar 1.850mm, dan tinggi 1.785mm, pikap NP300 Navara 2015 sedikit lebih panjang dan lebih rendah dibandingkan model yang beredar saat ini.  Penurunan tinggi body dibandingkan dengan sedikit peningkatan ground clearance mampu mengurangi luas penampang (cross-sectional area), dan hasilnya meningkatkan aerodinamis secara keseluruhan. Sementara pengurangan 50mm pada wheelbase menjadi 3.150mm juga menghasilkan radius putar kemudi menjadi lebih kecil.

image007

 

Kabin NP300 Navara terbaru terlihat dan terasa premium juga, seolah dicomot dari sebuah sedan eksekutif. Lihat saja fitur standarnya, mulai dari pengendali suhu, unit audio Kenwood 2 DIN dengan navigasi satelit, spion tengah yang terintegrasi dengan kompas,  roda kemudi berlapis material kulit dengan kontrol audio, serta Bluetooth dan konektivitas USB.

Posisi mengemudi (driving position) yang cenderung 'commanding' cukup ideal dan ergonomis buat postur rata-rata, apalagi jok pengemudi berbahan kulit -- yang terinspirasi dari jok ‘zero-gravity’(gravitasi nol) Nissan Teana -- bisa diatur ketinggiannya (memiliki 8 moda penyetelan). Sangat mendukung untuk perjalanan panjang. Sayangnya kemudi (setir) – yang juga didopsi dari Teana – tidak bisa disetel cukup tinggi, meskipun sudut vertikal fitur tilt steering-nya menghasilkan ruang interior yang terasa lebih mirip mobil penumpang ketimbang pikap. Dan, hei, ada ventilasi pendingin udara belakang…di sebuah pikap!

image009Nissan sendiri memang mengklaim telah memperbaiki posisi dasar kursi dan sudut torso tubuh, juga memajukan posisi dashboard lebih ke depan untuk memperoleh ruang lebih banyak. Hasilnya adalah head room (ruang kepala) dan leg room (ruang kaki) yang lebih lega bagi penumpang depan, meskipun kabin belakang tak memperlihatkan perbaikan yang signifikan dibanding pendahulunya.

 

image009Dashboard  NP300 memang tidak terlihat mewah seperti pada sedan modern Nissan, terutama karena penggunaan material plastik keras. Tapi secara keseluruhan justru tempak pantas berada dalam kabin Navara, makin memperkuat kesan tangguh dan tahan lama. Terdapat cukup banyak ruang penyimpanan di dashboard, termasuk sebuah soket listrik untuk charger gadget sebanyak tiga buah yang terletak di atas dashboard, tengah dan di ruang penyimpanan di antara jok depan. Cup holder juga tersedia bagi penumpang depan.

image011Soal fitur standar, NP300 Navara bisa dibilang paling lengkap dan tercanggih di antara para rivalnya di segmen pikap, setidaknya untuk tipe tertinggi VL baik A/T maupun M/T. Di antaranya termasuk lampu LED proyektor, keyless entry, tombol start, climate control dual-zone, kaca spion auto-dimming dan layar multi-fungsi TFT LCD berwarna di instrument cluster yang menyediakan beragam informasi, seperti odometer dan indikator four wheel drive hingga traction control. Begitu pula dengan fitur keselamatan yang mencakup tujuh airbag (termasuk satu untuk lutut pengemudi), kontrol stabilitas, Active Brake Limited Slip (ABLS), Hill Descent Control (HDC), Hill Start Assist (HAS) dan kamera belakang.

image013Di dapur asalnya, Nissan mengembangkan NP300 Navara dengan tiga pilihan mesin, yaitu mesin diesel 4-silinder segaris 2.5 liter DOHC 16-katup plus variabel geometri turbocharger dan intercooler dengan kode YD25DDTi, mesin diesel 4-silindre segaris 2,3-liter DOHC 16-katup plus variabel geometri turbocharger dan intercooler berkode YS23DDTi, dan mesin bensin 2.5 liter naturally aspirated  (non-turbocharger) berkode QR25 yang akan menyusul paling akhir. Ketiga pilihan mesin ini sengaja diperuntukkan bagi masing-masing pasar sesuai dengan standar emisi yang berlaku. YD25DDTi misalnya, digunakan pada NP300 yang beredar di pasar dengan standar emisi Euro-4 (seperti Indonesia dan Filipina). Sedangkan YS23DDTi akan untuk pasar yang memberlakukan standar emisi Euro-5 ke atas (seperti Australia). Mesin bensin QR25 sendiri hingga saat ini masih disesuaikan dengan platform Navara, sehingga belum ada konfirmasi resmi bakal digunakan untuk pasar mana saja (aha, rasanya pasar Timur Tengah yang kaya minyak mentah).

image015Kedua varian NP300 Navara yang beredar di pasar nasional (tipe SL dan VL) juga dibekali mesin diesel 4-silinder segaris 2.5 liter DOHC 16-katup plus variabel geometri turbocharger dan intercooler (YD25DDTi ), dengan sistem pasokan bahan bakar commonrail yang dikontrol ECCS 32 bits. Dalam lembaran spesifikasi yang kami peroleh dari NMI, tercatat mesin ini menghasilkan tenaga maksimal 190hp pada 3.600rpm dan torsi puncak 450Nm pada 2.000rpm.

NP300 yang masuk ke pasar nasional menggunakan mesin YD25DDTi high-output, karena di pabrik asalnya Nissan memang menyediakan juga  mesin YD25DDTi mid-output dengan tenaga maksimal hanya 163hp dan torsi 403Nm. Kabar baiknya, mesin YD25DDTi high-output ini lebih irit konsumsi bahan bakar sekitar 11% dibanding mesin lama YD25 2,5-liter turbo diesel pada Navara generasi sebelumnya. Dan yang pasti, dengan bobot sekitar 70kg lebih ringan (1.939kg) ketimbang NP300 Navara generasi terdahulu serta torsi lebih besar yang diperoleh pada putaran rendah (2.000rpm), pikap Nissan terbaru ini lebih gampang melejit, bahkan dengan gear (gigi) yang lebih tinggi sekalipun. Tak mengherankan jika melihat rasio tenaga terhadap bobot (power-to-weight ratio) mencapai 0,09hp per kg, menunjukkan bahwa setiap kg bobotnya dihela oleh tenaga sebesar 0,09hp. Begitu pula dengan rasio torsi terhadap bobot (torque-to-weight ratio) yang 0,23Nm per kg bobot, atau hanya butuh 0,23Nm untuk melejitkan setiap kg bobotnya.

Tapi tak peduli apapun tipe mesin yang digunakan, pilihan transmisi akan sama: manual 6-speed versi revisi dari model pendahulunya atau otomatis 7-speed baru dengan mode manual, yang dicomot dari Infiniti QX80. Dan tentu saja, Anda akan mendapatkan pilihan antara sistem four-wheel drive (4x4/4WD) yang switchable on-the-fly, atau penggerak roda-belakang 4x2/RWD).

Baik di jalan raya maupun di medan non-aspal, saya bisa menyimpulkan transmisi manual 6-speed ini mudah dioperasikan. Tuas transmisi yang lebih panjang dan posisi pedal kopling yang lebih ‘menyamping’ memang agak menyulitkan bagi Anda yang terbiasa mengoperasikan transmisi manual pada sedan atau mobil penumpang lainnya. Namun, perpindahan gigi melalui tuas transmisi sangat halus dan presisi, sama halnya dengan injakan di pedal kopling yang tergolong ringan.

image017

 

Rasio antara gigi 1 hingga gigi 6 tergolong sangat lebar, dengan gigi 1 yang kasar (4,685 : 1 pada tipe VL M/T dan 4,887 : 1 pada tipe VL A/T). Sangat ideal untuk melahap medan off-road berat sekalipun, apalagi ditunjang torsi ‘badak’ 450Nm yang dituai di putaran mesin rendah (2.000rpm).

Untungnya trek off-road Pagedangan, BSD, Tangerang Selatan, menyajikan berbagai obstacle (rintangan) yang cukup lengkap untuk menguji kemampuan off-road unit uji NP300 Navara tipe VL M/T. Selain benar-benar bisa menguji berbagai fitur penunjang off-roading, setidaknya saya dapat merasakan langsung kemampuan ‘kaki-kaki’ dan pengendaraannya di medan berat.

image019

 

Pada dasarnya sistem penggerak 4-roda (4x4) NP300 Navara menggunakan model part-time 4x4 dengan teknologi ‘Shift-on-the Fly’ dan dua pilihan mode penggerak 4-roda, yaitu 4H dan 4L, serta satu penggerak 2-roda (RWD). Dengan sistem shift on-the-fly, Anda bisa mengaktifkan sistem gerak 4-roda pada mode 4H dalam kondisi mobil berjalan dengan kecepatan hingga 60km/jam. O ya, aktivasi perpindahan sistem penggerak roda NP300 juga sangat praktis, karena menggunkan model tombol putar. Anda tinggal tekan dan putar untuk memilih sistem penggerak-roda 2WD, 4H, dan 4L.

image009

Faktanya, fitur shift-on-the-fy hanya satu dari banyak fitur standar lain pada NP300 tipe VL. Pikap kabin-ganda Nissan ini juga dibekali fitur Hill Descent Control (HDC), yang secara otomatis membuat NP300 mampu merayap menuruni jalan curam hanya dengan mengaktifkan tombol HDC yang ada di bawah panel AC dan sistem penggerak 4-roda pada posisi 4L dengan gigi 1. Tinggal lepas pedal gas, kopling, maupun rem, dan Navara akan merayap pelan menuruni jalur curam. Kalaupun Anda tak sengaja menginjak pedal kopling di turunan curam, jangan khawatir mobil akan meluncur tak terkendali, karena ada fitur Active Brake Limited Slip (ABLS) yang akan mengambilalih pengereman secara otomatis.

image023

image025

 

Lalu di tanjakan dengan sudut kemiringan sekitar 35-40 derajat, saya menjajal fitur Hill Start Assist (HSA) -- dengan menekan tombol di dekat tuas transmisi -- yang mampu menahan mobil selama 3 detik setelah melepas pedal rem saat berhenti di tanjakan,  sehingga pengemudi punya waktu untuk memindahkan kaki ke pedal gas untuk melaju lagi. Kombinasi torsi besar (450Nm) plus rasio gigi 1 kasar (4,685 : 1 pada tipe VL M/T dan 4,887 : 1 pada tipe VL A/T), rasio ‘low’ (4L) di transfer case kedua tipe 2,717 : 1, serta rasio gigi akhir (final gear ratio) di diferensial mencapai 3,692 : 1 (pada tipe VL M/T) dan 3,357 : 1 (pada tipe VL A/T), menghasilkan crawl ratio (rasio gear yang menggambarkan kemampuan merayap dengan sistem penggerak 4-roda aktif. Semakin besar angkanya, semakin tinggi pula kemampuan merayapnya dalam kecepatan yang sangat rendah) mencapai 46,996:1 (dibulatkan menjadi 47 : 1) pada tipe VL M/T dan 44,57:1 (dibulatkan menjadi 45 : 1) untuk tipe VL A/T. Crawl ratio di atas 40 : 1 jelas menunjukkan kemampuan merayap all new Navara di atas rata-rata off-roader standar. Tak heran jika pikap andalan Nissan ini mudah saja merayapi tanjakan curam bersudut 35 derajat tanpa menekan pedal gas sama sekali.

image027

Kesempatan menjajal fitur lainnya, Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), dan Traction Control System (TCS) dilakukan di trek tanah relatif datar dan luas dengan cara melakukan pengereman mendadak sekaligus berbelok di kecepatan sekitar 60km/jam. Hasilnya, laju NP300 terbukti mampu dikontrol tanpa mengalami understeer atau oversteer  dan berhasil menghindari cone (kun) yang menjadi patokan. Sementara fitur Vehicle Dynamic Control (VDC) dicoba di trek yang sama dengan melewati obstacle ‘angka 8’ (VDC dan ABS juga bekerja di jalan aspal). Saat diaktifkan, fitur VDC yang bekerjasama dengan TCS akan memaksa NP300 selalu mengikuti perintah pengemudi, menghindari terjadinya gejala overshoot atau sliding berlebihan. Kalaupun Anda menonaktifkan TCS, fitur ini tetap akan bekerja secara otomatis dalam kondisi ekstrem, semisal ketika mobil sliding atau overshoot berlebihan tak terkontrol. TCS berkerja dengan cara mendistribusi torsi dari mesin ke masing-masing roda yang tidak atau kurang memperoleh traksi (selip) secara pintar, sehingga keempat roda selalu mendapat traksi maksimal dalam kondisi apapun.

image029

Di trek off-road dengan permukaan tanah yang tidak rata, saya harus memuji keunggulan travel suspensinya (artikulasi suspensi) yang cukup panjang. Apalagi ada bantuan dari fitur Limited Slip Differential (LSD) di gardan belakang plus intervensi Active Brake Limited Slip (ABLS) yang membuat NP300 mampu terus melaju meski hanya dengan dua roda yang memperoleh traksi. ABLS secara otomatis akan melakukan pengereman pada roda yang spin (tak memperoleh traksi) dan mengirim torsi dari mesin ke roda yang memperoleh traksi. Sementara LSD akan membagi torsi mesin sebanyak mungkin ke roda yang masih memperoleh traksi.

image031

 

Kabar baiknya, NP300 Navara tipe VL yang masuk pasar nasional dibekali suspensi belakang model 5-link live axle dengan per spiral, menggantikan model per daun pada pendahulunya, meskipun suspensi depan tetap mempertahankan model double wishbone yang sama namun dengan shock absorber dan lingkar per spiral yang telah direvisi untuk memperoleh pengendaraan lebih baik. Hasilnya, secara keseluruhan pengendaraan NP300 di permukaan jalan tidak rata jauh lebih halus dan nyaman dari pendahulunya, mirip dengan SUV berbasis pikap seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.  Pertanyaannya, apakah suspensi belakang  model 5-link live axle juga mengorbankan daya angkut barang pikap ini? Di antara para pemain di kelas pikap (Toyota Hilux, Ford Ranger, Mazda BT-50, Isuzu D-Max, Chevrolet Colorado dan Mitsubishi Strada Triton), rasanya saya bisa menyimpulkan bahwa pengendaraan Mitsubishi Triton dan Mazda BT-50 lebih berorientasi ‘life style’, diikuti Ford Ranger dan Toyota Hilux. Lalu, NP300 Navara? Menurut saya, pikap andalan Nissan ini berada di suatu tempat di antara Triton/BT-50 dan Ranger/Hilux.

image033

 

Kemudi Navara terbaru juga lebih responsif dari sebelumnya, meski akurasinya bukan yang terbaik (setidaknya masih terasa ada lebih dari tiga putaran ‘lock-to-lock’ dalam radius putar penuh). Kemudi juga sedikit berat, terutama ketika harus bermanuver di tempat sempit seperti lahan parkir. Untungnya, pilar-A Navara terbaru didesain lebih ramping dibanding pendahulunya, menghasilkan visibilitas ke depan dan samping yang lebih baik. Faktor ini, plus radius putar kemudi yang lebih kecil (6,2m), juga membuat NP300 mampu bermanuver lincah meski dimensinya lebih panjang dari pendahulunya. Gejala body roll (limbung) boleh dibilang sangat minim, meski kami hanya mencobanya bermanuver tajam di trek tanah pada kecepatan maksimal 60km/jam. Setidaknya, hasilnya cukup mengesankan dibandingkan pendahulunya.

image035

Spesifikasi Teknis All New Nissan NP300 Navara VL 4x4 2015

Mesin                     : YD25DDTi 4-silinder 2.488cc, DOHC, VGS Turbo intercooler
Tenaga maks          : 190hp @3.600 rpm
Torsi maks             : 450Nm @2.000 rpm
Sistem penggerak-roda: Part-time 4WD dengan High dan Low range ratio
Transmisi              : Manual 6-speed dan otomatis 7-speed dengan mode manualRasio antar-gear tipe Manual 6-speedGear    1   4,6852   2,4783   1,6234   1,207

5   1,0

6   0,808

 

Rasio antar-gear tipe Otomatis 7-speed

Gear    1   4,887

2   3,170

3   2,027

4   1,412

5   1,0

6   0,864

7   0,775

 

Final Gear

A/T      3,357 : 1

M/T     3,692 : 1

 

Transfercase Ratio

High    1,0

Low     2,717

Dimensi                : 5.255mm (P) x 1.850mm (L) x 1.820mm (T)
Wheelbase            : 3.150mm
Bobot bersih       : 1.939kg
Kapasitas tangki   : 80 liter
Velg dan Ban        :  255/60R 18’
Suspensi            : Independent double whisbone + stabilizer (depan), 5-link per spiral + shock absorber
Harga                   : Rp380 juta (tipe SL M/T), Rp 415 juta (tipe VL M/T), dan tertinggi Rp 430 juta (tipe VL A/T)

Review Score by BestCar.id

  • In the cabin7.5
  • On the road8.5
  • 8

    Score

    Tak peduli seberapa halus atau canggih NP300 Navara di jalan raya, pada akhirnya kunci kemenangan bersaing di segmen ini terletak pada kemampuan dan kenyamanannya di medan kasar non-aspal. Untungnya, sejauh ini tampaknya NP300 lebih dari mampu melakukannya.