Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search
KijangMilestone-1

Toyota Kijang – the Milestone

BestCar Indonesia – Sekitar tahun 1972, presiden Filipina saat itu, Ferdinand Marcos, mengeluarkan semacam kebijakan untuk membuat kendaraan utilitas sederhana (Basic Ultility Vehicle/BUV) untuk meningkatkan modernisasi kendaraan di Negara itu. Adalah Volkswagen menjadi yang pertama mengajukan diri untuk mewujudkan kebijakan itu, dengan menghadirkan VW Sakbayan. Sementara Toyota yang mulai sukses dengan sedan Corolla kemudian ikut juga dalam pembuatan BUV yang diberi kode desain ‘F’ tersebut.

Prototipe BUV Toyota yang – versi produksinya nanti dinamakan ‘Tamaraw’ (kerbau – dalam bahasa Tagalog) —  dipamerkan pada tahun 1975 di Filipina serta di ajang Jakarta Fair 1975. Prototipe BUV Toyota itu sangat sederhana, bahkan jendelanya hanya dibekali bahan terpal dengan ‘kaca’ jendela berbahan plastik bening. Konon desain konsep BUV Toyota ini kemudian diperbaiki oleh Mahasiswa asal Indonesia dan akhirnya diberi nama ‘Kijang’.

Kisah asal mula Toyota Kijang sendiri tidak bisa dipisahkan dari dorongan pemerintah untuk mengembangkan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS) di era 1970-an. KBNS adalah kendaraan serbaguna dengan harga yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Pemunculan nama binatang pada kendaraan niaga ini karena Filipina telah lebih dulu menggunakan nama “Tamaraw”. Maka kemudian dipilih nama “Kijang” untuk menggambarkan kelincahan.

1 st Generation 1977 – 1980: Kijang Buaya

Toyota Kijang pertama kali diperkenalkan pada tanggal 9 Juni 1977 yang hadir dalam bentuk pick-up (pikap). Generasi pertama Kijang dijual pertama kali di ajang Jakarta Fair pada tanggal 9 Juni 1977 dengan harga kurang lebih Rp 1.500.000. Kijang saat itu hanya dijual dalam bentuk pick-up standard deck saja, dengan 1 pilihan mesin yaitu mesin Toyota 3K 4-silinder segaris berkapasitas 1.200cc yang sama seperti yang dipakai Toyota Corolla.

Setahun kemudian, masyarakat mulai melihat kegunaan lain dari Kijang yaitu untuk mengantar keluarga. Fenomena ini ditangkap oleh sejumlah karoseri dengan membuat bodi minibus untuk Kijang. Masyarakat menerima dengan baik, karena Kijang memiliki kabin yang lapang dan hadirnya bonnet (mesin di depan) dinilai lebih memberikan rasa aman ketimbang minibus tanpa hidung yang saat itu menjadi primadona sebagai alat angkut penumpang. Dari sinilah legenda Kijang sebagai mobil keluarga dimulai.

KijangMilestone-2

Ciri khas generasi pertama yang mungkin sampai sekarang masih diingat adalah pintu yang tidak disertai dengan jendela, melainkan bahan terpal dengan ‘kaca’ jendela berbahan plastik bening. Selain itu, hadirnya bonnet atau hidung juga menjadi daya tarik tersendiri, karena kala itu kendaraan KBNS lainnya tidak memiliki bonnet. Dengan hadirnya bonnet, pengemudi merasa lebih aman.

Selain ciri khas tersebut, Kijang Generasi Pertama memiliki nama panggilan yang cukup unik, yaitu “Kijang Buaya”. Konon julukan ini timbul lantaran struktur kap mesin yang overlap hingga ke sisi bodi, sehingga ketika dibuka mirip dengan mulut buaya yang sedang menganga. Generasi ini menggunakan mesin Corolla, 3K 1.200cc yang memang terkenal ‘bandel’.

2 nd Generation 1981 – 1985: Kijang Doyok

Pada September 1981, Kijang Generasi kedua hadir dengan bodi yang lebih halus, letak engsel pintu yang tersembunyi, kap mesin yang hanya membuka di bagian atas moncong, serta grille dan permukaan pintu sejajar bodi. Mesin yang digunakan pun berubah menjadi 5K 1.500 cc untuk memberikan performa yang lebih baik. Dengan sederet perubahan ini, masyarakat semakin menyadari utilitas dan peran Kijang sebagai mobil keluarga.

KijangMilestone-4

KijangMilestone-3

KijangMilestone-5

Pada tahun 1984, inovasi kembali dilakukan pada Kijang ‘Doyok’ generasi kedua ini, khususnya pada grille dan bumper. Dibanding dengan pendahulunya, Kijang Doyok telah dilengkapi dengan detail yang membuatnya terlihat lebih layak sebagai mobil: Kijang Doyok akhirnya dilengkapi dengan jendela kaca dan bukaan pintu yang lebih nyaman.

Sama halnya dengan Kijang ‘Buaya’, penamaan ‘Kijang Doyok’ datang dari masyarakat. Kijang generasi kedua ini dinamakan Kijang Doyok mungkin lantaran sosoknya yang kotak-kotak kerempeng diidentikkan dengan tokoh kartun Doyok di harian Pos Kota. Bisa juga lantaran baik karakter Doyok maupun Kijang sama-sama populer saat itu, dan dianggap ikon potret rakyat Indonesia sesungguhnya.

3 rd Generation 1986 – 1996: Kijang Super

Kijang Super yang diluncurkan pada tahun 1986 memperkenalkan terobosan terbaru dalam proses produksi, yaitu teknologi full pressed body yang dapat mengurangi 2 – 5kg dempul per mobil. Teknologi full pressed body merupakan suatu teknologi canggih kala itu berupa pengepresan pelat body setebal 1,2mm oleh mesin cetak bertekanan 1.500 ton. Mesin ini didatangkan dari Jepang untuk membuat setiap bentuk dan lekukan panel-panel bodi agar lebih presisi. Dari setiap uraian cetakan panel-panel bodi yang telah dipress selanjutnya disambung dan dilas. Teknologi ini dapat mengurangi 2 – 5 kg dempul per mobil.

Kijang adalah minibus pertama di Indonesia yang mengadopsi pola produksi model seperti ini. ‘Kijang Super’ hadir dalam dua versi, yaitu chassis pendek (KF40) dan chassis panjang (KF50). Fokus pemasaran dari Kijang Super ini juga mulai bergeser dari konsep niaga menjadi kendaraan keluarga.

KijangMilestone-6

KijangMilestone-7

Di tahun 1992, Kijang Grand Extra hadir dengan teknologi Toyota Original Body (TOB). Kalau sebelumnya komponen bodi pada sistem full pressed body (FPB) sebanyak 30 panel, maka teknologi TOB hanya terdiri dari 8 komponen bodi. Dengan teknik pengelasan yang makin modern, membuat Kijang menjadi minibus dengan kualitas produksi setara sedan. Perbedaan FPB dan TOB? FPB berhasil mengurangi pemakaian dempul, sedangkan TOB sama sekali tidak melibatkan dempul. Ini menjadi terobosan berarti dalam dunia industri minibus.

Bagian eksterior Kijang Grand Extra juga semakin modern dan dinamis, ditunjang dengan perubahan interior seperti desain dashboard baru dan hadirnya AC double blower. Selain itu, terdapat pula penyempurnaan pada karburator.

Pada 1995, terdapat improvement dari Kijang sebelumnya, terutama pergantian mesin dari 5K 1.500cc menjadi 7K 1.800cc. Dari segi eksterior juga dibedakan dengan hadirnya grille tegak.

Kijang Generasi 3 ini berhasil mencetak sejarah pada tahun 1989, dengan peluncuran Kijang ke 200.000 unit yang bertepatan dengan produksi Toyota ke 500.000 unit.

4 th Generation 1997 – 2004: Kijang Kapsul

Kijang Kapsul yang hadir pada tahun 1997 memiliki perubahan bentuk total disbanding pendahulunya. Kijang Kapsul tampil lebih aerodinamis, dengan lekukan yang lebih halus. Untuk pertama kalinya, Kijang hadir dalam varian diesel dan transmisi otomatis.

KijangMilestone-8

Di tahun 2000, Kijang dengan sistem pasokan bahan bakar Electronic Fuel Injection (EFI) hadir dengan penyegaran pada lampu, bumper, dan dashboard. Di tahun ini pula Kijang memasuki era baru yaitu mesin dengan teknologi fuel injection. Lalu pada tahun 2002 Kijang Kapsul Facelift hadir dengan perubahan pada grille, lampu depan, dan lampu belakang yang dilengkapi garnish.

Kijang generasi keempat ini semakin mengukuhkan posisi Kijang sebagai mobil keluarga Indonesia yang sesungguhnya.

KijangMilestone-9

5 th Generation 2004 – 2015: Kijang Innova

Tahun 2004 merupakan milestone penting, karena Kijang bargabung dengan proyek global IMV bersama Hilux dan Fortuner. Tampilan dari Kijang Innova sama sekali baru menjelma menjadi MPV sesungguhnya.

KijangMilestone-11

KijangMilestone-12

Walaupun terlihat berbeda sekali dengan Kijang pendahulunya, Kijang Innova tetap memiliki ‘benang merah’ dengan Kijang Buaya, Doyok, Super, dan Kapsul. Benang merah tersebut adalah adopsi chassis ladder yang membuat Kijang Innova sedikit berbeda dibanding MPV modern lainnya yang menggunakan konfigurasi monocoque (monokok).

Kijang Generasi Kelima ini dibekali sejumlah teknologi khas abad ke-21 seperti mesin berteknologi VVT-i, diesel common rail, hingga multi information display dan airbag.

Kijang Innova juga memiliki fleksibilitas kabin a la MPV modern, dimana jok baris ketiga bisa dilipat menyamping ke arah jendela, dengan bangku baris kedua digulingkan. Hasilnya, kapasitas bagasi mampu menampung lebih banyak, bahkan 2 unit sepeda gunung.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 lalu, Kijang Innova telah mengalami beberapa kali improvement demi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

6 th Generation 2015: Kijang All-New Innova

Kesuksesan Toyota Kijang terdahulu dan Kijang Innova menghadirkan tantangan bagi Executive Chief Designer Hiroki Nakajima dalam mengembangkan Innova terbaru ini. Nakajima sadar, bahwa menghadirkan sebuah kendaraan yang legendaris serta memiliki pelanggan setia tidaklah mudah, terutama di era modernisasi seperti sekarang.

KijangMilestone-13

Nakajima dan tim akhirnya berkeliling ke negara-negara yang memiliki produk Innova untuk mengetahui kebutuhan apa yang ingin dipenuhi oleh pelanggan terhadap Kijang Innova. Selama ‘survei’ yang dilakukannya, Nakajima menemukan bahwa banyak pemilik Kijang Innova yang melakukan customizing terhadap kendaraan mereka agar tampil sesuai keinginan, antara lain menggunakan ban lebih besar, seolah mengalihkan kepraktisan dan fungsi dari sebuah MPV.

Dengan perkembangan zaman seperti sekarang ini, konsumen tidak hanya membutuhkan MPV yang fungsional dengan spesifikasi mumpuni, tapi juga menginginkan desain yang modern dan stylish. Untuk mencapai misi ini, Nakajima mengembangkan Innova berdasarkan dua pendekatan: pertama, mempertahankan ‘DNA’ sukses yang sudah ada pada Innova dan Kijang terdahulu untuk konsumen setia Innova. Kedua, pendekatan kepada konsumen yang menginginkan nilai baru pada Innova.

Nakajima pun dengan bangga menyampaikan bahwa All New Kijang Innova terbaru ini beralih menjadi Multi-Performance Vehicle.

 

 

 

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *