Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search
diesel-04

Teknologi Common Rail Diesel

‘Sesuatu’ yang dimaksud adalah teknologi common rail. Pada dasarnya, common rail adalah varian terbaru dari teknologi sistem injeksi langsung (direct injection) yang dikembangkan untuk mesin Diesel. Sistem common rail mengandalkan satu rangkaian jalur bahan bakar bertekanan tinggi yang dipakai bersama-sama (high pressure common fuel rail) untuk menginjeksikan solar ke dalam ruang bakar melalui injektor individual. Tekanan injeksi yang tinggi dibangkitkan oleh sebuah pompa khusus yang dikontrol oleh ECU (electronic control unit) untuk mengoptimalkan proses pembakaran dalam ruang bakar. Sedangkan ECU sendiri bertugas melakukan pengukuran kebutuhan bahan bakar dan pengaturan kerja sistem injeksi.

Secara umum, sistem common rail memiliki beberapa ‘aktor’ utama dengan karakter penting. Pertama, ECU untuk mengendalikan operasional seluruh sistem mulai dari pompa bahan bakar, pompa tekanan tinggi, hingga injektor. Kedua, pompa tekanan tinggi (tekanan maksimal 1.600 bar untuk sistem common rail generasi dua dan 2.400 bar untuk generasi tiga). Ketiga, common fuel rail yang menampung solar bertekanan tinggi sebelum dibagikan ke setiap injektor. Keempat, injektor yang bertugas menginjeksikan solar ke dalam ruang bakar dengan metode injeksi bertekanan tinggi dan kontinyu. Sistem common rail memakai injektor dengan lubang injeksi yang sangat kecil, jauh lebih kecil daripada sehelai rambut sehingga solar yang diinjeksikan mengalami atomisasi, bukan lagi dalam bentuk kabut. Begitu kecil dan presisinya lubang injeksi menyebabkan injektor pada sistem common rail menjadi amat rentan terhadap solar kotor dan berkualitas buruk.

Dari segi operasional, sistem common rail memiliki tiga ciri spesifik. Pertama, injeksi solar yang berlangsung dalam tekanan tinggi secara kontinyu. Sistem common rail dapat melakukan beragam injeksi; pilot injection, main injection dan post injection dalam waktu singkat dan berurutan. Kedua, adanya fuel mapping yang sangat variabel. Ketiga, waktu injeksi (dan volume injeksi) yang sangat akurat. Alhasil, bukan hanya performa yang meningkat, juga hemat bahan bakar dan yang paling penting adalah emisi rendah, kebisingan menurun dan getaran berkurang. Sistem common rail juga didukung sistem penyaring emisi gas buang berupa catalytic converter dan Diesel particulate filter (DPF) yang canggih. Disebut canggih karena perangkat DPF mampu melakukan regenerasi aktif (oksidasi) secara cepat terhadap partikel emisi yang terperangkap di dalam perangkat tersebut. Agar perangkat DPF tidak lekas tersumbat dan rusak akibat penumpukan partikel, sistem common rail mewajibkan pemakaian solar dengan kandungan sulfur rendah (kurang dari 50 ppm dan dalam beberapa kasus membutuhkan solar tanpa sulfur).

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *