Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search
penggerakroda1

Sistem Penggerak-Roda: 2WD, 4WD atau AWD?

  • Perbedaan traksi antara mobil 2WD, 4WD atau AWD
  • Perbedaan 4×4 dan 4×2 part-time, full-time dan otomatis.  Bagaimana pula dengan AWD? 

BestCar Indonesia – MOBIL-mobil yang beredar di jalanan sekarang ini umumnya dikenal sebagai kendaraan berpenggerak dua-roda (2WD), dimana seluruh tenaga mesin disalurkan hanya ke kedua roda belakang atau depan saja untuk menjalankan mobil. Jika yang menjadi penggerak adalah roda depan maka disebut front wheel-drive (FWD), dan umumnya dipakai pada jenis mobil penumpang atau minivan karena alasan efisiensi ruang. Mobil FWD memiliki ruang mesin yang lebih kecil, sehingga menyisakan lebih banyak ruang bagi penumpang dan barang. Karena yang menggerakkan mobil roda depan, ban menjadi tidak gampang selip dalam kondisi jalan licin oleh karena titik berat berada di bagian depan. Saat berjalan, roda depan mobil FWD juga berfungsi menarik beban, bukan mendorong bagian belakang mobil seperti pada mobil berpenggerak roda-belakang atau rear wheel-drive (RWD).

penggerakroda2

Kendaraan dengan kategori gerak roda-belakang (RWD/rear-wheel drive) beban kerjanya lebih sedikit dibanding mobil berpenggerak roda-depan (FWD), karena roda depannya hanya berfungsi sebagai kemudi. Pada mobil FWD, roda depan berfungsi sebagai penggerak sekaligus sebagai kemudi, sehingga beban kerjanya lebih berat. Sistem penggerak roda-belakang (RWD) biasanya digunakan pada mobil-mobil pikap, SUV, dan kendaraan jenis angkutan kelas berat sejenis truk. Di arena sport, RWD sangat berguna dan banyak diaplikasi mobil-mobil sport karena kemantapan dan handling yang baik.

Kini, kelemahan pada traksi mobil-mobil 2WD – yang menyebabkan kemungkinan roda selip di jalan licin – dapat diatasi dengan fitur kontrol traksi (traction control). Fitur elektronis yang diatur komputer ini sangat membantu menghindari gejala roda selip, terutama saat mobil berakselerasi di permukaan aspal basah dan licin. Bayangkan, telapak ban mobil 2WD Anda yang biasanya tidak maksimal mencengkeram aspal saat musim hujan, kini jauh lebih stabil meluncur pada jalurnya berkat adanya kontrol traksi.

penggerakroda3

Setelah sistem penggerak dua-roda (2WD, baik RWD maupun FWD), kemudian dikenal pula sistem penggerak empat-roda atau four-wheel drive (4WD). Berbeda dengan 2WD, sistem four-Wheel Drive menyalurkan tenaga ke seluruh roda jika diperlukan. Daya mesin dibagi rata 50:50 untuk roda depan dan belakang. Pada sistem 4WD, girboks (transmisi) dipisahkan dengan transfer case yang memiliki dua tingkat kecepatan (high dan low range ratio).

Awalnya berkembang lebih dulu sistem penggerak empat-roda (4WD) non-permanen alias part-time 4WD. Sistem part-time 4WD lebih fleksibel karena bisa berfungsi menjadi 2WD berkat transfer case yang terpisah tadi. Saat meluncur di jalan raya, Anda cukup menggunakan gerak dua-roda (2WD) – umumnya dalam bentuk RWD – dan sistem 4WD baru diaktifkan saat dibutuhkan ketika berhadapan dengan medan off-road. Untuk medan off-road ringan, semisal jalan basah-licin atau berlumpur ringan, cukup menggunakan gigi transfer ‘high’ (high range ratio). Namun Anda harus memakai mode gigi transfer ‘low’ (low range ratio) saat harus menembus medan off-road berat seperti mendaki bukit terjal dengan kemiringan lebih dari 45°, melintasi jalan berlumpur dalam, atau melintasi sungai dengan kedalaman lebih dari 50cm.

penggerakroda4

Sayangnya, selain lebih mahal, lebih rumit, dan bobotnya lebih berat, sistem 4WD juga terkenal boros bahan bakar. Perlu dipahami juga bahwa sistem part-time 4WD tak bisa sembarang pakai pada permukaan jalan normal yang kering (seperti aspal) karena akan merusak sistem drivetrain-nya (dari transmisi hingga ban) akibat terjadinya “wind-up” (rusaknya gigi-gigi transmisi dan diferensial/gardan akibat saling beradu-paksa). Toh kenyataannya banyak pemilik mobil 4WD justru jarang menggunakan mode gerak 4-roda mobilnya. Mobil jip, pikap, dan truk besar umumnya menggunakan sistem 4WD part-time yang masih difungsikan secara manual – ini juga salah satu kelemahannya, karena pengemudi butuh waktu untuk memindahkan terlebih dulu mode gerak 2-roda menjadi gerak 4-roda saat jalan tiba-tiba berubah licin.

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *