Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search
EksporTMMIN-1

Mengintip Peluang Ekspor Toyota dari TMMIN Tahun ini

Meski kinerja ekspor TMMIN menurun sepanjang tahun 2016 lalu, peluang tahun 2017 ini jauh lebih menggembirakan lewat perolehan angka ekspor 15.400 unit kendaraan utuh (CBU) untuk bulan Januari 2017 saja. Angka ini meningkat tajam, sekitar 76%, dibandingkan dengan total ekspor kendaraan bermerek Toyota pada Januari 2016 yang hanya berjumlah 8.800 unit. Sepertinya, target peningkatan ekspor 10% pada tahun 2017 optimis tercapai.

BestCar Indonesia – Tahun 2016 lalu mungkin merupakan tahun yang kurang menggairahkan bagi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Betapa tidak, kinerja ekspor ranting usaha Toyota Motor Corporation (TMC) itu anjlok cukup besar pada 2016 lalu. Mengacu data internal perusahaan, tahun lalu hanya tercatat  91.225 kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) yang dikirim dari pusat pabrik di Karawang, Jawa Barat. Dibandingkan dengan kinerja setahun sebelumnya (2015), maka terjadi penurunan yang cukup tajam, mencapai 19,8 persen dari 113.857 unit. Figur ini diperoleh dari perhitungan model-model yang diproduksi TMMIN, yakni Toyota Fortuner, Innova, Vios, Yaris, dan Sienta.

Lalu, bagaimana dengan peluang ekspor TMMIN tahun 2017 ini? Nah, berbeda dengan kondisi tahun lalu, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengawali tahun 2017 dengan perolehan angka ekspor yang menggembirakan, yaitu 15.400 unit kendaraan utuh atau CBU (Completely Built-Up) untuk bulan Januari 2017 saja. Angka ini meningkat cukup signifikan, sekitar 76%, dibandingkan dengan total ekspor kendaraan bermerek Toyota pada Januari 2016 yang hanya berjumlah 8.800 unit.

Toyota Fortuner kembali menjadi tulang punggung ekspor Toyota dengan menyumbangkan sekitar 5.000 unit, melanjutkan tren tahun lalu saat ekspor Fortuner mampu meraih porsi ekspor terbesar, yaitu 29% dari total keseluruhan ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota sepanjang tahun 2016.

EksporTMMIN-2

Tahun 2016 lalu, Toyota Fortuner juga tercatat sebagai salah satu produk ekspor Toyota yang mengalami kenaikan, dengan sumbangan 49.018 unit atau naik 16,5 persen dari tahun sebelumnya (2015) yang 42.052 unit. Hasil positif lain juga diperoleh berkat hadirnya model baru, Sienta, yang mulai diekspor tahun 2016 lalu, walaupun baru menyumbang 5.855 unit.

Penurunan ekspor terbesar tahun 2016 terjadi pada Toyota Vios. TMMIN hanya mampu mengirim 23.855 unit, anjlok 53,7 persen dari tahun sebelumnya yang sempat mencapai 51.545 unit. Sementara itu Toyota Innova juga bernasib serupa, harus turun 12,2 persen, dari 14.167 unit (2015) menjadi 12.428 unit (2016). Sementara itu, Toyota Yaris juga turun, meskipun jumlahnya tidak signifikan, dari 93 unit menjadi 69 unit saja.

Kondisi serupa juga dialami jika melihat dari kinerja ekspor semua produk bermerek Toyota. Dengan tambahan empat model lain, yakni Toyota Avanza, Rush, Agya, dan Town/Lite Ace, yang diproduksi terpisah oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kinerja ekspor tahun 2016 juga masih tercatat negatif. Meskipun demikian, penurunan yang terjadi tidak terlalu dalam, tidak sampai satu persen, yakni 169.098 unit, terpaut tipis dari tahun 2015 yang tercatat sebanyak 176.737 unit. Dari jumlah itu, produk yang diproduksi ADM mencapai 77.873 unit, naik 13 persen dari sebelumnya 68.880 unit (tahun 2015).

Dari total ekspor produk Toyota “non-TMMIN” tersebut,  Avanza merupakan penyumbang ekspor terbesar, mencapai 43.468 unit. Posisi kedua, ada Agya sebanyak 19.748 unit, kemudian mobil niaga Town/LiteAce sebanyak 14.582 unit, dan Toyota Rush dengan 75 unit.

Menurut Wakil Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, penurunan ekspor pada tahun 2016 lalu terjadi karena menyusutnya penyerapan dari Arab Saudi, salah satu negara tujuan utama di Timur Tengah. Melemahnya harga minyak dunia membuat negeri yang kaya akan komoditas tersebut kehilangan daya saing. “Maklum saja, Arab Saudi itu tujuan ekspor terbesar di Timur Tengah, jadi sangat berpengaruh ke kinerja total. Akan tetapi, negara lain mulai naik, khususnya tetangga, seperti  Vietnam dan Filipina,” kata Warih di Jakarta, Januari lalu.

EksporTMMIN-3

Yang menggembirakan, ekspor sedan Vios yang tahun lalu menurun tajam kini justru sebaliknya. Pada ekspor bulan Januari 2017 ini, Vios mampu mencatatkan volume ekspor sebesar 2.500 unit. Begitu pula dengan volume ekspor Kijang Innova, yang pada tahun ini genap berusia 40 tahun, mencapai 1.100 unit. Sementara model terbaru Toyota, yakni All-New Sienta, memberikan sumbangsih volume ekspor sebesar 600 unit. Untuk model Toyota lain yang juga diekspor adalah Yaris, Avanza, Rush, TownAce/LiteAce, dan Agya yang secara total membukukan angka sebanyak 6.200 unit pada ekspor Januari 2017 ini.

Warih sendiri mengaku optimis ekspor akan kembali naik lagi ke level 180.000 unit, atau meningkat sekitar 10 persen dari Toyota. Sebelumnya, optimisme yang sama juga diungkapkan pihak Gaikindo melalui sekretaris umum, Kukuh Kumara. Kukuh mengatakan, ekspor mobil secara utuh pada tahun ini diprediksi naik 7 persen dibanding tahun 2016 lalu, sebanyak 201.000 unit, secara nasional. “Kami berharap performa positif ekspor awal tahun ini dapat terus dipertahankan, sehingga target peningkatan ekspor sebesar 10% pada tahun 2017 dapat kami capai. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan daya saing global produk kami agar dapat diterima di semakin banyak negara tujuan,” tandas Warih Andang Tjahjono.

Sejak kegiatan ekspor perdana Toyota di tahun 1987 hingga Januari 2017, Toyota telah mencatatkan akumulasi volume ekspor kendaraan utuh sebanyak 1.065.100 unit. Pada tahun 1987, Toyota melakukan ekspor perdana unit Kijang Super atau Kijang Generasi Ke-3 dalam skala kecil dengan negara tujuan Brunei Darussalam dan beberapa negara di Asia Pasifik. Kegiatan ekspor Toyota terus meningkat sejak dimulainya proyek IMV (Innovative International Multi-purpose Vehicle) – proyek penggunaan platform global yang melibatkan tiga model dalam satu platform, yaitu Toyota Fortuner (SUV), Toyota Hilux (pikap/double-cabin), dan Toyota Kijang Innova (MPV) — pada tahun 2004. Pada saat itu, Toyota mengirimkan Kijang Innova dan disusul dengan Fortuner dalam jumlah signifikan ke beberapa negara di Asia-Pasifik serta Timur Tengah.

EksporTMMIN-4

Aktivitas ekspor kendaraan bermerek Toyota terus berkembang dengan semakin beragamnya model kendaraan utuh yang diekspor meliputi Avanza (mulai tahun 2004), Rush (mulai  tahun 2007), Town Ace & Lite Ace (mulai tahun 2008), Vios (mulai tahun 2013), serta Yaris dan Agya (keduanya dimulai tahun 2014). Model terbaru Sienta juga turut melengkapi varian kendaraan bermerek Toyota yang memulai debutnya di pasar Asia pada tahun 2016 lalu.

Selain mengekspor kendaraan utuh, TMMIN juga mengekspor kendaraan setengah jadi atau CKD (Completely Knocked Down), komponen kendaraan, alat bantu produksi di proses pengepresan (dies), alat bantu produksi di proses pengelasan (jigs), serta mesin bensin dan ethanol utuh tipe TR yang digunakan untuk seri kendaraan IMV seperti Fortuner dan Kijang Innova, dan tipe NR untuk seri kendaraan penumpang seperti Vios, Yaris dan Sienta.

Sepanjang Januari 2017, Toyota telah mengekspor lebih dari 3.500 unit CKD dan lebih dari 8 juta buah komponen. Mesin utuh tipe TR berbahan bakar bensin diekspor sebanyak 2.400 unit dan mesin utuh tipe TR berbahan bakar ethanol diekspor sebanyak lebih dari 700 unit. Sedangkan untuk mesin utuh tipe NR berbahan bakar bensin diekspor sebanyak 6.700 unit dan mesin utuh tipe NR berbahan bakar ethanol dieskpor sebanyak 350 unit.

Peningkatan kualitas produk merupakan faktor penting semakin dipercayanya produk buatan Karawang di pasar global. Saat ini, produk-produk bermerek Toyota baik berupa kendaraan utuh maupun terurai, mesin utuh dan komponen kedaraan serta alat bantu produksi dari Indonesia dapat ditemui di lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Timur Tengah.

 

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia

Kantor Pusat Jakarta Utara, Indonesia
Pendirian 12 April 1971

(Didirikan pertama-kali dengan nama PT. Toyota-Astra Motor)

Presiden Direktur Masahiro Nonami
Pemegang Saham Toyota Motor Corporation (95%), PT. Astra International (5%)
Karyawan 9.500

 

Pabrik-Pabrik PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia

Pabrik Pabrik Karawang 1 Pabrik Karawang 2 Pabrik Karawang 3 Pabrik

Sunter 1

Pabrik

Sunter 2

Lokasi Karawang, Indonesia Jakarta Utara, Indonesia
Mulai Beroperasi 1998 2013 2016 1973 1977
Produk Kijang Innova, Fortuner Etios Valco, Vios, Limo, Yaris, Sienta Mesin Bensin  & Ethanol tipe NR Mesin Bensin dan Ethanol tipe TR Stamping parts/dies, iron castings
Kapasitas Produksi Tahunan 130.000 unit 120.000 unit 216.000 unit Mesin: 195.000 unit;

Iron castings: 12.000 ton

 

Peningkatan Kualitas Ekspor

Toyota memiliki komitmen yang kuat untuk secara aktif memberikan kontribusi positif kepada bangsa Indonesia melalui kegiatan ekspor. Menjaga kualitas produk-produk yang diekspor merupakan faktor penting dalam peningkatan ekspor. Upaya-upaya peningkatan ekspor tersebut, antara lain melalui pendalaman industri otomotif terutama industri komponen lokal, pembaruan serta perbaikan secara terus menerus pada kegiatan logistik di Toyota, serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

EksporTMMIN-5

Ribuan komponen dibutuhkan untuk memproduksi satu unit kendaraan secara utuh. Dalam industri otomotif, 70% komponen berasal dari rantai pemasok, sedangkan 30% sisanya diproduksi secara mandiri (in-house). Hal ini menunjukkan bahwa pemasok memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas produk. Toyota berkolaborasi dengan rantai pemasok, guna menjaga dan meningkatkan kualitas produk. Di antaranya, melalui pelatihan serta pendampingan keterampilan dan pengetahuan SDM yang dilengkapi dengan penerapan manajemen produksi sesuai dengan Sistem Produksi Toyota (Toyota Production System) di perusahaan pemasok.

“Dengan semakin berkembangnya kualitas produksi dari rantai pemasok, Toyota berharap peningkatan ekspor akan terus terjadi bukan hanya dalam bentuk kendaraan utuh, melainkan juga dalam bentuk mesin dan komponen kendaraan. Oleh karena itu, kami akan terus fokus untuk berperan aktif dalam upaya pendalaman industri komponen otomotif bersama pemasok lokal di Indonesia”, ungkap Edward Otto Kanter, Direktur Senior TMMIN.

Secara internal, terdapat dua hal yang kini menjadi fokus utama Toyota dalam  peningkatan kualitas produk, yaitu penyempurnaan sistem logistik dan pengembangan SDM. Di bidang logistik, perbaikan dilakukan dengan penerapan sistem pengiriman yang terpadu. Standarisasi, indikator kinerja yang terukur serta manajemen harian terpadu menjadi elemen yang harus dipenuhi dengan penerapan sistem ini. Sistem logistik terpadu juga mengusung penerapan Teknologi Informasi (Information Technology/IT), seperti penggunaan aplikasi tracking di setiap truk pengangkut (car carrier) serta barcode dan komputerisasi dalam pendataan kendaraan untuk menghindari kesalahan pengiriman produk.

EksporTMMIN-6

Sebelum menerapkan sistem ini, Toyota telah terlebih dahulu melakukan pelatihan dalam meningkatkan keahlian SDM di perusahaan-perusahaan pemasok, sehingga kualitas pengangkutan dan pengiriman dari pabrik-pabrik Toyota di Sunter maupun Karawang tetap terjaga hingga tiba di pelabuhan ekspor Tanjung Priok.

“Dukungan sistem logistik yang terpadu juga merupakan salah satu kunci utama untuk memberikan pelayanan pengiriman yang tepat waktu dengan kualitas produk yang terus terjaga hingga diterima oleh pembeli di negara tujuan ekspor. Keseluruhan upaya ini kami lakukan untuk memperkuat peran Toyota sebagai basis ekspor, serta mendukung cita-cita dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat pelabuhan regional (port hub) di kawasan Asia Pasifik,” papar Edward lagi.

Di bidang pengembangan SDM, sesuai dengan semangat “We build people before build products”, Toyota menjadikan karyawan sebagai bagian terpenting dalam menghadirkan kendaraan dengan kualitas global. Toyota Indonesia memiliki beberapa instrumen pengembangan SDM, antara lain berupa pusat pelatihan di Pabrik Karawang dan Sunter, sebuah akademi manufaktur otomotif yaitu Toyota Indonesia Academy (TIA), mendorong idea suggestion (ide perbaikan) dari karyawan dengan pendekatan bottom-to-top, Quality Control Cycle (QCC) atau gugus kendali mutu, dan mengikutsertakan karyawan di ajang kompetisi keahlian di tingkat nasional, regional, dan maupun internasional.

EksporTMMIN-7

“Keberhasilan produk Toyota di kancah domestik dan internasional tidak bisa dilepaskan dari pencapaian dan kerja keras para karyawan untuk selalu mengutamkan kualitas. Dengan memegang teguh prinsip ‘Continuous Improvement’ atau ‘Perbaikan Tanpa Henti’ kami membentuk dan membangun karakter SDM Toyota Indonesia yang berdaya saing dunia,” ujar Bob Azam, Direktur Administrasi PT TMMIN.

Toyota Indonesia sesuai dengan semangat “Toyota Berbagi” (Bersama Membangun Indonesia) berkomitmen untuk terus-menerus memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui peningkatkan aktivitas produksi, ekspor, distribusi, dan layanan pelanggan di Indonesia. Selain itu Toyota juga selalu mengembangkan produk-produk yang melebihi ekspektasi pelanggan seiring dengan semangat untuk berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan industri otomotif Indonesia.

Teks & Foto: Esa Wijayantoro

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *