Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Memahami Soal Cairan Rem a la PRESTONE

Faktanya, ada banyak hal yang tidak dipahami masyarakat dan bahkan penggunanya tentang brake fluid (cairan rem) yang sering disalahistilahkan sebagai ‘minyak rem’. Workshop ini mengedukasi pengguna kendaraan bermotor agar menjadi lebih paham mengenai cairan rem, apa fungsinya, bagaimana cara kerjanya, dan apa yang sebaiknya dilakukan dalam penggunaan cairan rem.

BestCar Indonesia – PT Autochem Industry, distributor produk aftermarket PRESTONE, MASTER, Busi AUTOLITE dan Filter FRAM, punya cara tersendiri dalam menanamkan brand image di benak konsumennya. Tak sekadar memperkenalkan produk terbarunya, tetapi juga mengedukasi masyarakat dengan cara berbagi ilmu. Dan, itulah yang dilakukan PT Autochem Industry ketika menggelar Media Workshop seputar cairan rem (brake fluid) di ajang pameran otomotif tahunan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Kamis (25/07/2019).

Dengan pengalaman sebagai agen tunggal cairan rem PRESTONE untuk pasar Indonesia sejak tahun 1984, PT Autochem Industry menggandeng Taqwa Suryo Swasono dari Garden Speed selaku Chief Mechanic Autochem Racing, sebagai pembicara untuk berbagi ilmu mengenai fakta-fakta terkini seputar cairan rem.

Faktanya, ada banyak hal yang tidak dipahami masyarakat dan bahkan penggunanya tentang brake fluid (cairan rem). “Para pemilik kendaraan bermotor terkadang tak mengerti apa itu cairan rem. Mereka bahkan kerap menyebutnya sebagai ‘minyak rem’. Padahal yang disebut cairan rem ini bukanlah minyak, karena sifatnya higroskopis atau menyerap air,” ujar Robby Hartono, Direktur PT Autochem Industry saat membuka workshop tentang cairan rem bersama media di ICE BSD City, Kamis (25/07/2019).

Hal inilah, lanjut Robby Hartono, yang membuat PT Autochem Industry berinisiatif untuk mengadakan diskusi bersama media berkaitan dengan segala hal tentang brake fluid atau cairan rem. “Melalui media, kami berharap agar pengguna kendaraan bermotor menjadi lebih paham mengenai cairan rem, apa fungsinya, bagaimana cara kerjanya, dan apa yang sebaiknya dilakukan dalam penggunaan cairan rem,” tambahnya.

Dalam workshop seputar cairan rem, Taqwa membuka sesinya dengan menerangkan apa itu brake fluid alias cairan rem. “Brake fluid yang sering diistilahkan secara salah oleh masyarakat sebagai ‘minyak rem’, sebetulnya merupakan cairan (fluida) dalam system rem hidrolik yang bertugas untuk menyalurkan tekanan dari master rem menuju kaliper rem di roda. Bahan dasarnya ada dua, yaitu berbasis glycol yang sifatnya menyerap air (higroskopis) dan silicon, yang tidak menyerap air,” paparnya.

Sementara rem itu sendiri secara keseluruhan prosesnya bekerja dalam waktu 0,2 detik sejak pedal rem ditekan, menyalurkan brake fluid menuju piston di kaliper rem. Selanjutnya, piston di kaliper rem akan mendorong kampas rem agar bergesekan dengan cakram atau tromol di roda. “Nah, gesekan yang terjadi ini akan menimbulkan panas, yang secara otomatis akan ikut membuat cairan rem juga ikut panas,” ujar Taqwa.

Karena itu, lanjut Taqwa, hal yang penting dipahami mengenai karakter penting pada cairan rem atau brake fluid adalah titik didihnya (boiling point). Sistem hidrolik pada rem mengandalkan kompresi cairan (fluida) untuk menyalurkan tekanan, dan fluida itu sendiri merupakan zat yang tidak bisa dikompresi. Sifatnya terbalik dengan gas, yang merupakan zat yang dapat dikompresi.

“Jika cairan rem mendidih (berubah menjadi gas) akibat panas yang terjadi oleh gesekan kampas rem dengan cakram atau tromol, maka ia akan kehilangan kemampuannya dalam menyalurkan tekanan dari master rem ke kaliper rem di roda. Dan inilah biasanya yang menyebabkan kegagalan dalam menggerakkan fungsi rem…kita menyebutnya ‘rem blong’,” papar Taqwa.

Menurutnya, suhu yang terjadi pada rem kendaraan harian bisa mencapai 427o Celcius atau sekitar 800o Farenheit, tergantung kondisi jalan dan beban kendaraan. Karena itu, cairan rem dengan titik didih yang lebih tinggi akan semakin baik, karena tidak mudah mendidih dan berubah menjadi gas.

Soal titik didih cairan rem ini banyak yang tidak dipahami oleh pengguna kendaraan bermotor. Titik didih pada brake fluid sendiri sebetulnya dibagi dua, yaitu dry boiling (titik didih cairan rem dalam kondisi baru, yang segelnya sama sekali belum dibuka) dan wet boiling (titik didih cairan rem yang telah terkontaminasi oleh air dengan kandungan minimal 3%, biasanya karena segel atau tutupnya telah dibuka).

“Perbedaan titik didih antara cairan rem dalam kondisi baru dan yang segelnya telah dibuka itu cukup besar, sekitar 150o C. Jadi begitu tutup cairan rem dibuka dan tidak langsung digunakan, maka ia sudah tergolong wet boiling alias sudah terkontaminasi air,” ungkap Taqwa.

Masih menurut Taqwa, kondisi iklim di Indonesia dengan tingkat kelembaban 60% – 80% sangat berpengaruh terhadap kondisi cairan rem, yang pada akhirnya akan berimbas pada kemampuan pengereman. “Dengan kandungan air sebanyak 3%, titik didih cairan rem akan turun hingga lebih dari 100oC. Jika titik didih cairan rem tersebut terlewati, maka rem akan rentan untuk blong,” ujarnya.

Taqwa mencontohkan salah satu produk unggulan PT Autochem Industry, yaitu cairan rem PRESTONE Brake Fluid DOT 4, yang memiliki keunggulan dalam hal titik didihnya yang lebih tinggi. Pada cairan rem PRESTONE DOT 4 titik didihnya mencapai  265oC, sementara standar cairan rem DOT 4 kebanyakan hanya 230oC. “Dengan kandungan air 3% pun, titik didih PRESTONE DOT 4 tetap memiliki suhu lebih tinggi hingga 155oC,” paparnya.

Karena itulah, lanjut Taqwa, cairan rem perlu untuk diganti secara berkala setiap satu tahun atau 20.000 km untuk mobil atau 10.000 km untuk sepeda motor. “Cairan rem di mobil dapat bertahan lebih lama karena posisi tabung reservoir cairan rem ada di dalam ruang mesin, sehingga lebih tertutup, dibandingkan sepeda motor yang tabung reservoirnya berada di tempat lebih terbuka,” paparnya.

Sebagai informasi tambahan, selain di ajang GIIAS 2019, produk-produk PT Autochem Industry juga dapat ditemukan di ribuan toko dan bengkel di seluruh Indonesia. Saat ini, PT Autochem Industry memiliki 25 cabang dan 12.779 outlet berupa toko ataupun bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Teks & Foto: Yusran Hakim

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *