Semakin Cerdas Memilih Mobil
MENU
Search

Jejak Jimny di Nusantara Lewat Generasi Keempat

Secara historis, Suzuki Jimny telah melekat di hati konsumen Indonesia sejak lama. Mengaspal sejak tahun 1979 di Indonesia, Jimny telah melalui tiga generasi – dan kini memasuki generasi keempatnya — dengan berbagai perubahan pada desain dan mesin. Inilah jejak lengkap jip mungil ikonik yang telah membenamkan kenangan mendalam di hati para penggemarnya….

BestCar Indonesia – Sulit dipungkiri, All-New Jimny alias Suzuki Jimny generasi keempat adalah salah satu produk unggulan Suzuki yang saat ini sedang ‘hype’ di seluruh dunia. Kedatangan jip/SUV kompak berpenggerak empat-roda (4WD/4×4) Suzuki yang legendaris ini di pasar dunia pada tahun 2018 lalu, telah lama dinanti dan paling banyak menyedot perhatian para pecinta otomotif di seluruh dunia.

Bagi Suzuki Indonesia sendiri, hadirnya Jimny generasi keempat di Indonesia merupakan bukti komitmennya untuk menghadirkan produk dengan performa yang unggul di pasar global. Apalagi, secara historis Suzuki Jimny telah melekat di hati konsumen Indonesia sejak lama. Mengaspal sejak tahun 1979 di Indonesia, Jimny telah melalui tiga generasi dengan berbagai perubahan pada desain dan mesin.

Sejak generasi pertamanya meluncur di Indonesia pada tahun 1979, Jimny dikenal sebagai mobil off-road mungil yang terbukti lincah dan tangguh mengarungi berbagai medan ekstrem. Ditambah dengan desain khas dan ikonik serta beragam fitur fungsional, Suzuki Jimny telah memberikan kenangan mendalam yang selalu melekat di hati para penggemarnya.

Suzuki Jimny generasi keempat alias All-New Jimny yang secara resmi mulai dipasarkan di ajang pameran otomotif tahunan GIIAS 2019

Awalnya, semua model dan varian Jimny di Indonesia dirakit dengan sistem penggerak empat-roda (4WD). Namun karena adanya skema perpajakan baru dari Pemerintah yang bertujuan untuk melindungi industri lokal pada pertengahan tahun 80-an memaksa Suzuki mereformasi produk unggulannya ini. Saat itu Jimny terkena imbas dari kenaikan pajak bagi kendaraan berpenggerak 4-roda (4WD/4×4), sehingga Suzuki Indonesia kemudian mengubah Jimny 4WD menjadi Jimny berpenggerak dua-roda (2WD), yang dimulai dengan memasarkan model Jimny ‘Katana’ 2WD generasi pertama pada tahun 1984.

Toh semua perubahan itu tak membuat Jimny surut dari pasaran dalam negeri. Penjualannya relatif stabil, bahkan membukukan angka sebanyak 130.334 unit sejak tahun 1979 hingga saat ini. Lebih dari itu, Jimny telah mengukir kenangan yang begitu melekat di benak konsumen Indonesia sejak kemunculan pertamanya tahun 1979. Setiap seri Jimny yang diluncurkan di Indonesia selalu membangkitkan kembali memori yang begitu historis dan fenomenal terhadap jip mungil yang legendaris ini.

Perjalanan Jimny dari generasi ke generasi di Tanah Air telah menorehkan cerita dan kesan bermakna bagi para penggemarnya, dan inilah jejak panjangnya:

 

GENERASI PERTAMA (LJ50, LJ80)

Suzuki Indonesia untuk pertama kalinya mendatangkan Jimny pada tahun 1978. Model pertama yang diperkenalkan adalah Jimny LJ50, jip mungil beratap kanvas (soft top) dengan mesin bensin 2- tak (2-stroke) 3-silinder berkapasitas 550cc — mirip dengan mesin Suzuki Truntung ST20. Dalam jumlah sangat terbatas, Jimny LJ50 saat itu hanya digunakan oleh perusahaan pertambangan nikel di daerah Soroako, Sulawesi. Selain itu, juga sempat digunakan sebagai kendaraan operasional Polwan di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.

Pada tahun 1979, PT.Suzuki Indomobil Utama selaku Agen Pemegang Merek Suzuki di Indonesia mulai merakit langsung Suzuki Jimny seri LJ80 generasi pertama untuk pasar Indonesia. Jimny ‘kotak’ yang kemudian populer dengan sebutan ‘Jimny Jangkrik’ ini dibekali bodi kompak dan ringan yang ditunpangkan di atas chassis ladder, mesin kecil F8A berkapasitas 800cc, sistem penggerak part-time 4WD dengan transfer case 2-speed (4H dan 4L), serta suspensi gardan rigid (rigid axle suspension) dengan per daun (leaf spring) di depan dan belakang. Meski mesinnya kecil, Jimny Jangkrik menawarkan kapabilitas jelajah segala medan yang optimal.

Generasi pertama Jimny versi Indonesia ini ditawarkan dalam dua varian, yaitu LJ80V dengan atap keras (hardtop) yang populasinya paling banyak, serta varian LJ80Q beratap kanvas (soft top). Sementara di luar sana ada banyak varian lain yang beredar, seperti versi tanpa atap (open top) atau cab chassis dengan windshield yang bisa dilipat ke kap mesin dan versi pick up dengan kode LJ-81.

Jimny LJ80 inilah yang kemudian melahirkan kehebatan Suzuki di segmen pasar  jip 4×4 Tanah Air yang saat itu didominasi oleh jip 4×4 bermesin besar seperti Jeep CJ series, Land Rover Series, Toyota Land Cruiser FJ & BJ series, Nissan Patrol, dan Ford Bronco. Kehadiran off-roader mungil Suzuki memperoleh segmennya sendiri, mendulang sukses dan menjadi salah satu jip ikonik di Indonesia.

 

JIMNY GENERASI KEDUA (SJ410, SJ413, Samurai, Caribian)

Kesuksesan LJ80 membuat Suzuki Indonesia kembali memperkenalkan Suzuki Jimny generasi ke-2 di tahun yang sama, 1981. Dirakit dengan kode model SJ410, Jimny generasi kedua periode pertama kemudian lebih dikenal sebagai ‘Jimny 1000’ atau ‘Jimny Trepes’, merujuk pada ciri khas atapnya yang rendah (low roof) dan bentuk body boxy. Mengandalkan mesin bensin 4-silinder segaris F10A berkapasitas 1.000cc (1,0-liter) — yang kemudian juga digunakan pada berbagai produk Suzuki lainnya, seperti Carry dan Karimun, bodi kompak yang ditunpangkan di atas chassis ladder, sistem penggerak part-time 4WD dengan transfer case 2-speed (4H dan 4L), serta suspensi gardan rigid (rigid axle suspension) dengan per daun (leaf spring) di depan dan belakang, Jimny SJ410 menciptakan legenda mobil 4WD yang hemat bahan bakar, mudah dirawat, andal, dan tangguh.

Kemampuannya menjelajah hingga ke daerah pelosok yang minim infrastruktur jalan menjadikan Jimny generasi kedua sebagai kendaraan yang dapat digunakan oleh masyarakat di daerah terpencil dan sulit dijangkau. Bisa dibilang, inilah generasi Suzuki Jimny yang paling lama bertugas di Indonesia dalam kurun waktu 1981 hingga 2007, ketika masa produksinya berakhir.

Dengan usia edar paling lama di pasar Indonesia (1981-2007), wajar saja jika Jimny generasi kedua memiliki banyak variasi produk. Di antaranya adalah varian ‘Jimny Sierra’ dengan atap soft-top berbahan fiber pada tahun 1982, lalu varian berpenggerak dua-roda (2WD/4×2) dengan nama ‘Katana’ pada tahun 1984. Selain Katana, Jimny generasi kedua juga hadir dengan versi long wheelbase yang generasi awalnya (1984) dikenal sebagai “Jimny Long” atau dijuluki dengan nama ‘Jimny BRI dan kemudian disusul oleh ‘Katana Long’ alias ‘Kalong’.

Masuknya varian Long Wheel Base (LWB) ke Indonesia dalam wujud kendaraan chasis sejak tahun 1984 hingga menjelang akhir 1990-an ternyata membuka peluang bagi industri karoseri nasional menghasilkan berbagai model Jimny SJ410 LWB. Di antaranya adalah Jimny Corsica LWB 5-pintu produksi karoseri Alexander, Jimny Katana Country LWB 3-pintu, dan tentu saja termasuk Jimny BRI 3-pintu produksi karoseri Adiputro Malang serta Katana LWB 3-pintu (Katana Long alias ‘Kalong’). Selain versi LWB, varian Corsica dan Country juga diproduksi dalam versi Short Wheel Base (SWB) 3-pintu.

Sebagai penutup sekaligus menandai berakhirnya siklus hidup Jimny generasi kedua di Indonesia, pada tahun 2004 Suzuki meluncurkan Jimny Carribian LWB bermesin 1,3-liter (SJ413) dengan model yang paling berbeda. Caribian tampil sebagai  Jimny pick-up LWB dengan extra-cab yang menyediakan sedikit ruang tambahan di kabin belakang. Hanya bertahan sekitar 2 tahun, masa edar Caribian akhirnya dihentikan pada tahun 2007.

Dan, inilah para ‘pemain utama’ di liga “Jimny Generasi Kedua”:

 

  • Suzuki Jimny 1000 alias Jimny Trepes (1981 – 1983)
    Tahun 1981 merupakan awal karir Jimny SJ410 di Indonesia, dengan ‘Jimny 1000’ alias  ‘Jimny Trepes’ sebagai model perdananya. Sama seperti ‘racikan’ LJ80 pendahulunya, Jimny Trepes juga mengusung chassis ladder, mesin bensin 4-silinder segaris F10A berkapasitas 1.000cc, sistem penggerak part-time 4WD dengan transfer case 2-speed (4H dan 4L), serta suspensi gardan rigid (rigid axle suspension) dengan per daun (leaf spring) di depan dan belakang. Sesuai nama julukannya, ciri khas ‘Jimny Trepes’ dapat dikenali dengan mudah dari desain atapnya yang rendah (low roof). Desain atap seperti ini menjadi salah satu titik lemah ‘Jimny Trepes’, karena membatasi ruang kepala (head room), khususnya bagi pengemudi dan penumpang berpostur jangkung.

Jimny 1000 alias Jimny Super alias Jimny Trepes

 

  • Jimny Samurai (1981 –  ) 

Di tahun yang sama, 1981, Suzuki Indonesia juga mendatangkan Jimny Samurai SJ413 dengan mesin yang lebih besar (tipe G13 4-silinder segaris berkapasitas 1.300cc), meski tampilan luarnya nyaris tak berbeda dengan Jimny Trepes SJ410. Begitu pula dengan transmisinya yang mengandalkan model manual 4-speed plus penggerak empat-roda dengan transfer case 2-speed (4H dan 4L). Sayangnya, hanya beberapa gelintir populasinya di Indonesia, walaupun permintaan akan Jimny  1,3L ini cukup besar. Kabarnya saat itu Suzuki Indonesia kesulitan memperoleh kuota dari prinsipalnya di Jepang, karena Jimny Samurai memang  lebih ditujukan untuk pasar Amerika,Eropa dan Australia.

 

  • Jimny Sierra (1983 – 1985)

Dirakit dalam jumlah terbatas sejak tahun 1983, Jimny Sierra yang berbasis Jimny SJ410 generasi awal (Jimny Trepes) tampil paling unik. Dimensi bodinya sama persis seperti Jimny Trepes dengan atap rendah, tapi bagian bodi belakang menggunakan fiberglass atau kanvas plus ‘bando’ di bagian tengah atau targa. Atap belakangnya dapat dibongkar-pasang, sehingga Sierra bisa diubah menjadi sebuah pick-up. 

Bagian belakang Jimny Sierra juga ada dua versi. Sierra varian pertama yang beredar tahun 1983 hingga pertengahan 1984, memiliki kaca belakang dengan ukuran yang lebih sempit/ kecil. Lalu mulai pertengahan 1984 hingga 1985, ukuran kaca belakangnya diperbesar untuk memperoleh sehingga visibilitas ke arah belakang yang lebih baik. Pintu belakang Jimny Sierra juga unik, karena bagian kacanya dapat dibuka ke atas dan bagian bawahnya dibuka ke arah samping. Keunikan berikutnya juga ada pada kaca depannya yang dapat dilipat ke depan dan disenderkan di kap mesin. Dengan populasi yang  terbatas, tak berlebihan jika banyak yang menyebut Jimny Sierra sebagai Jimny limited edition di Indonesia.

 

  • Jimny V3 / Super Jimny 6 (1984 – 1988)
    Memasuki tahun 1984, posisi Jimny Trepes digantikan oleh Jimny V3 atau sering disebut sebagai Super Jimny 6. Hadir dengan atap yang lebih tinggi (higher roof), Super Jimny 6 dari mampu mengatasi  masalah sempitnya headroom (ruang kepala) pada Jimny Trepes yang dialami pengemudi dan penumpang berpostur jangkung. Desain  eksterior Super Jimny 6 juga dinilai lebih stylish, sporty, dan  proporsional ketimbang pendahulunya yang cenderung kaku.

Super Jimny V3 atau Super Jimny 6 tahun 1985

 

  • Jimny Katana (1984 – 1998)

Adanya skema perpajakan baru dari Pemerintah yang bertujuan untuk  melindungi industri lokal pada pertengahan tahun 80-an, membuat Jimny terkena imbas dari kenaikan pajak bagi kendaraan berpenggerak 4-roda (4WD/4×4). Akibatnya, Suzuki Indonesia terpaksa mengubah Jimny 4WD menjadi Jimny berpenggerak dua-roda (2WD), yang dimulai dengan  memasarkan model Jimny ‘Katana’ 2WD generasi pertama pada tahun 1984. Jadi, bisa dibilang bahwa Suzuki Katana merupakan versi downgrade dari Jimny 4WD, walaupun bentuk dan model keduanya sama persis.

 

  • Suzuki Katana Generasi Pertama (Gen-1)

Suzuki Katana generasi pertama diluncurkan oleh PT. Indomobil Niaga  Internasional pada tahun 1984. Dengan spesifikasi body, interior dan mesin yang sama persis dengan Jimny Trepes, yang membedakan Katana generasi pertama ini adalah atapnya yang lebih tinggi dari Jimny Trepes alias sama seperti atap Super Jimny 6/Jimny V3. Generasi pertama Katana di Indonesia juga dicirikan dengan head lamp bulat seperti yang digunakan Jimny Trepes dan Super Jimny 6/Jimny V3. Begitu pula dengan transmisinya, manual  4-speed, sistem penggerak roda-belakang (2WD-RWD), belum ada tachometer di dashboard, dan mesin yang masih mengandalkan tipe F10A 1,0-liter, bertenaga maksimal 45hp @5.500rpm dan torsi puncak 73,5Nm @3.000rpm.

Suzuki Jimny Katana generasi pertama

 

  • Suzuki Katana Generasi Kedua (Katana Blitz) 

Muncul pada tahun 1989 dengan nama “Katana Blitz”, generasi kedua Katana 2WD ini tampil dengan bebera pa pembaharuan. Di antaranya head lamp yang berubah menjadi model kotak, atap lebih tinggi dari Katana generasi pertama, dilengkapi dengan tachometer di dashboard, dan transmisi manual yang menjadi 5-speed. Lainnya, mulai dari mesin, body (kecuali atap dan lampu depan), hingga drivetrain masih sama seperti Katana generasi pertama, meski suspensinya diklaim lebih lembut. Pada trim yang lebih tinggi, Katana Blitz juga telah dibekali pendingin udara kabin (AC), power steering dan suspensi yang lebih lembut. Katana Blitz ini hanya diproduksi hingga tahun 1992 saja.

Suzuki Jimny Katana ‘Blitz’, generasi kedua Jimny Katana

Suzuki Katana Gen-2 (Katana Blitz) terbagi menjadi 4 trim/tipe, yaitu:

  • Katana DX (tanpa AC dan power steering/PS)
  • Katana DX Blitz(tanpa AC dan PS, Soft Suspension)
  • Katana GX (ada AC dan PS)
  • Katana GX Blitz (ada AC, PS, dan Soft Suspension)
  • Tersedia dalam dua pilihan wheelbase, yaitu Short Whellbase (SWB) dan Long Weelbase (LWB)

 

  • Suzuki Katana Generasi Ketiga (Gen-3) 

Pada tahun 1992-1993, Suzuki kembali melansir Katana Generasi ketiga, ciri cirinya adalah atapnya tinggi (high roof) – tertinggi dalam line-up Jimny — dan kembali menggunakan lampu depan bulat, pada katana generasi terakhir ini hanya tersedia dalam dua tipe saja, yaitu:

  • Katana DX ( tanpa AC dan PS, tidak ada Tape, jok belakang berhadapan)
  • Katana GX (AC Denso, PS, Tape Kenwood, jok belakang menghadap ke depan)

Katana generasi terakhir ini mempunyai masa produksi cukup panjang, hingga tahun 2007-an.

Jimny Katana Generasi Ketiga. Varian tertingginya telah dibekali power steering

Secara umum, meskipun mayoritas Katana hanya berpenggerak 2-roda (2WD) melalui gardan belakang (Rear Wheel Drive/RWD), namun ada juga segelintir Suzuki Katana versi berpenggerak 4-roda (4WD/4×4).  Nah Katana versi 4WD/4×4 ini memang tidak dipasarkan secara umum, melainkan hanya untuk memenuhi pesanan khusus.

Namun banyak pula pehobi off-road yang mengubah sendiri Katana 2WD miliknya menjadi berpenggerak 4-roda (4WD). Mengubah sistem 2WD ke 4WD pada Katana relatif mudah, karena basisnya sama dengan Jimny dan memiliki transfer case yang terpisah. Tinggal pasang gardan depan Jimny beserta kopel depan, transfer case Jimny beserta shaft penghubung  transmisi-transfer case di Katana 2WD, maka jadilah sebagai Katana 4WD.

Katana Pick-Up Long Wheelbase

Tak seperti Jimny generasi sebelumnya yang hanya dipasarkan dalam  model Short Wheelbase (SWB), Katana tersedia dalam tiga model (Wagon SWB, Wagon LWB, dan Pick-Up LWB). Model wagon SWB tetap paling banyak dipasarkan, sementara varian Wagon Long Wheelbase (LWB) juga lumayan banyak beredar, meski tak sebanyak Wagon SWB. Yang paling sedikit adalah varian Pick-Up LWB, karena saat itu umumnya hanya digunakan untuk keperluan tertentu, seperti di pertambangan dan perkebunan.

Kelebihan lain dari Suzuki Katana adalah kaki kakinya yang simple namun kuat. Baik di bagian depan maupun belakang menggunakan per daun (leaf spring). Namun kombinasi body dan mesin ringan dengan kaki-kaki per daun berimbas pada ‘bantingan’ Katana yang menjadi sangat keras dan kurang nyaman. Tapi di luar kelemahan sekaligus kelebihan itu, Katana – juga generasi Jimny SJ410 lainnya – diuntungkan oleh penggunaan mesin F10A yang dipakai oleh banyak produk Suzuki lainnya,seperti Forsa, Carry 1000, hingga Karimun. Meskipun mesin ini agak kurang bertenaga, tetapi ia terkenal ‘bandel’ dan sparepart-nya sangat mudah dicari, sehingga perawatannya menjadi sangat mudah dan murah.

 

  • Berbagai Varian Jimny dan Katana LWB di Indonesia 

Suzuki Jimny SJ410 Long Wheel Base (LWB) atau dikenal dengan istilah ‘chassis panjang’ pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1984, sebagai bagian dari  langkah Suzuki Indonesia dalam mendukung program Kendaraan Bermotor Nasional Serbaguna (KBNS). Ketika itu Suzuki Indonesia memasukkan Jimny LWB ke Indonesia hanya dalam wujud kendaraan chassis yang diperuntukkan bagi industri karoseri. Kebanyakan varian Jimny LWB yang dirakit oleh industri karoseri di Indonesia dalam bentuk Wagon 3-pintu berpenggerak 2-roda (2WD/4×2), yang kemudian lebih populer dengan sebutan “Kalong” (singkatan dari ‘Katana Long’). Sebagian kecil lainnya ada pula yang diproduksi dalam bentuk Wagon 5-pintu.

Beberapa varian dari Jimny LWB dan Katana LWB di Indonesia antara lain sebagai berikut:

  • Katana BRI (Adiputro) 

Suzuki Jimny BRI atau Katana BRI merupakan varian Jimny LWB hasil rakitan karoseri Adiputro Malang, dalam bentuk Wagon 3-pintu dan berpenggerak 2-roda (2WD). Sejak diluncurkan tahun 1987, Katana BRI banyak digunakan sebagai kendaraan operasional Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk melayani nasabah di daerah terpencil. Karena itulah varian ini dikenal sebagai “Jimny BRI” atau “Katana BRI”.

Ada dua versi ‘Jimny BRI LWB’ yang dirakit karoseri Adiputro, yaitu dengan atap agak tinggi seperti pada Katana generasi pertama dan versi  atap tinggi seperti Katana generasi kedua dan ketiga. Saat ini, banyak pecinta Jimny LWB yang justru memodifikasi atapnya menjadi model ‘Trepes’ layaknya atap Jimny Trepes alias Jimny 1000 generasi pertama.

Suzuki Jimny/Katana BRI long wheelbase (LWB), wagon 3-pintu

 

  • Katana Corsica (Alexander) 

Jimny Corsica atau Katana Corsica adalah varian Suzuki Katana hasil ‘jahitan’ perusahaan karoseri Alexander, yang dikenal sebagai ‘spesialis’ kendaraan Suzuki pada era itu — termasuk memasok berbagai tipe body untuk minibus Suzuki Carry.

Berbeda dengan Wagon 3-pintu Katana BRI, Corsica tampil sebagai Wagon 5-pintu dengan ciri khas overhang belakang yang lebih panjang untuk  mengakomodasi bangku baris ketiga yang saling berhadapan (bisa dilipat menjadi bagasi). Ciri khas lainnya adalah atap panoramic kecil pada sisi kiri-kanan atap bagian tengah dan belakang. Lalu pintu penumpang belakang menggunakan jendela kaca model naik-turun dengan bukaan engkol, bukan model geser seperti Katana lainnya. Selain membuat Corsica LWB, karoseri Alexander juga merakit Corsica versi chassis pendek alias Corsica SWB.

Jimny/Katana Corsica long wheelbase  

  • Katana Country 

Mungkin inilah Suzuki Katana dengan tampilan yang paling berbeda dari  beberapa karoseri Katana lainnya. Sejatinya Katana Country berbasis Katana Pick-up LWB, dengan tambahan wagon beratap tinggi (high roof) di bagian belakang. Meski memiliki tiga pintu, pintu belakang Country terdiri dari dua bagian terpisah. Bagian atas menyatu dengan jendela kaca belakang dan dibuka ke atas, sementara pintu bagian bawah yang sekaligus menjadi dudukan ban serep, dibuka ke arah samping (model swing door). Lampu belakangnya tidak berada di bumper seperti Katana lainnya, melainkan ditempatkan di sisi kanan dan kiri pintu belakang dengan bentuk vertikal memanjang. Selain versi LWB, Katana Country juga tersedia dalam pilihan chassis pendek (SWB) 3-pintu.

Katana Country LWB

Katana Country LWB

 

  • Jimny Caribian (2005 – 2007) 

Selanjutnya Indonesia pernah kedatangan generasi terakhir dari Jimny SJ-Series melalui jalur CBU dengan nama Jimny Caribian. Mobil ini memiliki konfigurasi paling beda daripada Jimny lain di atas. Bisa dikatakan, ia adalah versi Long Wheelbase dari Jimny Sierra tapi ditambahkan sebuah extra-cab sehingga lebih menyerupai sebuah pick-up.
Pertama kali dikenalkan tahun 2004 sebagai model 2005, Suzuki Caribian 4×4 Sport (All Terrain Conqueror) yang kemudian lebih dikenal sebagai ‘Jimny Caribian’ ini merupakan model CBU yang didatangkan dari Thailand. Dengan kode SJ413 seperti halnya Suzuki Jimny Samurai, Caribian merupakan generasi terakhir dari Jimny SJ-Series yang beredar di pasar Indonesia.

Suzuki Caribian

Dengan dimensi (panjang x lebar x tinggi) 4.010 x 1.460 x 1.680mm, awalnya Caribian diposisikan sebagai pikap kabin-ganda (double cabin). Namun sebetulnya Caribian tidak bisa dikategorikan sebagai double-cab, karena kabin belakangnya hanya sekadar tambahan alias kabin ekstra saja. Caribian mengusung mesin bensin G13BA 4-silinder segaris, OHC, yang mampu meletupkan tenaga hingga 68dk @6.000rpm  dan torsi maksimal 103Nm @3.500rpm. Sistem pasokan bahan bakarnya juga lebih modern, telah menggunakan sistem injeksi elektronik dengan single port.

Selain extra cabin, ciri khas lainnya dari sisi eksterior terlihat pada frame kaca depan yang landai, tidak seperti frame windshield Jimny/Katana yang beredar di Indonesia. Begitu pula dengan interiornya, kental dengan atmosfer Jimny seri JB32, JA12 dan JA22 yang beredar di pasar global dan Jepang. Sayang, usia Caribian tak lebih dari dua tahun di pasar, akibat kalah bersaing dari rival-rivalnya di segmen pikap double-cabin sejati yang saat itu   mendominasi segmennya.

 

GENERASI KETIGA (New Jimny JB33, Jimny Wide)

Berselang empat tahun sejak Jimny Carribean diskontinyu di pasar Indonesia, pada 2011 beberapa Importir Umum (IU) memasukkan Suzuki Jimny generasi ketiga era 1998 ke atas (JB33 atau New Jimny alias Jimmy Wide) ke Indonesia. Sebenarnya, New Jimny ini sudah lama beredar di negara asalnya, Jepang, di ajang Tokyo Motor Show tahun 1997 tepatnya.

Karena berstatus produk CBU asal Jepang dan menganut sistem penggerak roda 4WD, harganya di IU (saat itu) mencapai lebih dari Rp 350-an juta. Suzuki Indonesia (PT.SIS) secara resmi baru mendatangkan Jimny JB33 untuk pasar lokal Indonesia di ajang GIIAS 2017. Harga barunya yang dipatok Rp 285 juta (OTR, Jakarta) terbilang cukup terjangkau untuk sebuah mini SUV yang dijual secara terbatas (hanya 88 unit), setidaknya jauh lebih murah daripada jalur Importir Umum (IU) yang mematok harga sekitar Rp 350-400 jutaan.

Dari segi penampilan, Jimny generasi ke-3 boleh disebut sebagai interpretasi modern Suzuki terhadap Jimny generasi kedua. Sosoknya masih menganut bodi rata dan kotak untuk menegaskan aura mobil penjelajah namun ada lekukan pada beberapa bagian bodi yang memancarkan aura modern. Satu pujian khusus, Suzuki Jimny generasi ke-3 masih “jip sejati” dengan  ramuan dasar yang berlaku sejak Suzuki Jimny generasi pertama berupa konstruksi body on (ladder) frame, solid axle depan belakang dan dual speed part-time transfer case. O ya, Jimmy gen-3 sudah menganut paduan  solid axle dan per keong, mengikuti Jimny generasi kedua untuk pasar global era 1995-1998 (JA12/JA22/JB32), sehingga pengendaraannya diklaim Suzuki lebih nyaman dibanding Jimny generasi kedua sebelum 1995 (SJ30/SJ410/SJ413) yang masih mengusung suspensi kombinasi solid axle dan per daun.

 

Melanjutkan racikan khas Suzuki Jimny sejak dulu, Jimny generasi ketiga memakai  mesin berkapasitas kecil (1,3-liter), M13A dengan teknologi VVT untuk  menghasilkan performa  merata tanpa mengorbankan  efisiensi bahan bakar. Sebagai rekan kerja mesin tersedia pilihan transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed – untuk pasar Indonesia, saat itu hanya disediakan versi otomatis 4-speed — plus transfer case dengan gear ratio berbeda (4H dan 4L). Serupa Jimny generasi ke-2, Jimny generasi ke-3 juga memakai as kopel (propeller shaft) untuk menghubungkan  transmisi dengan  transfer case, sehingga memudahkan proses engine swap atau transmission swap dan transfer case swap.

Mengulang tradisi sang kakak, Jimny generasi ke-3 tetap setia dengan sistem part-time 4WD yang diwakili oleh mode 2WD (2H), 4WD-H (4H) dan 4WD-L (4L). Namun berbeda dengan generasi terdahulu, aktivasi kerja transfer case pada Jimny gen-3 dilakukan secara elektronik melalui tombol tekan yang terdapat di bawah tombol kontrol AC. Dukungan free wheel hub yang bekerja dengan sistem vakum memungkinkan perpindahan mode 2WD ke 4WD dilakukan secara “shift on the fly” pada kecepatan hingga 100km/jam.

Di sektor suspensi, Jimny gen-3 menerapkan konstruksi milik Jimny generasi kedua untuk pasar Jepang (JDM) dan global era 1995-1998 (JA12/JA22/JB32), berupa paduan solid axle dan per keong dengan sistem 3-link yang terdiri atas 2 radius arm dan 1 Panhard rod (lateral rod). Secara khusus, para engineer Suzuki menempatkan kedua axle (gardan) pada ujung depan dan belakang Jimny alias “stretching”. Hasilnya, mengurangi gejala pitching saat kendaraan sedang bergerak, sehingga  memaksimalkan kenyamanan pengendaraan dan sekaligus mengoptimalkan approach angle (34o) maupun departure angle (46o). Keunggulan sudut-sudut tersebut memungkinkan Jimny untuk melewati berbagai kondisi medan off-road yang ekstrem. Di sisi lain, dimensi Jimny Gen-3 yang mirip-mirip dengan SJ410 membuat radius putar juga minimalis, hanya 4,9m saja.

Seperti kakak-kakaknya, kabin Jimny Gen-3 juga menawarkan kenyamanan bagi penumpang  bangku depan. Sementara penghuni bangku belakang akan protes soal ruang kaki, walau kondisinya sudah lebih baik dibandingkan Jimny Gen-2I. Lagi pula, mobil ini memang bukan disiapkan sebagai ‘people mover’. Lihat juga interiornya yang bergaya ‘old school’ dan sarat dengan panel plastik. Mudah digunakan dan mudah dibersihkan, simple and no-nonsense.

 

GENERASI KEEMPAT (All-New Jimny, JB74)  

Sejak debutnya di Jepang pada Juli tahun lalu, jip/SUV kompak berpenggerak empat-roda (4WD/4×4) Suzuki yang legendaris ini langsung menyedot perhatian para pecinta otomotif di seluruh dunia. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara resmi meluncurkan Suzuki All-New Jimny atau Suzuki Jimny generasi keempat pada pembukaan ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Juli 2019. Peluncuran mobil fenomenal yang lama dinantikan para pecinta off-road ini sekaligus menandai inovasi Jimny generasi keempat yang hadir lebih eksklusif dan tangguh, baik dari performa, fitur, maupun tampilan.

Jimny generasi keempat tidak hanya mengandalkan keindahan yang dihasilkan oleh performa, tetapi juga kepraktisan pada fitur-fiturnya. Platform body-on-frame yang bertumpu pada chassis ladder, sistem penggerak part-time 4WD dengan transfer case 2-speed (4H dan 4L), serta suspensi gardan rigid (rigid axle suspension) yang diwariskan dari generasi sebelumnya, kini dikembangkan lebih jauh lagi untuk meningkatkan performa, kenyamanan dan keselamatan Jimny Gen-4 saat berkendara.

Sedangkan mesin bensin K15B 4-silinder naturally aspirated (non-turbo) berkapsitas 1,5 liter yang mengisi ruang mesin All-New Jimny Gen 4 ini sama dengan yang digunakan Suzuki Ertiga 2018 di pasar Indonesia — juga digunakan pada Maruti Ciaz 2018 dan Maruti Ertiga 2018 di pasar India. Mesin ini mampu memproduksi tenaga hingga 102PS pada 6.000rpm dan torsi puncak 130Nm yang dituai pada 4.000rpm.

Ditawarkan dalam empat trim/tipe berdasarkan skema warna yang disediakan (single tone dan two tone) serta transmisi (manual dan otomatis), Jimny generasi keempat untuk pasar Indonesia dibanderol dengan harga termurah Rp 315,5 juta dan termahal Rp Rp 330 juta (On-the-Road/OTR Jakarta). Masing-masing adalah:

  • Suzuki JIMNY MT (single tone)             Rp 315.500.000
  • Suzuki JIMNY AT (single tone)             Rp 328.000.000
  • Suzuki JIMNY MT (two tone)                         Rp 317.500.000
  • Suzuki JIMNY AT (two tone)                         Rp 330.000.000

Untuk varian single tone, pilihan warna bodinya terdiri dari Superior White, Silky Silver Metallic, Medium Grey, Bluish Black Pearl 3, dan Jungle Green. Sementara varian two tone dengan atap hitam, pilihan warnanya terdiri dari Kinetic Yellow + Bluish Pearl 3; Brisk Blue Metallic + Bluish Black Pearl 3; dan Chiffon Ivory Metallic + Bluish Black pearl 3.

Dengan kelengkapan fungsi yang menyeluruh, Jimny generasi keempat diklaim sebagai Jimny dengan desain terbaik dalam sejarah panjangnya. Tak heran jika Jimny berhasil meraih gelar ‘2019 World Urban Car’ dan ‘World Car Design’, hanya dalam beberapa bulan setelah peluncuran globalnya tahun lalu.

 

Teks: Yusran Hakim

 

Suzuki Jimny Timeline

(1970-2015, JDM & Global)

 

Suzuki Jimny Generasi Pertama (Gen-1)

LJ10                                 1970-1972              mesin FB      I-2      359cc

LJ20                                 1972-1976              mesin L50     I-2      359cc

LJ50 (SJ10)                      1975-1981              mesin LJ50   I-3      539cc

LJ80 (SJ20)                      1977-1983              mesin F8A    I-4      797cc

 

Suzuki Jimny Generasi Kedua (Gen-2)

SJ30                                 1981-1987              mesin LJ50   I-3         539cc

SJ40 (SJ410)                    1981-1998              mesin F10A I-4         970cc

JA51 (SJ413, Samurai)      1984-1993              mesin G13A I-4         1.324cc

JA71                                 1986-1990              mesin F5A  I-3           543cc,turbo, EFI

JA11                                 1990-1995              mesin F6A  I-3           657cc, TI, EFI

JB31 (Sierra, Samurai)      1993-1995              mesin G13BA I-4        1.298cc, EFI

JA12                                 1995-1998              mesin F6A I-3            657cc, TI, EFI

JA22                                 1995-1998              mesin K6A    I-3        658cc, TI, EFI

JB32 (Sierra, Samurai)      1995-1998              mesin G13BA/BB I-4  1.298cc, EFI

 

Suzuki Jimny Generasi Ketiga  (Gen-3)

JB33 (Wide)                      1998-2005             mesin G13BB I-4     1.298cc, EFI

JB23                                  1998-2015             mesin K6A    I-3      658cc, TI, EFI

JB43 (Wide,  Sierra)          2000-2015             mesin M13A I-4      1.328cc, EFI, VVT

JB53                                 2003-2015             mesin K9K    I-4      1461cc, TDI

 

Catatan::

TI       = turbo intercooler

EFI     = electronic fuel injection

TDI     = turbo diesel direct injection

Spesifikasi Mobil

Spesifikasi Keterangan
Tipe
Mesin
Tenaga Maksimum
Torsi Maksimum
Transmisi
Dimensi (P x L x t)
Wheelbase
Ground Clearance
Velg & Ban
Bobot
Kapasitas Tangki
0-100 km/jam
Konsumsi BBM
Kebisingan kabin idle/4000rpm
Harga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *